{"id":212338,"date":"2025-11-13T08:43:15","date_gmt":"2025-11-13T01:43:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=212338"},"modified":"2025-11-14T09:25:04","modified_gmt":"2025-11-14T02:25:04","slug":"mengembangkan-ekonomi-biru-dari-timur-indonesia-kolaborasi-mimika-dan-seychelles-untuk-ekowisata-mangrove-pomako","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2025\/11\/13\/mengembangkan-ekonomi-biru-dari-timur-indonesia-kolaborasi-mimika-dan-seychelles-untuk-ekowisata-mangrove-pomako\/","title":{"rendered":"Mengembangkan Ekonomi Biru dan Hijau dari Timur Indonesia: Kolaborasi Mimika dan Seychelles untuk Ekowisata Mangrove Pomako"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Economy)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kawasan ekowisata mangrove di Pomako, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat lokal. Potensi ini tidak hanya berasal dari kekayaan hayati seperti kepiting bakau, udang, dan ikan, tetapi juga dari peluang pengembangan wisata alam yang berkelanjutan. Melihat hal tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan pentingnya langkah konkret agar potensi ini benar-benar menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kunjungan lapangan ke kawasan mangrove Pomako pada Rabu, 12 November 2025, Bupati Rettob didampingi <em>Special Envoy of the President of Seychelles for ASEAN<\/em>, H.E. Nico Barito, untuk meninjau langsung potensi kawasan sekaligus membahas rencana kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Seychelles.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kerja sama tersebut diformalkan yang menandai kolaborasi kedua pihak dalam pengembangan kawasan mangrove Pomako berbasis konsep ekonomi biru (blue economy). Seychelles dikenal sebagai negara kepulauan yang sukses mengelola sumber daya lautnya secara berkelanjutan dan menjadi salah satu pionir ekonomi biru di dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk menjalankan kesepakatan ini, akan dibentuk tim kerja bersama antara Pemerintah Seychelles, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah,\u201d ujar Bupati Rettob. \u201cTim tersebut akan segera menyiapkan pilot project sebagai langkah awal implementasi di Mimika.\u201d<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Sinergi Ekonomi Hijau dan Biru<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kunjungannya, Nico Barito menekankan bahwa mangrove memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang besar. \u201cMangrove adalah <em>buffer zone<\/em> alami yang menahan ombak, mencegah erosi, dan menjaga biodiversitas. Namun lebih dari itu, mangrove juga memiliki nilai ekonomi yang nyata, termasuk nilai karbon yang bisa dikelola,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. \u201cAlam adalah aset. Sama seperti rumah atau tanah, <em>natural capital<\/em> seperti mangrove memiliki nilai yang bisa ditransformasi menjadi kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan benar,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari kerja sama yang lebih luas antara Pemerintah Seychelles dan DPD RI, terutama dalam mendorong dialog tentang ekonomi hijau dan biru di kawasan Indo-Pasifik. \u201cDi Mimika, kedua konsep ini bertemu. Di sini ada potensi hijau dari daratan dan potensi biru dari laut, yang jika dipadukan, dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan dari Timur Indonesia,\u201d ujar Nico Barito.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-212342 size-large\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-2-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"563\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-2-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-2-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-2-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-2-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-2-2048x1536.jpg 2048w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-2-750x563.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-2-1200x900.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<h3><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-212345\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-7.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"418\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-7.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-7-300x167.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Dari Potensi Lokal ke Daya Tarik Internasional<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah menjadikan kawasan mangrove Pomako sebagai contoh nyata integrasi antara konservasi dan produktivitas ekonomi. Bupati Mimika dan Dubes Seychelles juga meninjau area mangrove yang mengalami kerusakan akibat aktivitas ekonomi masyarakat seperti pembangunan tangkahan logistik di hulu sungai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPenting untuk membuka akses ekonomi tanpa merusak ekosistem. Untuk itu, masyarakat lokal harus dibekali pemahaman tentang manfaat dan nilai ekonomi mangrove,\u201d kata Bupati Rettob. Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola berbasis kearifan lokal dan pengelolaan berbasis tanah adat melalui sistem <em>cluster<\/em> dan <em>zoning<\/em>\u2014misalnya zona perikanan, zona wisata, dan zona konservasi burung\u2014agar pengembangan kawasan dapat terarah dan menarik investasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nico Barito menambahkan contoh inspiratif dari luar negeri. \u201cDi Hong Kong, desa nelayan tradisional Lyemun kini menjadi destinasi wisata terkenal. Orang datang ke sana hanya untuk menikmati kuliner laut segar langsung dari para nelayan. Konsep seperti ini bisa diterapkan di Pomako,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengusulkan revitalisasi Pulau Karaka yang terletak di tengah kawasan mangrove Pomako untuk dijadikan kampung nelayan modern dengan fasilitas yang layak dan berkelas internasional. \u201cDengan demikian, perusahaan besar seperti Freeport yang beroperasi di sekitar kawasan dapat melihat keberadaan komunitas ini sebagai mitra yang produktif, bukan sekadar tetangga,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-212343 size-large\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-5-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"563\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-5-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-5-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-5-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-5-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-5-2048x1536.jpg 2048w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-5-750x563.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Mimika-5-1200x900.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Menjaga Alam, Menggerakkan Ekonomi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baik Bupati Johannes Rettob maupun Dubes Nico Barito sepakat bahwa pembangunan kawasan mangrove Pomako harus mengedepankan keseimbangan antara ekologi, ekonomi, dan budaya lokal. Melalui pelatihan masyarakat, peningkatan kapasitas, dan pemanfaatan <em>nature capital<\/em> secara bijak, Mimika diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi biru berwawasan lokal bagi wilayah-wilayah pesisir Indonesia lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau pohon dibiarkan begitu saja, ia akan tua. Tapi kalau dikelola dan diremajakan, hutan mangrove akan menjadi segar dan produktif,\u201d tutup Nico Barito. Sebuah pesan sederhana, namun mencerminkan visi besar: membangun masa depan berkelanjutan yang berakar dari alam, budaya, dan kerja sama antarbangsa.<\/p>\n<p><iframe title=\"Mengembangkan Ekonomi Biru dan Hijau dari Timur Indonesia: Kolaborasi Mimika dan Seychelles\" width=\"750\" height=\"422\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/A1XWcjQIKec?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Economy) Kawasan ekowisata mangrove di Pomako, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat lokal. Potensi ini tidak hanya berasal dari kekayaan hayati seperti kepiting bakau, udang, dan ikan, tetapi juga dari peluang pengembangan wisata alam yang berkelanjutan. Melihat hal tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan pentingnya langkah konkret agar potensi ini benar-benar menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dalam kunjungan lapangan ke kawasan mangrove Pomako pada Rabu, 12 November 2025, Bupati Rettob [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":212339,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2512,2725],"tags":[12481,9187,12518,11584],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212338"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=212338"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":212379,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/212338\/revisions\/212379"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/212339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=212338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=212338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=212338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}