{"id":197935,"date":"2024-02-02T10:47:11","date_gmt":"2024-02-02T03:47:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=197935"},"modified":"2024-02-02T10:49:48","modified_gmt":"2024-02-02T03:49:48","slug":"humoris-disaat-wawancara-boleh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2024\/02\/02\/humoris-disaat-wawancara-boleh\/","title":{"rendered":"Humoris Disaat Wawancara, Boleh ?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masih berada di awal tahun 2024 ini, bagi Anda yang masih berupaya untuk mencari pekerjaan di dunia yang penuh dengan persaingan ketat, tentunya harus terus mengerjakannya dengan penuh semangat. Sebab\u00a0akan tiba waktunya ketika panggilan kerja datang, Anda diundang untuk tahap wawancara, maka Anda harus memiliki persiapan yang baik. Penting untuk memiliki persiapan agar Anda tidak kalah bersaing terutama dengan mereka yang memliki kemampuan <em>public speaking.\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Interview<\/em> menjadi salah satu tahap penting yang perlu diperhatikan baik-baik saat melamar kerja. Bagi beberapa orang maka tahapan ini sering kali akan membuat jantung mereka berdetak seperti <em>jet coaster<\/em> karena cukup mendebarkan. Bukan hanya terjadi bagi mereka yang <em>fresh graduate, <\/em>namun mereka yang sudah berpengalaman pun dapat mengalaminya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk itu jangan <em>down<\/em> dulu, sebuah studi baru menemukan cara atau tips supaya lolos dalam <em>interview<\/em> kerja yang bisa Anda coba ya. Tidak sulit hanya dengan cara sederhana saja, cukup menampilkan apa yang menjadi keahlian Anda tanpa terdengar seperti orang sombong. Nahhh.. bagaimana caranya? Yuksss kita cek sama sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang sudah dipublikasikan melalui riset di <em>Personality and Social Psychology Bulletin,<\/em> apa yang disebut dengan Humorbragging\u00a0ini merupakan cara yang manjur yang dapat Anda coba untuk memenangkan hati si<em>-interviewer. Simple<\/em> tapi penting karena mencoba membubuhkan sedikit rasa humor pada presentasi diri Anda. Hal ini diharapkan akan menghilangkan rasa kaku disaat wawancara berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jieun Pai, penulis utama studi dan asisten profesor dari Business School di Imperial College London, Inggris (dikutip dari <em>IFLScience<\/em>) megatakan, \u201cKami menyadari bahwa terkadang kita bisa juga memakai cara humor untuk dapat mengatasi kecanggungan. Sebab humor ini dapat berpotensi sebagai cara untuk dapat mengatasi <em>problem<\/em> dalam memberikan keseimbangan untuk menampilkan potensi namun tetap tampil menarik dan menyenangkan.&#8221;<\/p>\n<p>Dalam riset tersebut, maka ada beberapa hal yang menjadi fokus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Investigasi. Tim dengan sengaja membuat dua buah jenis <em>resume<\/em> atau CV. Jenis pertama adalah resume yang mengandung beberapa humor, lalu CV lainnya dibuat dengan intonasi yang lebih lugas. Lalu kedua CV tersebut\u00a0dikirim ke 345 perusahaan. Selanjutnya, peneliti melakukan pengukuran terhadap tingkat minat perusahaan terhadap kandidat melalui kunjungan situs web dan kontak dari perekrut. Hasilnya, <em>resume<\/em> yang dibuat dengan menampilkan humor ternyata mendapatkan tanggapan tiga kali lebih banyak ketimbang CV yang terlihat biasa saja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa humor mungkin bisa menjadi salah satu cara paling efektif untuk dapat menarik perhatian perusahaan di dunia kerja yang ketat ini.