{"id":212957,"date":"2025-12-03T10:29:03","date_gmt":"2025-12-03T03:29:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=212957"},"modified":"2025-12-03T10:29:03","modified_gmt":"2025-12-03T03:29:03","slug":"apple-mulai-mengakui-strategi-ai-nya-keliru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2025\/12\/03\/apple-mulai-mengakui-strategi-ai-nya-keliru\/","title":{"rendered":"Apple Mulai Mengakui Strategi AI-nya Keliru?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apple dikenal sebagai perusahaan yang jarang panik. Namun langkah terbarunya\u2014mengganti kepala divisi AI setelah setahun mempromosikan konsep \u201cpersonal intelligence\u201d\u2014menunjukkan bahwa raksasa teknologi ini sedang mengoreksi arah. Pada awal pekan ini, Apple mengumumkan bahwa John Giannandrea, tokoh yang memimpin strategi AI selama tujuh tahun, akan mundur dan digantikan Amar Subramanya, veteran dari Google dan Microsoft yang pernah memimpin engineering untuk Gemini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pergantian ini bukan sekadar rotasi biasa; ini adalah penulisan ulang buku strategi AI Apple oleh Tim Cook. Giannandrea akan mengambil peran penasihat sebelum pensiun pada 2026, sementara Subramanya kini mengemban tugas besar: membuktikan bahwa AI Apple yang selama ini \u201ctersembunyi\u201d bisa diterjemahkan menjadi nilai nyata bagi pengguna dan investor.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>AI Apple: Terlalu Senyap di Tengah Kebisingan Kompetitor<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara Microsoft membenamkan Copilot ke semua lini produk, Google mendongkrak Gemini, Meta mengandalkan rekomendasi AI, dan Samsung mendengungkan \u201cGalaxy AI,\u201d Apple terlihat tertinggal dalam narasi AI global. Perusahaan ini berpegang pada pendekatan <em>on-device<\/em> dan privasi tinggi\u2014strategi yang mulia, namun membuat AI Apple nyaris tak terlihat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tekanan eksternal pun datang bertubi-tubi. Investor\u2019s Business Daily menulis headline yang pedas: \u201cApple Stock Has A Problem. It\u2019s Apple AI.\u201d Analis pasar mempertanyakan relevansi model AI Apple yang dianggap lambat, kecil, dan kurang agresif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan Ives dari Wedbush, salah satu analis yang paling berpengaruh di Wall Street, bahkan menyebut strategi Apple sebagai \u201cinvisible AI\u201d\u2014 AI yang berjalan di atas 2,4 miliar perangkat iOS namun tidak menghasilkan narasi yang kuat. Ives memperkirakan bahwa bila Apple mampu memonetisasi AI secara efektif, nilai sahamnya bisa terdongkrak USD 75\u2013100 per lembar. Namun untuk saat ini, menurutnya, tidak ada \u201cAI premium\u201d dalam harga saham Apple.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ives juga menilai inovasi Apple Park dalam urusan AI \u201csangat mengecewakan.\u201d Langkah merekrut Subramanya disebut sebagai \u201creset besar-besaran,\u201d sebuah sinyal bahwa Apple siap bergerak lebih agresif setelah talenta AI-nya banyak dibajak oleh Meta, OpenAI, dan Anthropic selama setahun terakhir.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>Siri: Janji Besar yang Terus Mundur<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Titik paling kritis dari perdebatan ini ada pada Siri. Ketika Apple memperkenalkan Apple Intelligence pada 2024\u2014lapisan AI generatif untuk perangkat Apple\u2014Siri dijanjikan sebagai wajah baru teknologi tersebut. Namun peluncuran ulang Siri terus mundur hingga pertengahan 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di internal, proyek ini disebut mengalami keterlambatan yang \u201cugly\u201d\u2014dengan versi awal menjawab salah hingga sepertiga percobaan. Di eksternal, pengguna semakin lantang mengkritik Siri yang tertinggal dari kompetitor. Apple pada akhirnya memilih bekerja sama dengan Google, menggunakan versi khusus dari Gemini berparameter 1,2 triliun, dengan biaya sekitar USD 1 miliar per tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk perusahaan yang menjual \u201cmagis\u201d sebagai identitas, peluncuran AI yang nyaris tidak terasa ini menjadi tantangan reputasi yang nyata.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>Dinamika Baru: Peta Kekuasaan AI di Apple Berubah<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pergantian pucuk pimpinan ini juga merombak struktur internal Apple. Sebagian organisasi Giannandrea dipindahkan ke COO Sabih Khan dan Services Chief Eddy Cue. Sebelumnya, Cook bahkan memindahkan Mike Rockwell\u2014yang memimpin Vision Pro\u2014untuk memimpin transformasi Siri, menunjukkan bahwa Cook sudah lama tidak puas dengan kecepatan pengembangan AI di bawah Giannandrea.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kini Subramanya melapor langsung ke Craig Federighi, yang portofolio perangkat lunaknya terus membesar dan bahkan mulai disebut-sebut sebagai calon penerus Tim Cook. Mandatnya jelas: menjadikan AI Apple lebih \u201cintelligent, trusted, and profoundly personal\u201d\u2014dan, yang terpenting, terlihat.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa Artinya untuk Masa Depan Apple?<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Era Giannandrea dibangun di atas gagasan bahwa AI sebaiknya menjadi infrastruktur yang tidak mencolok. On-device models, Apple silicon, dan optimasi privasi menjadi inti desainnya. Semua pendekatan ini melahirkan Apple Intelligence yang elegan\u2014namun terlalu sunyi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kini, Subramanya ditugaskan melakukan hal yang berlawanan: membuat AI Apple lebih cepat, lebih gamblang, dan lebih kompetitif tanpa mengorbankan privasi\u2014jantung ideologi Apple.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Siri yang baru nanti tampil meyakinkan, langkah berani ini akan terlihat sebagai keputusan strategis yang tepat. Namun jika hasilnya hanya peningkatan kecil, kritik para analis mungkin terbukti benar: Apple masih belum menemukan arah strategis dalam era AI generatif\u2014bahkan ketika dunia sudah bergerak jauh lebih cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam dunia teknologi yang semakin mengandalkan kecepatan inovasi dan narasi publik, Apple berhadapan dengan tantangan yang tidak bisa lagi disembunyikan di balik desain canggih dan loyalitas ekosistem. Pergeseran kepemimpinan ini adalah pertaruhan besar\u2014dan hasilnya bisa mendefinisikan dekade berikutnya bagi perusahaan paling berharga di dunia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight) Apple dikenal sebagai perusahaan yang jarang panik. Namun langkah terbarunya\u2014mengganti kepala divisi AI setelah setahun mempromosikan konsep \u201cpersonal intelligence\u201d\u2014menunjukkan bahwa raksasa teknologi ini sedang mengoreksi arah. Pada awal pekan ini, Apple mengumumkan bahwa John Giannandrea, tokoh yang memimpin strategi AI selama tujuh tahun, akan mundur dan digantikan Amar Subramanya, veteran dari Google dan Microsoft yang pernah memimpin engineering untuk Gemini. Pergantian ini bukan sekadar rotasi biasa; ini adalah penulisan ulang buku strategi AI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":198408,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1050],"tags":[14,2357],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212957"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=212957"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212957\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":212958,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212957\/revisions\/212958"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/198408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=212957"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=212957"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=212957"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}