{"id":195650,"date":"2023-08-16T10:52:52","date_gmt":"2023-08-16T03:52:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=195650"},"modified":"2023-08-16T10:52:52","modified_gmt":"2023-08-16T03:52:52","slug":"tiga-lagu-kebangsaan-terpopuler","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2023\/08\/16\/tiga-lagu-kebangsaan-terpopuler\/","title":{"rendered":"Tiga Lagu Kebangsaan Terpopuler"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hampir semua orang Indonesia mengetahui lagu-lagu kebangsaan ini sejak mengenal dunia sekolah dan wajib dinyanyikan pada momen-momen kebangsaan. Lagu Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan yang paling umum dinyanyikan dan sebagian besar masyarakat Indonesia dapat menyanyikannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiga lagu kebangsaan Indonesia yang paling populer adalah Indonesia Raya, Tanah Airku, dan Garuda Pancasila. Menyambut kemerdekaan Indonesia, kita perlu mengetahui sejarah pembuatan masing-masing lagu. Khusus lagu Indonesia Raya ada beberapa hal unik yang perlu kita ketahui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1.Indonesia Raya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lagu Indonesia Raya diresmikan sebagai lagu wajib dalam setiap upacara bendera pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika Indonesia meraih kemerdekaannya. Lagu ini diputuskan oleh Pemerintah dan Komite Nasional Indonesia sebagai lagu kebangsaan untuk menggalang semangat persatuan dan patriotisme di antara rakyat Indonesia. Sejak itu, lagu Indonesia Raya setiap tahun dinyanyikan oleh seluruh rakyat Indonesia dalam perayaan Hari Kemerdekaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh W.R. Supratman pada tahun 1928. Lagu ini awalnya digunakan sebagai lagu perjuangan dalam Gerakan Nasional Indonesia saat melawan penjajah Belanda. Pada tanggal 28 Oktober 1928, lagu Indonesia Raya diperdengarkan untuk pertama kalinya dalam Kongres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta. Lagu ini kemudian diadopsi sebagai lagu kebangsaan Indonesia setelah kemerdekaan pada tahun 1945.<br \/>\nHal unik mengenai lagu Indonesia Raya adalah sebagai berikut:<br \/>\n\u2022 W.R. Supratman wafat pada tanggal 17 Agustus 1938, ia sendiri tidak pernah mendengarkan lagunya dikumandangkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia setelah kemerdekaan.<br \/>\n\u2022 Sebetulnya ada 3 stanza pada lagu Indonesia Raya, naskah asli ditulis masih dengan ejaan lama. Bila dinyanyikan lengkap tiga stanza, maka bait ketiga pada stanza kedua dan stanza ketiga dinyanyikan ulang satu kali<br \/>\n\u2022 Undang Undang nomor 24 Tahun 2009 pada pasal 62 mengatur sikap menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai berikut:<br \/>\n&#8220;Yang dimaksud dengan \u201dberdiri tegak dengan sikap hormat\u201d pada waktu lagu kebangsaan diperdengarkan\/dinyanyikan adalah berdiri tegak di tempat masing-masing dengan sikap sempurna, meluruskan lengan ke bawah, mengepalkan telapak tangan, dan ibu jari menghadap ke depan merapat pada paha disertai pandangan lurus ke depan. &#8220;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stanza lengkap lagu Indonesia Raya berdasarkan Undang Undan nomor 24 Tahun 2009:<br \/>\nStanza 1:<br \/>\nIndonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe<br \/>\nDi sanalah Akoe Berdiri Djadi Pandoe Iboekoe<br \/>\nIndonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe<br \/>\nMarilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe<br \/>\nHidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe<br \/>\nBangsakoe Ra&#8217;jatkoe Sem&#8217;wanja<br \/>\nBangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja<br \/>\nOentoek Indonesia Raja<br \/>\n(Reff: Diulang 2 kali, red)<br \/>\nIndonesia Raja Merdeka Merdeka<br \/>\nTanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta<br \/>\nIndonesia Raja Merdeka Merdeka<br \/>\nHidoeplah Indonesia Raja<br \/>\nStanza 2:<br \/>\nIndonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja<br \/>\nDi sanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja<br \/>\nIndonesia Tanah Poesaka P&#8217;saka Kita Semoeanja<br \/>\nMarilah Kita Mendo&#8217;a Indonesia Bahagia<br \/>\nSoeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja<br \/>\nBangsanja Ra&#8217;jatnja Sem&#8217;wanja<br \/>\nSadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja<br \/>\nOentoek Indonesia Raja<br \/>\n(Reff: Diulang 2 kali, red)<br \/>\nIndonesia Raja Merdeka Merdeka<br \/>\nTanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta<br \/>\nIndonesia Raja Merdeka Merdeka<br \/>\nHidoeplah Indonesia Raja<br \/>\nStanza 3:<br \/>\nIndonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti<br \/>\nDi sanalah Akoe Berdiri &#8216;Njaga Iboe Sedjati<br \/>\nIndonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi<br \/>\nMarilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi<br \/>\nS&#8217;lamatlah Ra&#8217;jatnja S&#8217;lamatlah Poetranja<br \/>\nPoelaoenja Laoetnja Sem&#8217;wanja<br \/>\nMadjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja<br \/>\nOentoek Indonesia Raja<br \/>\n(Reff: Diulang 2 kali, red)<br \/>\nIndonesia Raja Merdeka Merdeka<br \/>\nTanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta<br \/>\nIndonesia Raja Merdeka Merdeka<br \/>\nHidoeplah Indonesia Raja<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n2. Tanah Airku<br \/>\nLagu Tanah Airku diciptakan oleh Ibu Sud pada tahun 1969. Ibu Sud merupakan seorang penyanyi dan komposer Indonesia yang terkenal. Lagu ini dianggap sebagai lagu patriotik yang melambangkan cinta dan kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Lagu ini sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia dan sering dinyanyikan dalam acara kebangsaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Garuda Pancasila<br \/>\nLagu Garuda Pancasila diciptakan oleh Sudharnoto pada tahun 1958. Sudharnoto merupakan seorang komposer dan pemusik Indonesia. Lagu ini dibuat untuk mengiringi upacara pengibaran bendera pada saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lagu ini menggambarkan semangat kebangsaan dan kebesaran negara Indonesia melalui simbol Garuda Pancasila.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight) Hampir semua orang Indonesia mengetahui lagu-lagu kebangsaan ini sejak mengenal dunia sekolah dan wajib dinyanyikan pada momen-momen kebangsaan. Lagu Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan yang paling umum dinyanyikan dan sebagian besar masyarakat Indonesia dapat menyanyikannya. Tiga lagu kebangsaan Indonesia yang paling populer adalah Indonesia Raya, Tanah Airku, dan Garuda Pancasila. Menyambut kemerdekaan Indonesia, kita perlu mengetahui sejarah pembuatan masing-masing lagu. Khusus lagu Indonesia Raya ada beberapa hal unik yang perlu kita ketahui. 1.Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":195651,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,1050],"tags":[6922],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195650"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=195650"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195650\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":195652,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/195650\/revisions\/195652"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=195650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=195650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=195650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}