<\/p>\n<p><em>Interview<\/em> kerja. Dalam sebuah permainan peran, seorang relawan melakukan aksinya untuk berpura-pura menjadi manajer restoran yang akan mempekerjakan seorang koki <em>pastry. <\/em>\u00a0Mereka diberikan dua transkrip untuk dinilai saat melakukan wawancara. Dua transkrip tersebut memiliki perbedaan. Transkrip pertama memiliki komentar lucu, dan lainnya berisi cerita singkat sederhana dari pengalaman kerjanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pencari kerja yang mempresentasikan dirinya dengan sedikit humor justru dianggap lebih kompeten dan lebih hangat. Sang <em>interviewer <\/em>pun rasanya ingin lebih menawarkan pekerjaan pada orang tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun demikian hasil riset ini tidak dapat digeralisir. Pada kenyataannya jika tidak dapat melucu dengan <em>elegant, <\/em>hanya akan menciptakan suasana &#8220;garing&#8221;. Semua harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Akan tetapi satu poin lelucon saja berhasil Anda lakukan, itu sudah bisa memberi keunggulan saat <em>interview<\/em> dilakukan.<\/p>\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-hglo4q-0 ejoxAk\" data-key=\"65b3896eeeef7c0013b54f29-38-33\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-b0snvl-0 eBqMbV track_paragraph mt15 mb15\" data-key=\"65b3896eeeef7c0013b54f29-38-33\"><span style=\"text-align: justify;\">Jieun Pai pun menyampaikan kepada <\/span><em style=\"text-align: justify;\">PsyPost\u00a0<\/em><span style=\"text-align: justify;\">bahwa hal <\/span><span style=\"text-align: justify;\">yang paling mengejutkan adalah bahwa ternyata dampak penting dari sebuah humor dapat meningkatkan kualitas diri terhadap hasilnya<\/span><em style=\"text-align: justify;\">.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari riset studi <em>humorbragging<\/em> ini maka tampak bahwa humor dapat menjadi seperti sebuah formula &#8220;ajaib&#8221; yang dapat dilakukan saat ingin mempresentasikan kemampuan diri kita pribadi dalam wawancara kerja. Tetapi hal ini dikatakan oleh peneliti masih memiliki beberapa keterbatasan dan pertimbangan lainnya.<\/p>\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-hglo4q-0 ejoxAk\" data-key=\"65b3896eeeef7c0013b54f29-38-49\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-b0snvl-0 eBqMbV track_paragraph mt15 mb15\" data-key=\"65b3896eeeef7c0013b54f29-38-49\">\n<div class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-1noultz-0 REikg\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify;\">Untuk hal ini artinya, humor tetap harus di sesuaikan dengan situasi dan kondisi yang memungkinkan. Karena hal ini juga banyak dilihat dari sudut pandang budaya dan sosial yang perlu di perhatikan. Intinya belum tentu semua orang memiliki rasa selera humor yang sama dengan kita.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify;\">Semua hal ini dapat dilakukan tentu tidak untuk setiap saat, karena bisa juga menimbulkan kesalahpahaman, sehinga semua bisa di pertimbangkan untuk dilakukan sesuai dengan kebutuhan.<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selamat mencoba semua\u2026<\/p>\n<p><em>Photo by Resume Genius<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources) Masih berada di awal tahun 2024 ini, bagi Anda yang masih berupaya untuk mencari pekerjaan di dunia yang penuh dengan persaingan ketat, tentunya harus terus mengerjakannya dengan penuh semangat. Sebab\u00a0akan tiba waktunya ketika panggilan kerja datang, Anda diundang untuk tahap wawancara, maka Anda harus memiliki persiapan yang baik. Penting untuk memiliki persiapan agar Anda tidak kalah bersaing terutama dengan mereka yang memliki kemampuan public speaking.\u00a0 Interview menjadi salah satu tahap penting yang perlu diperhatikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101047,"featured_media":197936,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,4],"tags":[3722,9529],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197935"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101047"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197935"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197935\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197940,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197935\/revisions\/197940"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197936"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}