{"id":210647,"date":"2025-09-02T18:51:28","date_gmt":"2025-09-02T11:51:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=210647"},"modified":"2025-09-02T18:51:28","modified_gmt":"2025-09-02T11:51:28","slug":"rahasia-awet-muda-saatnya-jaga-kolagen-dari-usia-25","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2025\/09\/02\/rahasia-awet-muda-saatnya-jaga-kolagen-dari-usia-25\/","title":{"rendered":"Rahasia Awet Muda: Saatnya Jaga Kolagen dari Usia 25!"},"content":{"rendered":"<p>Kolagen adalah salah satu protein terpenting dalam tubuh manusia. Ia berperan menjaga elastisitas kulit, kekuatan rambut, kuku, hingga kesehatan sendi dan tulang. Sayangnya, seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dalam tubuh mulai menurun, dan inilah yang sering ditandai dengan munculnya keriput, kulit kendur, atau nyeri sendi.<\/p>\n<p><strong>Mulai Usia Berapa Kolagen Menurun?<\/strong><\/p>\n<p>Tubuh sebenarnya sudah memproduksi kolagen sejak bayi hingga dewasa. Namun, penurunan signifikan biasanya mulai terjadi di usia 25 tahun ke atas. Setiap tahun setelahnya, tubuh bisa kehilangan sekitar 1\u20131,5% cadangan kolagen. Di usia 40-an, tanda-tanda kekurangan kolagen semakin nyata: kulit menjadi lebih kering, garis halus muncul, serta persendian terasa lebih kaku.<\/p>\n<p>Itulah mengapa menjaga asupan nutrisi sejak usia muda sangat penting agar cadangan kolagen tetap terjaga.<\/p>\n<p><strong>Sumber Kolagen Alami dari Makanan<\/strong><\/p>\n<p>Banyak orang mengenal suplemen kolagen dalam bentuk bubuk, kapsul, atau minuman. Namun sebenarnya, tubuh juga bisa merangsang produksi kolagen melalui konsumsi makanan tertentu.<\/p>\n<p>Beberapa sumber alami yang bisa membantu:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Buah-buahan kaya vitamin C<\/strong><br \/>\nJeruk, kiwi, stroberi, jambu biji, dan pepaya membantu tubuh memproduksi kolagen, karena vitamin C berperan penting dalam pembentukan serat kolagen.<\/li>\n<li><strong>Sayuran hijau<\/strong><br \/>\nBayam, kale, dan brokoli mengandung klorofil serta antioksidan yang membantu melindungi kolagen dari kerusakan akibat radikal bebas.<\/li>\n<li><strong>Sumber protein hewani<\/strong><br \/>\nIkan, ayam, daging sapi, dan telur kaya akan asam amino (glisin, prolin, dan lisin) yang menjadi bahan baku kolagen.<\/li>\n<li><strong>Makanan tinggi tembaga dan seng<\/strong><br \/>\nKacang-kacangan, biji bunga matahari, dan seafood membantu enzim yang terlibat dalam produksi kolagen bekerja lebih optimal.<\/li>\n<li><strong>Kaldu tulang (bone broth)<\/strong><br \/>\nKaldu dari tulang sapi atau ayam yang direbus lama mengandung kolagen alami yang mudah diserap tubuh.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-210648 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot-2025-09-02-at-18.42.06-202x300.png\" alt=\"\" width=\"279\" height=\"414\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot-2025-09-02-at-18.42.06-202x300.png 202w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot-2025-09-02-at-18.42.06.png 556w\" sizes=\"(max-width: 279px) 100vw, 279px\" \/><\/strong><\/p>\n<p><strong>Tabel Sumber Kolagen Alami dan Manfaatnya<\/strong><\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<td><strong>Kategori Makanan<\/strong><\/td>\n<td><strong>Contoh<\/strong><\/td>\n<td><strong>Peran dalam Produksi Kolagen<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Buah kaya vitamin C<\/td>\n<td>Jeruk, jambu biji, kiwi, stroberi, pepaya<\/td>\n<td>Membantu enzim tubuh memproduksi serat kolagen<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Sayuran hijau<\/td>\n<td>Bayam, kale, brokoli<\/td>\n<td>Mengandung klorofil &amp; antioksidan untuk melindungi kolagen dari kerusakan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Protein hewani<\/td>\n<td>Daging ayam, sapi, ikan, telur<\/td>\n<td>Sumber asam amino (glisin, prolin, lisin) bahan baku kolagen<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kaldu tulang (bone broth)<\/td>\n<td>Rebusan tulang ayam atau sapi<\/td>\n<td>Mengandung kolagen siap serap yang langsung dimanfaatkan tubuh<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kacang &amp; biji-bijian<\/td>\n<td>Almond, biji bunga matahari, kacang mete<\/td>\n<td>Kaya mineral seng &amp; tembaga yang mendukung enzim pembentuk kolagen<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Seafood<\/td>\n<td>Udang, tiram, kepiting<\/td>\n<td>Tinggi tembaga &amp; seng untuk regenerasi jaringan kolagen<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Menjaga Kolagen dengan Gaya Hidup<\/strong><\/p>\n<p>Selain dari makanan, gaya hidup juga memengaruhi cadangan kolagen. Terlalu sering terpapar sinar matahari, merokok, kurang tidur, dan pola makan tinggi gula bisa mempercepat kerusakan kolagen.<\/p>\n<p>Mulai usia 25 tahun, tubuh sudah perlu perhatian ekstra untuk menjaga produksi kolagen. Untungnya, asupan makanan sehat\u2014buah kaya vitamin C, sayuran hijau, protein, dan kaldu tulang\u2014bisa menjadi cara alami untuk membantu tubuh tetap memproduksi kolagen. Jadi, sebelum keriput datang terlalu cepat, yuk rawat cadangan kolagen sejak sekarang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kolagen adalah salah satu protein terpenting dalam tubuh manusia. Ia berperan menjaga elastisitas kulit, kekuatan rambut, kuku, hingga kesehatan sendi dan tulang. Sayangnya, seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dalam tubuh mulai menurun, dan inilah yang sering ditandai dengan munculnya keriput, kulit kendur, atau nyeri sendi. Mulai Usia Berapa Kolagen Menurun? Tubuh sebenarnya sudah memproduksi kolagen sejak bayi hingga dewasa. Namun, penurunan signifikan biasanya mulai terjadi di usia 25 tahun ke atas. Setiap tahun setelahnya, tubuh bisa kehilangan sekitar 1\u20131,5% [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":206078,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,1055],"tags":[12262,12261,12260],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210647"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=210647"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210647\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":210649,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210647\/revisions\/210649"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/206078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=210647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=210647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=210647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}