{"id":197063,"date":"2023-11-23T12:10:08","date_gmt":"2023-11-23T05:10:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=197063"},"modified":"2023-11-27T13:22:55","modified_gmt":"2023-11-27T06:22:55","slug":"strategi-mempersiapkan-kesuksesan-ecommerce-bisnis-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2023\/11\/23\/strategi-mempersiapkan-kesuksesan-ecommerce-bisnis-anda\/","title":{"rendered":"Strategi Mempersiapkan Kesuksesan Ecommerce Bisnis Anda (1)"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Marketing)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika bisnis Anda mulai memasuki dunia ecommerce, maka wajah toko online Anda pun harus mengalami perubahan. Saat Anda membuat, meningkatkan, atau memperluas penjualan Anda secara digital, maka struktur organisasi bisnis Anda pun harus ikut berubah (itulah sebabnya digunakan istilah \u201ctransformasi digital\u201d).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun semua perubahan tersebut pastilah akan membuahkan hasil \u2014 dalam bentuk peningkatan efisiensi operasional, waktu pemasaran yang lebih cepat, dan kemampuan untuk memenuhi harapan pelanggan. Faktanya, perusahaan-perusahaan yang sudah matang secara digital mempunyai kemungkinan tiga kali lebih besar untuk melaporkan pertumbuhan pendapatan bersih tahunan dan margin laba bersih yang jauh di atas rata-rata industri mereka.<\/p>\n<p>Berikut beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk meningkatkan ecoomerce Anda.<\/p>\n<h2>Langkah 1: Lakukanlah penilaian bagaimana bisnis Anda beroperasi<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap <em>brand<\/em> itu unik \u2014 jadi masing-masing <em>brand<\/em> akan memiliki cara berbeda ketika menerapkan bisnis ecommerce-nya. Perusahaan rintisan ecommerce yang lebih kecil mungkin memiliki satu tim yang menentukan pedoman wajah ecommerce mereka, sementara perusahaan besar mungkin menerapkan inisiatif perdagangan yang terlihat dan terasa sangat berbeda tergantung pada geografi atau lini bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat mengevaluasi kesuksesan ecommerce organisasi Anda, sebaiknya melihat langkah ke belakang terlebih dahulu dan lihatlah bagaimana struktur bisnis Anda saat ini \u2014 dan bagaimana Anda membayangkan strukturnya di masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama, pertimbangkan berapa banyak <em>brand<\/em> yang Anda miliki dan apakah Anda beroperasi di beberapa wilayah yang berbeda secara geografis. Penting juga untuk mengidentifikasi strategi pertumbuhan Anda (misalnya secara internasional) dan tujuan jangka panjang spesifik apa pun yang harus dimasukkan ke dalam <em>roadmap<\/em> Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertimbangan ini akan membantu Anda menentukan model organisasi mana yang paling sesuai untuk bisnis Anda. Pilihlah salah satu kategori di bawah yang paling menggambarkan bisnis Anda saat ini (atau apa yang Anda inginkan di masa depan) untuk mengeksplorasi berbagai pertimbangan saat Anda mengatur tim untuk meraih kesuksesan:<\/p>\n<h2 id=\"centralized-model\" class=\" avantgarde-lgr text-stratus text-left avant-garde-demi col-lg-12 margin-20-top-lg margin-20-bottom-lg margin-10-left-lg \"><em><span class=\" header-text \">Centralized model<\/span><\/em><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Model ini merupakan <em>single brand<\/em> dengan minimal eksistensi atau bahkan tidak sama sekali eksis secara global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Model ini paling baik diterapkan dengan satu tim khusus yang mengoordinasikan semua aktivitas digital \u2014 seperti <em>merchandising<\/em>, <em>marketing<\/em>, SEO, analitik, dan pengembangan \u2014 di seluruh unit bisnis. Sebagian besar bisnis ecommerce kecil menerapkan model ini. Misalnya, perusahaan rintisan dengan <em>brand<\/em> tunggal yang langsung ke konsumen (D2C) &#8211; dapat menerapkan <em>centralized model<\/em> untuk meluncurkan e-commerce dengan mudah di awal kematangan digital mereka.