{"id":20212,"date":"2013-11-22T08:45:15","date_gmt":"2013-11-22T01:45:15","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=20212"},"modified":"2014-03-10T08:03:07","modified_gmt":"2014-03-10T01:03:07","slug":"pop-culture-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/11\/22\/pop-culture-marketing\/","title":{"rendered":"Pop Culture Marketing"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: justify;\">Pop Culture Marketing<\/h1>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><em>&#8211; Understanding and utilizing trendsetter culture<\/em><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Marketing) &#8211; <em>Pop culture<\/em> merupakan\u00a0 gaya, <em>style,<\/em> ide, perspektif, dan sikap yang benar-benar berbeda dengan budaya arus utama <em>&#8216;mainstream&#8217;<\/em>, khususnya\u00a0 budaya Barat. Pop culture mulai dikenal pada\u00a0 awal abad ke 20.\u00a0 Dengan pengaruh besar dari media massa, maka <em>pop culture<\/em> ini\u00a0 sanggup\u00a0 menembus kehidupan sehari-hari masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pop culture<\/em> dalam marketing merupakan sebuah strategi yang\u00a0 ampuh\u00a0 untuk menarik perhatian dari pelanggan secara luas.\u00a0 Pada masa ini tidak ada yang lebih menarik bagi pelanggan\u00a0 Anda daripada melihat bintang pujaannya yang pada umumnya adalah selebriti \/<em> public figure<\/em>. Mereka melihat bintang pujaannya melalui\u00a0 TV, <em>newspaper,<\/em>\u00a0 sosial media maupun internet.\u00a0\u00a0 Semakin banyak <em>pop culture<\/em> yang\u00a0 kita temui dimasa ini dibandingkan pada waktu-waktu yang lalu.\u00a0 Karena itu\u00a0 maka banyak\u00a0 Brand\/ Merek yang\u00a0 memanfaatkan para selebriti untuk mempromosikan produk dan layanan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Pop Culture is Market Driven<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kenyataannya\u00a0 budaya pop atau <em>pop culture<\/em> menyetir market yang ada pada masa ini. Dimana ada\u00a0 kumpulan manusia, disitu ada\u00a0 <em>pop culture<\/em> atau budaya pop. Hal ini tidak bisa dipungkiri. Meskipun di setiap tempat ada aspek-aspek yang\u00a0 unik tetapi\u00a0 budaya populer telah memfasilitasi pertumbuhan budaya global dan dapat menyentuh hampir semua kalangan masyarakat, sekolah, dan institusi sosial.\u00a0 Dengan adanya dorongan\u00a0 pasar\u00a0 yang demikian besar maka\u00a0 budaya pop\u00a0 menarik perhatian.\u00a0 <em>Pop culture<\/em> sebagai satu strategy dalam pemasaran saat ini banyak digunakan oleh para pengusaha untuk mempromosikan Brand\u00a0 mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Target Market<\/em>\u00a0 Yang Potensial<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti pada masa ini\u00a0 munculnya MTV dan Internet hal ini\u00a0 sangat mempengaruhi\u00a0 budaya kaum muda di seluruh dunia.\u00a0\u00a0 Anak-anak maupun kaum muda merupakan target market yang sangat potensial di dunia ini.\u00a0 Sehingga segmen anak-anak dan anak muda merupakan sasaran \/ incaran dari semua pengusaha sebab segmen anak-anak dan remaja merupakan segmen pasar yang paling agresif. Segmen ini\u00a0 memiliki lebih banyak pendapatan dan pengaruh pembelian daripada kelompok usia lainnya.\u00a0 Untuk menarik mereka maka\u00a0 para pengusaha\u00a0 menggunakan startegy pop culture. Semua itu dilakukan\u00a0 sebagai\u00a0 upaya untuk mempengaruhi nilai-nilai,\u00a0 sikap, dan perilaku mereka dalam\u00a0 mengembangkan loyalitas\u00a0 Brand.\u00a0 Para pengusaha\u00a0 menggunakan riset pasar untuk lebih memahami anak-anak dan kaum\u00a0 muda, sebab segmen ini\u00a0 merupakan segmen yang paling mudah dipengaruhi dibandingkan dengan segmen lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Selalu Tampil\u00a0 <em>Up Date<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam upayanya untuk\u00a0 mempertahankan perhatian segmen anak-anak dan kaum muda, maka\u00a0 pop culture\u00a0 harus selalu tampil up date.\u00a0 Segala sesuatu yang baru dan menarik pada hari ini baik itu gaya, musik, ide, ikon\u00a0 akan menjadi tidak up date\u00a0\u00a0 esok harinya.\u00a0 Pasar anak-anak dan anak muda dikondisikan untuk mencari segala yang baru dan\u00a0 segar.