{"id":200164,"date":"2024-06-22T16:37:27","date_gmt":"2024-06-22T09:37:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=200164"},"modified":"2024-06-24T08:29:54","modified_gmt":"2024-06-24T01:29:54","slug":"yuk-mengenal-sedentary-lifestyle-dan-dampaknya-bagi-tubuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2024\/06\/22\/yuk-mengenal-sedentary-lifestyle-dan-dampaknya-bagi-tubuh\/","title":{"rendered":"Yuk, Mengenal Sedentary Lifestyle dan Dampaknya Bagi Tubuh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">(Business Lounge Journal &#8211; Lifestyle) Apakah anda pernah mendengar istilah kaum rebahan? Dalam dunia medis kaum rebahan mempunyai gaya hidup yang dikenal dengan sebutan \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sedentary lifestyle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sedentary Lifestyle <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan gaya hidup pada seseorang yang cenderung malas untuk melakukan aktivitas fisik atau menggerakan tubuhnya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendefinisikan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sedentary lifestyle <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai gaya hidup yang mengacu pada segala jenis aktivitas yang dilakukan di luar waktu tidur dengan karakteristik keluaran kalori yang sangat sedikit yaitu kurang dari 1,5 METs.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa saja contoh dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sedentary lifestyle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Duduk depan laptop atau komputer dalam waktu yang lama, bermain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">handphone <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seharian, berbaring, duduk, membaca, menonton TV dalam waktu yang lama. Gaya hidup demikian memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh, karena pola gaya hidup sedentari ini merupakan pola hidup yang tidak sehat ketika seseorang cenderung malas untuk bergerak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sedentary lifestyle <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki 3 klasifikasi yang didasarkan dalam durasi waktu, yaitu :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Level rendah, dalam durasi kurang dari 2 jam;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Level menengah, dalam durasi 2-5 jam;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Level tinggi, dalam durasi lebih dari 5 jam.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun dampak buruk dari gaya hidup sedentari, antara lain : obesitas, diabetes, kanker, penyakit jantung, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mental health disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, bahkan dengan adanya kegiatan menonton dan scrolling ponsel tanpa batas waktu dapat mengakibatkan diskoneksi dengan orang lain.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan Risiko Obesitas<br \/>\n<\/span>Kurangnya bergerak dan beraktivitas dapat mengakibatkan tubuh tidak mengolah makanan degan sempurna untuk dapat dijadikan sebagai energi.Dengan demikian, maka tubuh akan menyimpan energi dalam bentuk lemak pada tubuh. Apabila berlangsung dalam kurun waktu yang lama, tubuh akan mengalami obesitas karena adanya penumpukan lemak.<\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan Risiko Diabetes<br \/>\n<\/span>Apabila terbiasa mengonsumsi makanan dan minuman yang manis serta tinggi kalori, namun tubuh tidak bergerak dan tidak melakukan aktivitas fisik.Hal ini masih berkaitan dengan obesitas yang juga menjadi dampak buruk dari gaya hidup sedentari.<br \/>\nLemak yang menumpuk dalam tubuh dapat memicu terjadinya resistensi insulin. Padahal, insulin adalah hormon yang memiliki peran penting dalam mengolah gula pada tubuh.<\/li>\n<li>Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung<br \/>\nKurangnya bergerak dan beraktivitas dapat membuat lemak atau kolesterol menumpuk pada pembuluh darah arteri. Hal ini akan mengakibatkan jantung jadi tidak dapat bekerja secara optimal dan memicu terjadinya penyakit yang serius seperti : Jantung koroner, serangan jantung, dan sebagainya.<\/li>\n<li>Memicu Terjadinya <i>Mental Health Disorder<br \/>\n<\/i>Ketika seseorang kurang melakukan aktivitas dan hanya berdiam diri saja di rumah, maka perasaan stress, tertekan, dan jenuh dapay memicu seseorang mengalami <i>anxiety disorder <\/i>(gangguan cemas) hingga depresi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila sudah berada dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sedentary lifestyle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maka untuk mengatasinya harus dimulai dari diri sendiri. Karena perlu melawan rasa malas untuk menggerakan tubuh. Berikut ini ada beberapa tips untuk mengatasi gaya hidup sedentari :\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Berolahraga<br \/>\n<\/span>Tingkatkan aktivitas fisik, bisa dilakukan dengan berlari, <i>jogging<\/i>, bersepeda dalam durasi 150 menit seminggu sesuai anjuran WHO.&nbsp;<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengurangi waktu sedentari<br \/>\n<\/span>Bisa melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan ketika istirahat makan siang, memasang pengingat untuk bergerak setiap 30 menit ketika sedang bekerja didepan komputer atau laptop, banyak mengerjakan pekerjaan rumah, perbanyak aktivitas bergerak.Apabila gaya hidup sedentari diakibatkan karena pekerjaan yang mengharuskan untuk duduk di depan komputer atau laptop selama berjam-jam, maka luangkanlah waktu sejenak untuk meregangkan tubuh selama 30 menit sekali. Lakukanlah dengan gerakan kecil saat sedang istirahat, seperti jalan ke toilet atau menaiki dan menuruni tangga kantor.<\/p>\n<p>Buatlah jadwal olahraga rutin dalam setiap minggunya dan mengonsumsi makanan sehat setiap harinya. Dengan begitu, maka dampak dari <i>sedentary lifestyle <\/i>dapat dicegah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki gaya hidup yang lebih baik perlu adanya komitmen, managemen waktu, kontrol diri yang baik, dan semangat beraktivitas atau olahraga untuk kesehatan fisik dan mental.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Lifestyle) Apakah anda pernah mendengar istilah kaum rebahan? Dalam dunia medis kaum rebahan mempunyai gaya hidup yang dikenal dengan sebutan \u201csedentary lifestyle\u201d. &nbsp; Sedentary Lifestyle merupakan gaya hidup pada seseorang yang cenderung malas untuk melakukan aktivitas fisik atau menggerakan tubuhnya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendefinisikan bahwa sedentary lifestyle sebagai gaya hidup yang mengacu pada segala jenis aktivitas yang dilakukan di luar waktu tidur dengan karakteristik keluaran kalori yang sangat sedikit yaitu kurang dari 1,5 METs. Lalu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101054,"featured_media":200165,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1050],"tags":[9802,1427,9803],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200164"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101054"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200164"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200164\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200167,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200164\/revisions\/200167"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}