{"id":215021,"date":"2026-03-03T04:33:31","date_gmt":"2026-03-02T21:33:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=215021"},"modified":"2026-03-03T15:52:17","modified_gmt":"2026-03-03T08:52:17","slug":"vaksin-gabungan-moderna-raih-lampu-hijau-ue","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/03\/03\/vaksin-gabungan-moderna-raih-lampu-hijau-ue\/","title":{"rendered":"Vaksin Gabungan Moderna Raih Lampu Hijau UE"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"47\"><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">(Business Lounge &#8211; Medicine) Moderna<\/span><\/span> selangkah lebih dekat menghadirkan vaksin kombinasi Covid-19 dan influenza di pasar Eropa setelah direkomendasikan untuk disetujui oleh <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">European Medicines Agency<\/span><\/span>. Jika keputusan final diadopsi oleh Komisi Eropa, produk ini akan menjadi vaksin pertama yang menawarkan perlindungan terhadap dua penyakit pernapasan sekaligus dalam satu suntikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"444\" data-end=\"750\">Dalam pernyataan resminya, regulator obat Uni Eropa menyebut bahwa data uji klinis menunjukkan respons imun yang memadai terhadap kedua virus. Rekomendasi ini menandai tonggak penting dalam evolusi teknologi mRNA, platform yang sebelumnya membawa Moderna ke garis depan saat pandemi Covid-19 melanda dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"752\" data-end=\"1076\">Menurut laporan <em data-start=\"768\" data-end=\"777\">Reuters<\/em>, vaksin gabungan tersebut dirancang untuk menyederhanakan program imunisasi musiman, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid. Dengan satu suntikan, pasien dapat memperoleh perlindungan terhadap dua ancaman utama yang sering muncul bersamaan selama musim dingin di Eropa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1078\" data-end=\"1479\">Selama beberapa tahun terakhir, vaksin Covid-19 dan flu diberikan secara terpisah. Pendekatan kombinasi ini dinilai praktis, berpotensi meningkatkan tingkat partisipasi vaksinasi, sekaligus mengurangi beban sistem kesehatan. Analis yang dikutip <em data-start=\"1323\" data-end=\"1334\">Bloomberg<\/em> melihat inovasi ini sebagai upaya Moderna menjaga relevansi bisnisnya setelah permintaan vaksin Covid-19 menurun tajam dibanding puncak pandemi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1481\" data-end=\"1864\">Pendapatan Moderna sempat melonjak drastis berkat vaksin Covid-19 berbasis mRNA. Namun ketika fase darurat kesehatan global mereda, perusahaan menghadapi tantangan baru: bagaimana mempertahankan pertumbuhan di tengah turunnya volume pemesanan pemerintah. Vaksin gabungan Covid-flu dipandang sebagai strategi untuk memperluas pasar dan mengamankan aliran pendapatan yang lebih stabil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1866\" data-end=\"2152\">Regulator Eropa menekankan bahwa evaluasi dilakukan melalui proses ilmiah ketat. Komite ahli menilai keamanan dan efektivitas berdasarkan data klinis fase akhir. Jika disahkan secara resmi, vaksin ini akan tersedia bagi negara-negara anggota Uni Eropa dalam siklus imunisasi berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2154\" data-end=\"2526\">Dalam analisis <em data-start=\"2169\" data-end=\"2186\">Financial Times<\/em>, disebutkan bahwa persetujuan ini juga menjadi uji penting bagi masa depan teknologi mRNA di luar pandemi. Moderna dan para pesaingnya berupaya mengembangkan platform tersebut untuk berbagai penyakit, mulai dari virus pernapasan hingga kanker. Keberhasilan vaksin kombinasi akan memperkuat kepercayaan terhadap fleksibilitas teknologi ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2528\" data-end=\"2867\">Persaingan di segmen vaksin flu tidaklah ringan. Perusahaan farmasi mapan seperti <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Sanofi<\/span><\/span> dan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">GlaxoSmithKline<\/span><\/span> telah lama mendominasi pasar tersebut. Masuknya Moderna dengan pendekatan mRNA berpotensi mengguncang peta kompetisi, terutama jika efikasinya terbukti setara atau lebih unggul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2869\" data-end=\"3253\">Bagi otoritas kesehatan, vaksin gabungan menawarkan efisiensi logistik. Kampanye imunisasi dapat dirancang lebih ringkas, mengurangi kebutuhan janji temu terpisah, dan menekan biaya distribusi. Namun keberhasilan komersial tetap bergantung pada penerimaan publik. Kepercayaan masyarakat terhadap vaksin masih menjadi faktor penentu, terutama setelah perdebatan panjang selama pandemi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3255\" data-end=\"3615\">Moderna menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan pemerintah dan penyedia layanan kesehatan guna memastikan akses luas jika izin resmi diberikan. Perusahaan juga menyiapkan kapasitas produksi yang memadai agar distribusi tidak terhambat. Tantangan rantai pasok yang sempat terjadi di awal pandemi menjadi pelajaran berharga bagi industri farmasi global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3617\" data-end=\"3952\">Di pasar modal, kabar rekomendasi ini dipandang sebagai sinyal positif. Investor menilai diversifikasi portofolio produk dapat mengurangi ketergantungan Moderna pada satu jenis vaksin. Namun beberapa analis mengingatkan bahwa permintaan vaksin musiman cenderung fluktuatif, sehingga proyeksi pendapatan perlu dihitung secara realistis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3954\" data-end=\"4317\">Langkah regulator Eropa ini bisa menjadi acuan bagi otoritas lain di berbagai belahan dunia. Jika persetujuan serupa diberikan di Amerika Serikat dan wilayah lain, vaksin gabungan Covid-flu berpotensi menjadi standar baru dalam imunisasi tahunan. Konsep satu suntikan untuk dua perlindungan mencerminkan pendekatan kesehatan publik yang lebih praktis dan adaptif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4319\" data-end=\"4720\">Bagi Moderna, rekomendasi dari EMA bukan sekadar pencapaian regulasi, melainkan validasi strategi inovasi jangka panjang. Perusahaan yang dulu relatif kecil sebelum pandemi kini berusaha mengukuhkan posisinya sebagai pemain besar biotek global. Dengan memanfaatkan kecepatan desain mRNA, Moderna berharap dapat merespons mutasi virus dan tren epidemiologi lebih cepat dibanding teknologi konvensional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4722\" data-end=\"5119\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Keputusan akhir Uni Eropa akan menentukan kapan vaksin ini resmi dipasarkan. Jika lampu hijau penuh diberikan, musim vaksinasi mendatang di Eropa bisa menjadi momen debut produk yang memadukan dua perlindungan dalam satu dosis. Dunia kesehatan global akan mencermati apakah inovasi ini mampu meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus memperkuat posisi Moderna dalam industri vaksin yang kompetitif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Medicine) Moderna selangkah lebih dekat menghadirkan vaksin kombinasi Covid-19 dan influenza di pasar Eropa setelah direkomendasikan untuk disetujui oleh European Medicines Agency. Jika keputusan final diadopsi oleh Komisi Eropa, produk ini akan menjadi vaksin pertama yang menawarkan perlindungan terhadap dua penyakit pernapasan sekaligus dalam satu suntikan. Dalam pernyataan resminya, regulator obat Uni Eropa menyebut bahwa data uji klinis menunjukkan respons imun yang memadai terhadap kedua virus. Rekomendasi ini menandai tonggak penting dalam evolusi teknologi mRNA, platform yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":209119,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1055],"tags":[11952],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215021"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=215021"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":215022,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/215021\/revisions\/215022"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/209119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=215021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=215021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=215021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}