\u00a0 Untuk itu para pengusaha harus bisa mengidentifikasi\u00a0 nuansa\u00a0 dari budaya populer \/ pop culture\u00a0 yang unik untuk market \/ pasar\u00a0 mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Pop Culture<\/em> Dalam Dunia <em>Fashion<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti kita ketahui\u00a0 Paris\u00a0 yang dikenal sebagai pusat Mode dunia dimana designer dari seluruh dunia mencari acuan untuk\u00a0 mode-mode\u00a0 terbaru\u00a0 dari kota Paris. Desainer-desainer\u00a0 top dunia\u00a0 telah sejak lama menemukan inspirasi dalam segala hal, mulai\u00a0 dari tas, pakaian, parfume, asesorie, jam tangan\u00a0 dll yang biasanya dipakai oleh kalangan atas di daerah perkotaan. \u00a0 Lebih mengagumkan lagi dimana para selebriti ataupun bintang Hollywood\u00a0 juga ikut menggunakan produk-produk dari Paris ini dan dampaknya sangat luarbiasa dimana para penggemarnya juga ingin mengikuti penampilan dari bintang pujaan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kita dapat melihat contoh Pop culture dalam dunia fashio<\/strong>n :<br \/>\n&#8211; Tahun 1950 : kaum muda menggandrungi jacket dan dasi dimana mereka melihat\u00a0 artis pujaan mereka menggunakannya yaitu James Dean dan rock star Elvis Presley.<br \/>\n&#8211; Tahun 1960 : <em>hippie movement<\/em> yang menginspirasikan anak-anak muda memiliki rambut panjang,\u00a0 celana dan jaket jeans,\u00a0 pernak-pernik, gelang tangan, dll<br \/>\n&#8211; Tahun 1970\u00a0 bintang TV\u00a0 Charlie&#8217;s Angels\u00a0 Farrah Fawcett menciptakan satu model rambut yang disukai oleh anak-anak muda di masa itu yang dikenal sebagai &#8220;Farrah hair&#8221;.<br \/>\n&#8211; Tahun 1980 :\u00a0 MTV meluncurkan \/ launching\u00a0 pop star baru yaitu Madonna dimana Madonna pada dekade itu menjadi <em>fashion trendsetter<\/em><br \/>\n&#8211; Tahun 2000 :\u00a0 segala mode yang lama, kuno atau old fashion menjadi baru lagi di tahun 2000 dimana Zooey Dechanel mempopulerkan gaya classic dari tahun 1960 dan 1980an<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Pop culture<\/em> dari industri mobil mewah<em> Rolls Royce<\/em><\/strong><br \/>\nRolls Royce sering dipakai sebagai satu simbol pop culture dari kelompok <em>high class,<\/em> seperti :<br \/>\n&#8211; Di tahun 1931 artis terkenal Charlie Chaplin dalam filmnya City Lights terlihat mengemudi mobil Rolls Royce<br \/>\n&#8211; Sebuah group musik Scorpion menuliskan lirik lagunya, &#8216;Show me the white Rolls Royce in the rain&#8221;<br \/>\n&#8211; John Lennon membeli Phantom V berwarna hitam mengkilat pada tahun 1965, karena bosan maka dia merubah cat mobilnya dengan lukisan-lukisan<br \/>\n&#8211; Jay-Z seorang pop-superstar memberikan hadiah Rolls Royce seharga $1 milion kepada kekasihnya, Beyonce di ulang tahunnya ke 25<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sini kita dapat melihat bahwa untuk meraih pasar yang luas dan mendunia maka tidak ada yang lebih ampuh dibandingkan dengan <em>popular culture marketing.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Debbie Kusuma\/IC\/BL)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Debbie Kusuma : Praktisi Marketing dan Kontributor Folder Marketing di Businesslounge<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pop Culture Marketing &#8211; Understanding and utilizing trendsetter culture (Business Lounge &#8211; Marketing) &#8211; Pop culture merupakan\u00a0 gaya, style, ide, perspektif, dan sikap yang benar-benar berbeda dengan budaya arus utama &#8216;mainstream&#8217;, khususnya\u00a0 budaya Barat. Pop culture mulai dikenal pada\u00a0 awal abad ke 20.\u00a0 Dengan pengaruh besar dari media massa, maka pop culture ini\u00a0 sanggup\u00a0 menembus kehidupan sehari-hari masyarakat. Pop culture dalam marketing merupakan sebuah strategi yang\u00a0 ampuh\u00a0 untuk menarik perhatian dari pelanggan secara luas.\u00a0 Pada masa ini tidak ada yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":24990,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20212"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20212"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29109,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20212\/revisions\/29109"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}