{"id":214355,"date":"2026-02-04T11:35:11","date_gmt":"2026-02-04T04:35:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=214355"},"modified":"2026-02-04T11:35:11","modified_gmt":"2026-02-04T04:35:11","slug":"panduan-perawatan-denim-ala-pg-perlukah-dicuci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2026\/02\/04\/panduan-perawatan-denim-ala-pg-perlukah-dicuci\/","title":{"rendered":"Panduan Perawatan Denim ala P&#038;G &#8211; Perlukah Dicuci?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jeans bukan sekadar pakaian. Bagi banyak orang, denim adalah \u201ckulit kedua\u201d \u2014 setia dipakai ke kantor, nongkrong, hingga perjalanan jauh. Tak heran jika banyak orang rela melakukan cara-cara ekstrem demi merawat jeans favoritnya, mulai dari tidak mencuci sama sekali, memasukkannya ke freezer, bahkan membilasnya di kamar mandi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun menurut P&amp;G (Procter &amp; Gamble), banyak mitos seputar perawatan jeans justru tidak didukung oleh sains.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama puluhan tahun, tim ilmuwan P&amp;G Fabric Care meneliti serat kain, termasuk denim, untuk memahami cara terbaik menjaga kualitas, warna, dan kenyamanan pakaian. Hasilnya cukup jelas: merawat jeans tidak perlu rumit, asal dilakukan dengan cara yang tepat.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Perlukah Jeans Dicuci?<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut P&amp;G, jawabannya iya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski ada desainer yang menyarankan agar jeans tidak perlu dicuci demi menjaga warna, penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sehari-hari meninggalkan residu pada serat kain. Mulai dari sel kulit mati, keringat, minyak tubuh, hingga sisa makanan yang menempel dan bisa memicu bau tak sedap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mitos vs Fakta:<br \/>\nMenyimpan jeans di freezer memang sering dipercaya bisa menghilangkan bau. Namun menurut ilmuwan P&amp;G, cara ini hanya menghentikan sementara pembentukan bau\u2014bukan membersihkan atau menghilangkan sumbernya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Seberapa Sering Jeans Harus Dicuci?<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut panduan P&amp;G, frekuensi mencuci jeans sebaiknya disesuaikan dengan intensitas pemakaian:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Setelah satu kali pakai<br \/>\nJika jeans terkena noda jelas, keringat berlebih, atau dipakai di lingkungan yang kotor, sebaiknya langsung dicuci agar noda tidak menetap.<\/li>\n<li>Setelah beberapa kali pakai<br \/>\nIni adalah kondisi paling umum. Jika hanya dipakai beberapa jam tanpa noda atau bau menyengat, jeans masih aman dipakai ulang. Namun P&amp;G menyarankan tetap mencuci dalam rentang waktu satu minggu.<\/li>\n<li>Menunggu terlalu lama (hingga 10 kali pakai)<br \/>\nMeski sering dilakukan demi menjaga warna, penumpukan minyak dan keringat justru membuat bau lebih sulit dihilangkan.<\/li>\n<li>Tidak pernah dicuci<br \/>\nMenurut P&amp;G, ini bukan ide yang baik\u2014baik untuk jeans maupun orang di sekitarnya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Cara Mencuci Jeans Agar Tidak Melar atau Menyusut<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kunci perawatan denim menurut P&amp;G adalah air dingin dan produk yang tepat.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Gunakan air dingin &amp; siklus lembut<br \/>\nMencuci dengan air dingin tidak hanya membantu menjaga bentuk jeans, tetapi juga bisa mengurangi konsumsi energi hingga 90% dibanding air panas.<\/li>\n<li>Pilih deterjen yang efektif di air dingin<br \/>\nFormula deterjen modern dirancang untuk membersihkan secara maksimal meski pada suhu rendah, sekaligus menjaga warna dan struktur kain.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fakta penting:<br \/>\nMenurut P&amp;G, anggapan bahwa air panas selalu lebih bersih adalah mitos. Deterjen modern mampu memberikan hasil bersih optimal tanpa merusak warna kain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mencegah warna jeans menjadi cepat pudar maka P&amp;G merekomendasikan dua langkah sederhana: Cuci dengan air dingin untuk menjaga zat pewarna tetap stabil dan Bblik jeans sebelum dicuci agar gesekan langsung pada permukaan luar kain berkurang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah kecil ini terbukti membantu mempertahankan warna denim lebih lama.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Jeans Terasa Kaku Setelah Dicuci? Ini Solusinya<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jeans yang terasa kaku setelah dicuci adalah masalah umum. Menurut P&amp;G, penggunaan fabric enhancer membantu menjaga serat tetap lentur tanpa merusak struktur kain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mitos vs Fakta:<br \/>\nAda anggapan bahwa pelembut pakaian merusak jeans. Menurut ahli tekstil P&amp;G, justru sebaliknya\u2014dengan penggunaan yang tepat, pelembut membantu menjaga kenyamanan serat katun pada denim.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Cara Menghilangkan Noda pada Jeans<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut P&amp;G, kecepatan dan metode adalah kunci:<\/p>\n<ol>\n<li>Pre-treatment: Oleskan sedikit deterjen cair pada noda, gosok perlahan searah serat kain.<\/li>\n<li>Diamkan 5\u201310 menit agar formula bekerja.<\/li>\n<li>Cuci dengan air dingin menggunakan siklus lembut.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Metode ini efektif mengangkat noda tanpa merusak warna atau tekstur jeans.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut P&amp;G, mencuci jeans tidak harus menggunakan deterjen khusus. Yang terpenting adalah menggunakan deterjen berkualitas tinggi yang optimal di air dingin, sehingga kotoran terangkat tanpa membuat warna cepat pudar. Lalu bagaimana cara mengeringkannya? Anda dapat menggunakan cara diangin-anginkan untuk menjaga warna dan bentuk, meski kadang membuat kain terasa kaku. Atau Anda juga dapat menggunakan mesin pengering suhu rendah: Keringkan setengah jalan saja untuk mengurangi risiko menyusut.\u00a0Menurut P&amp;G, panas berlebih adalah musuh utama denim.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Inovasi Fabric Care P&amp;G: Perawatan Berbasis Sains<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut P&amp;G, merawat pakaian bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga memperpanjang usia pakaian, menghemat biaya, dan mengurangi limbah tekstil. Karena itu, riset fabric care mereka terus dikembangkan oleh ahli tekstil, kimia, dan keberlanjutan serat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhirnya, merawat jeans tidak perlu ekstrem. Dengan pendekatan berbasis sains dan kebiasaan mencuci yang tepat, denim favorit Anda bisa tetap nyaman, bersih, dan awet bertahun-tahun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight) Jeans bukan sekadar pakaian. Bagi banyak orang, denim adalah \u201ckulit kedua\u201d \u2014 setia dipakai ke kantor, nongkrong, hingga perjalanan jauh. Tak heran jika banyak orang rela melakukan cara-cara ekstrem demi merawat jeans favoritnya, mulai dari tidak mencuci sama sekali, memasukkannya ke freezer, bahkan membilasnya di kamar mandi. Namun menurut P&amp;G (Procter &amp; Gamble), banyak mitos seputar perawatan jeans justru tidak didukung oleh sains. Selama puluhan tahun, tim ilmuwan P&amp;G Fabric Care meneliti serat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":204215,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,1050],"tags":[12821],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/214355"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=214355"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/214355\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":214356,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/214355\/revisions\/214356"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204215"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=214355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=214355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=214355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}