<br \/>\nKelebihan dan kekurangan <em>centralized model<\/em>:<br \/>\n+ Tim tunggal dan fokus dengan visi yang jelas<br \/>\n&#8211;\u00a0 Sulit untuk diukur jika dan ketika Anda memperluas ke wilayah baru atau menambahkan brand baru<\/p>\n<h2><em>Distributed model<\/em><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Model ini merupakan model dengan <em>single brand<\/em> yang hadir dengan kuat secara global atau <em>multiple brand<\/em> yang secara otonom bekerja secara mandiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk bisnis dengan banyak <em>brand<\/em>, maka setiap unit bisnis biasanya memimpin strategi digitalnya sendiri dan hanya bertanggung jawab atas inisiatifnya sendiri. Misalnya sebuah perusahaan induk besar dengan beberapa merek berbeda dalam satu portofolio. Dengan <em>distributed model<\/em>, setiap <em>brand<\/em> dapat beroperasi secara independen dan setiap situs dapat dikelola secara terpisah \u2014 tanpa memerlukan konsistensi dalam hal desain UX, fitur dan fungsionalitas, serta integrasi. Untuk satu <em>brand<\/em> yang beroperasi di beberapa wilayah geografis dengan <em>distributed model<\/em>, maka tim di setiap wilayah dapat bertindak secara independen untuk menciptakan pengalaman perdagangan yang unik dan terlokalisasi.<\/p>\n<p>Kelebihan dan kekurangan <em>distributed model<\/em>:<br \/>\n+ Menawarkan kebebasan untuk bisnis dengan beragam <em>brand<\/em> dan wilayah geografi<br \/>\n&#8211;\u00a0 Adanya kemungkinan menemukan kesulitan bagi <em>brand <\/em>yang menginginkan strategi kohesif di seluruh unit bisnis<\/p>\n<h2 id=\"center-of-excellence\" class=\" avantgarde-lgr text-stratus text-left avant-garde-demi col-lg-12 margin-20-top-lg margin-20-bottom-lg margin-10-left-lg \"><em><span class=\" header-text \">Center of excellence<\/span><\/em><\/h2>\n<p>Ini adalah model <em>multiple brands<\/em> dengan sedikit eksistensi secara global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Center of excellence<\/em> biasanya memiliki tim inti yang terdiri dari spesialis digital yang menguji, menerapkan, dan mengelola teknologi \u2014 dengan <em>marketing<\/em> sebagai prioritas utama. Fokus utama tim ini adalah membuat pedoman dan praktik terbaik untuk seluruh lini bisnis dalam organisasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan memanfaatkan digital untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.<\/p>\n<p>Kelebihan dan kekurangan <em>center of excellence model<\/em>:<br \/>\n+ Menawarkan kesinambungan untuk beragam <em>brand<\/em> dan geografi<br \/>\n&#8211; Mengamanatkan kohesi antar unit bisnis, yang dapat menghambat otonomi <em>brand<\/em><\/p>\n<h2 id=\"hybrid-model\" class=\" avantgarde-lgr text-stratus text-left avant-garde-demi col-lg-12 margin-20-top-lg margin-20-bottom-lg margin-10-left-lg \"><em><span class=\" header-text \">Hybrid model<\/span><\/em><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hybrid model<\/em> mengambil otonomi <em>brand<\/em> dari <em>distributed model<\/em> dan dikombinasikan dengan pengawasan dan panduan umum dari <em>center of excellence<\/em>. Hal ini menciptakan struktur organisasi yang memungkinkan <em>brands<\/em> tertentu mendapatkan pengalaman unik dan eksklusif sambil tetap mengikuti praktik terbaik yang ditetapkan oleh tim ahli terpusat.<\/p>\n<p>Kelebihan dan kekurangan <em>hybrid model<\/em>:<br \/>\n+ <em>Brand<\/em> mempunyai panduan strategis namun tetap mampu mempertahankan otonominya<br \/>\n&#8211; Adanya potensi friksi dan biaya <em>overhead<\/em> yang mahal jika <em>brand<\/em> tidak menerapkan rekomendasi<\/p>\n<h2>Langkah 2: Tentukan strategi <em>roadmap<\/em> Anda<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa pun model organisasi yang paling sesuai dengan bisnis Anda, <em>roadmap<\/em> ecommerce yang kuat dan terperinci akan membantu Anda untuk berada pada jalur dan perencanaan menuju kesuksesan. Untuk mencapainya, tentukanlah fitur dan kemampuan apa yang harus dimiliki untuk produk minimum yang layak, lalu putuskan di mana sumber daya Anda akan diinvestasikan seiring berjalannya waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulailah dengan tujuan Anda secara menyeluruh \u2014 tentukan detail inisiatif pertumbuhan perdagangan Anda dan tentukan ukuran keberhasilan Anda. Apakah Anda baru memulai perjalanan DTC (Direct to Consumer) dan ingin meluncurkan situs web, atau apakah Anda merupakan organisasi yang matang dengan tujuan meluncurkan inisiatif baru, seperti pembelian online, pengambilan di toko, atau aplikasi seluler baru?