{"id":215465,"date":"2026-03-17T10:50:51","date_gmt":"2026-03-17T03:50:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=215465"},"modified":"2026-03-17T10:50:51","modified_gmt":"2026-03-17T03:50:51","slug":"padel-tren-gaya-hidup-baru-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/03\/17\/padel-tren-gaya-hidup-baru-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Padel, Tren Gaya Hidup Baru di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Culture)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemandangan lapangan dengan dinding kaca dan raket yang lebih pendek daripada raket tenis konvensional kini semakin sering ditemui di Jakarta, Bali, serta kota-kota besar lainnya di Indonesia. Ya, padel (padel tennis) belakangan ini sedang meledak di Jakarta.\u00a0Olahraga yang sering digambarkan sebagai perpaduan antara tenis dan squash ini bukan sekadar tren sesaat. Dalam waktu singkat, padel telah bertransformasi menjadi gaya hidup baru\u2014sebuah pergeseran tren <em>urban lifestyle<\/em> yang sosial, aktif, dan estetik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa olahraga yang baru populer dalam beberapa tahun terakhir ini begitu diminati?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u201cRamah Pemula\u201d dan Sangat Menyenangkan<\/strong><br \/>\nSalah satu alasan utama mengapa padel begitu populer adalah karena sangat mudah dipelajari. Bahkan, jika seseorang belum pernah bermain olahraga raket sebelumnya, mereka dapat menikmati permainan ini hanya setelah beberapa menit di lapangan.\u00a0Dibandingkan dengan tenis yang membutuhkan teknik tinggi untuk bisa melakukan reli (pukulan terus-menerus), lapangan padel yang lebih kecil\u2014dengan dinding kaca yang memungkinkan bola tetap hidup\u2014membuat pemula bisa langsung merasakan serunya permainan tanpa harus frustrasi karena bola keluar lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Olahraga Sosial dan Networking<\/strong><br \/>\nPadel hampir selalu dimainkan berpasangan (ganda), menjadikannya olahraga yang sangat sosial. Ini bukan tentang intensitas tunggal yang melelahkan, melainkan cara baru untuk berinteraksi, <em>hangout<\/em> di sela kesibukan, dan memperluas jaringan (<em>networking<\/em>) di komunitas urban.\u00a0Fenomena ini didukung oleh berkembangnya komunitas padel di Indonesia, di mana orang-orang tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga bersosialisasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Low-Impact, tetapi Tetap Membakar Kalori<\/strong><br \/>\nMeskipun menyenangkan, padel tetap merupakan olahraga intensitas sedang yang efektif untuk kebugaran fisik. Padel dapat membakar sekitar 400\u2013600 kalori per jam, setara dengan bersepeda.\u00a0Olahraga ini menggerakkan seluruh tubuh, meningkatkan kecepatan dan refleks, namun tergolong <em>low-impact<\/em> dibandingkan lari atau tenis. Hal ini membuatnya cocok untuk berbagai usia, termasuk mereka yang berusia 30-an atau yang baru ingin memulai gaya hidup sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Estetika dan Gaya Hidup Modern<\/strong><br \/>\nDi Indonesia, padel sering kali dianggap sebagai bagian dari gaya hidup modern yang bergengsi. Lapangan padel biasanya dirancang dengan fasilitas premium dan estetika modern, sehingga populer di kalangan influencer dan selebriti, yang kemudian turut mendongkrak popularitasnya. Padel bukan hanya tentang kesehatan, tetapi juga tentang tampil <em>trendy<\/em> di media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Fleksibilitas Waktu dan Tempat<\/strong><br \/>\nLapangan padel yang lebih kecil membuat olahraga ini lebih mudah diakses di kawasan perkotaan. Banyak fasilitas padel berada di pusat kota, sehingga memudahkan akses bagi para profesional dengan waktu yang terbatas.\u00a0Didorong oleh lonjakan pencarian yang mencapai lebih dari 1.000% sejak 2024, padel mencerminkan pergeseran gaya hidup olahraga urban yang semakin berbasis komunitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan pertumbuhan lapangan yang pesat serta dukungan komunitas yang kuat, padel telah membuktikan diri bukan sekadar fenomena FOMO (<em>fear of missing out<\/em>), melainkan fondasi baru bagi gaya hidup sehat dan sosial di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Culture) Pemandangan lapangan dengan dinding kaca dan raket yang lebih pendek daripada raket tenis konvensional kini semakin sering ditemui di Jakarta, Bali, serta kota-kota besar lainnya di Indonesia. Ya, padel (padel tennis) belakangan ini sedang meledak di Jakarta.\u00a0Olahraga yang sering digambarkan sebagai perpaduan antara tenis dan squash ini bukan sekadar tren sesaat. Dalam waktu singkat, padel telah bertransformasi menjadi gaya hidup baru\u2014sebuah pergeseran tren urban lifestyle yang sosial, aktif, dan estetik. Mengapa olahraga yang baru populer [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101076,"featured_media":215466,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1052],"tags":[12250,13010],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215465"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101076"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=215465"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":215467,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215465\/revisions\/215467"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/215466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=215465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=215465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=215465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}