{"id":2051,"date":"2013-02-15T09:48:23","date_gmt":"2013-02-15T02:48:23","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.vibiznews.com\/?p=2051"},"modified":"2014-03-08T11:03:48","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:48","slug":"repositioning-merek-fase-positioning-merek-sekarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/02\/15\/repositioning-merek-fase-positioning-merek-sekarang\/","title":{"rendered":"Repositioning Merek: Fase Positioning Merek Sekarang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing)- Tahap kedua dari brand repositioning berikut ini sudah mulai menilik seluk beluk dari brand, termasuk positioning, brand equity, drivernya, hingga melihat peluang yang potensial di depan. Perbedaan dari tahap pertama adalah, tahap kedua ini merupakan detail sementara tahap pertama hanya snapshot mengenai merek Anda saat ini.<\/p>\n<p><strong>Fase II: Bagaimana Positioning Merek Anda Sekarang?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fase kedua dari brand repositioning adalah memahami bagaimana yang dirasakan oleh konsumen mengenai perusahaan dan merek Anda. Anda tentunya membutuhkan sebuah insight yang jelas mengenai bagaimana gambaran merek Anda di mata konsumen sebelum melakukan repositioning.<\/p>\n<p><strong>Pertama, Anda membutuhkan beberapa parameter sebagai berikut:<\/strong><\/p>\n<p>\u2022 Identifikasi area kunci growth mulai dari merek Anda hingga pada industri.<\/p>\n<p>\u2022 Bandingkan positioning merek Anda dengan persaingan yang sekarang<\/p>\n<p>\u2022 Ukur equity dari merek Anda (brand equity)<\/p>\n<p>\u2022 Tentukan dimana saja Anda bisa mengandalkan brand equity yang Anda miliki<\/p>\n<p><strong>Kemudian tentukan tujuan, yang meliputi sebagai berikut:<\/strong><\/p>\n<p>\u2022 Memahami persepsi dan kebutuhan konsumen saat ini terhadap merek Anda<\/p>\n<p>\u2022 Menentukan seberapa jauh merek Anda bisa melangkah tanpa menghilangkan customer base yang sekarang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2022 Identifikasi bagaimana cara positioning yang bisa menarik konsumen baru yang berpeluang menjadi pembeli\/pengguna yang loyal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk melakukan brand repositioning, selanjutnya bentuk \u201cbrand equity group\u201d yang akan menanyakan langsung pada konsumen pertanyaan seperti \u201cMengapa memilih merek kami?\u201d dan \u201cApa yang menjadi elemen kunci pengambilan keputusan?\u201d Selain pertanyaan-pertanyaan tersebut, mereka juga akan berusaha memahami alasan pembelian, hierarki kebutuhan, pola penggunaan produk, hingga bagaimana kinerja produk Anda. Salah satu fungsi penting mereka adalah memahami lifestyle juga pola perilaku dari konsumen dan konsumen setia Anda untuk membentuk profil pelanggan yang lebih baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui proses ini Anda akan mengidentifikasi kebutuhan konsumen, baik yang terpenuhi maupun belum, baik dalam kategori maupun industri. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui level kepuasan konsumen terhadap produk Anda, serta menentukan driver dari brand equity. Intinya, proses ini akan memberi Anda gambaran mengenai bagaimana value produk Anda di mata konsumen. Sehingga, selanjutnya Anda akan punya gambaran kemana Anda akan membawa produk Anda di masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">(<span>Rinella Putri<\/span>\/AA\/TML)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Sales &amp; Marketing)- Tahap kedua dari brand repositioning berikut ini sudah mulai menilik seluk beluk dari brand, termasuk positioning, brand equity, drivernya, hingga melihat peluang yang potensial di depan. Perbedaan dari tahap pertama adalah, tahap kedua ini merupakan detail sementara tahap pertama hanya snapshot mengenai merek Anda saat ini. Fase II: Bagaimana Positioning Merek Anda Sekarang? Fase kedua dari brand repositioning adalah memahami bagaimana yang dirasakan oleh konsumen mengenai perusahaan dan merek Anda. Anda tentunya membutuhkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3356,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2051"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2051"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2051\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27355,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2051\/revisions\/27355"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2051"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2051"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2051"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}