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah Anda menentukan sasaran, pertimbangkan seberapa agresif <em>roadmap<\/em> teknologi Anda dan seberapa sering Anda berencana melakukan pembaruan. Beberapa pembaruan yang dapat Anda lakukan:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Meluncurkan implementasi baru atau merombak implementasi yang sudah ada<br \/>\n<strong>Implementasi baru atau mendesain ulang<\/strong>Proyek besar seperti ini dimulai dengan memilih solusi platform Anda dan membangun persyaratan bisnis serta fitur yang diinginkan. Anda harus mempertimbangkan setiap fungsi perdagangan, seperti persyaratan <em>Shopping Cart design<\/em> dan integrasi pihak ketiga untuk hal-hal seperti peringkat dan ulasan. Dengan implementasi baru atau desain ulang yang akan segera dilakukan, adalah masuk akal untuk menjajaki penggunaan integrator sistem yang berpengalaman untuk membantu peluncurannya. Jika Anda saat ini menerapkan DTC, bermitra dengan integrator sistem dalam proyek tersebut maka akan dapat membantu membebaskan tim pengembangan internal Anda untuk mengelola kebutuhan bisnis online sehari-hari.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Mengoptimalkan situs yang ada dengan pembaruan signifikan secara berkelanjutan<br \/>\n<strong>Kecepatan sedang (dirilis bulanan)<\/strong>Jika perubahan signifikan pada UX\/UI, fitur, dan fungsionalitas diperlukan untuk mengoptimalkan pengalaman situs Anda, rilis baru akan lebih sering dilakukan \u2014 bulanan atau bahkan mingguan. Model pengiriman berkelanjutan mungkin diperlukan untuk mengimplementasikan semua permintaan yang datang dari bisnis. Perubahan yang mungkin terjadi dapat mencakup konten dan kampanye serta peningkatan fitur baru, layanan, dan integrasi dengan pihak ketiga yang baru.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Menerapkan kasus baru dan inovatif secepat mungkin<br \/>\n<strong>Kecepatan agresif (rilis mingguan)<\/strong>Bagi <em>brand<\/em> yang ingin menerapkan kasus penggunaan yang baru dan inovatif (seperti aplikasi headless dan inisiatif omnichannel skala besar), <em>roadmap<\/em> Anda akan cepat dan berkesinambungan. Untuk mendukung transformasi digital seperti ini, Anda harus bersikap agresif dalam pendekatan Anda \u2014 yang memerlukan tim tangkas yang paham dengan data, analisis, dan pengujian terus-menerus.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bersambung<\/p>\n<p><em>Photo by Shoper<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Marketing) Ketika bisnis Anda mulai memasuki dunia ecommerce, maka wajah toko online Anda pun harus mengalami perubahan. Saat Anda membuat, meningkatkan, atau memperluas penjualan Anda secara digital, maka struktur organisasi bisnis Anda pun harus ikut berubah (itulah sebabnya digunakan istilah \u201ctransformasi digital\u201d). Namun semua perubahan tersebut pastilah akan membuahkan hasil \u2014 dalam bentuk peningkatan efisiensi operasional, waktu pemasaran yang lebih cepat, dan kemampuan untuk memenuhi harapan pelanggan. Faktanya, perusahaan-perusahaan yang sudah matang secara digital mempunyai kemungkinan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":197073,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,16],"tags":[6569],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197063"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197063"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197063\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197111,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197063\/revisions\/197111"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197063"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197063"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197063"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}