{"id":19408,"date":"2013-11-02T14:52:49","date_gmt":"2013-11-02T07:52:49","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=19408"},"modified":"2013-11-02T14:52:49","modified_gmt":"2013-11-02T07:52:49","slug":"luna-negra-dine-classy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/11\/02\/luna-negra-dine-classy\/","title":{"rendered":"Luna Negra, Dine Classy"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Fine Culinary) Sang <em>greeter <\/em>baru saja mengangkat telepon untuk melayani pelanggan yang mungkin hendak reservasi ketika saya datang di Luna Negra. Beruntung dari dalam saya langsung disambut oleh <em>greeter <\/em>lainnya yang langsung membawa saya menuju meja makan di area <em>non-smoking<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata bagian depan Luna Negra dihiasi sebuah <em>wine cellar<\/em> terbuka bertingkat, sebuah bar panjang dan beberapa tempat duduk nyaman yang menghadap jendela langsung menuju Jalan Jendral Sudirman. Asumsi saya adalah bahwa selain menjadi tempat <em>dining <\/em>yang sedang <em>hip <\/em>di Jakarta, tentu pada malam hari khususnya akhir pekan, Luna Negra menjadi layaknya tempat sosialita berkumpul dengan suasana <em>lounge <\/em>yang elegan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/bar-luna.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-19411 aligncenter\" alt=\"bar luna\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/bar-luna-300x199.jpg\" width=\"570\" height=\"339\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga akhirnya saya mencapai ruang makan besar yang didesain klasik dan mewah. Dengan <em>furniture<\/em> serba hitam, para pelayan dan manager berbaju rapi, dan kesibukan jam makan yang ramai namun dengan <em>ambiance <\/em>yang tetap berada di jalur <em>conversational <\/em>versus <em>lounge music, <\/em>setidaknya memberikan rasa nyaman di saat kedatangan saya. Setelah duduk, tibalah saatnya untuk menjajal esensi dari kedatangan saya ini. <em>Let\u2019s order something good then!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/luna-place-2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-19409 aligncenter\" alt=\"luna place 2\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/luna-place-2-300x200.jpg\" width=\"578\" height=\"320\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan sigap sang <em>waiter <\/em>memberikan rekomendasi dan menjawab berbagai pertanyaan saya mengenai detail makanan. Awal yang bagus tentunya. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih <em>smoked beef carpaccio <\/em>dengan baluran <em>olive oil <\/em>serta dihiasi salad <em>rucola <\/em>dan potongan <em>parmesan. <\/em>Tak lupa juga setengah buah lemon untuk digunakan sebagai perasan agar memberikan rasa segar untuk menu pembuka ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata hasilnya luar biasa! <em>Beef<\/em> c<em>arpaccio<\/em>-nya terasa lezat, lumer di mulut dan <em>silky <\/em>karena <em>olive oil<\/em>. Perpaduannya dengan potongan keju dan salad membuatnya menjadi lebih nikmat lagi. Sebuah <em>appetizer<\/em> yang sangat layak didaulat sebagai salah satu yang terbaik yang pernah saya rasakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk <em>main dish, <\/em>Luna Negra menyombongkan diri dengan koleksi menu <em>pasta <\/em>yang sangat melimpah. Tidak lama saya langsung ditawari dan menerima dengan senang hati salah satu menu spesial saat itu yaitu <em>ravioli <\/em>berbentuk segitiga yang diisi oleh keju <em>ricotta <\/em>dan jamur <em>porcini<\/em>. Sausnya kali ini adalah tipe <em>creamy <\/em>yang terbuat dari keju <em>parmesan. <\/em>Hasilnya adalah sebuah <em>pasta <\/em>yang <em>decent<\/em> dengan rasa yang tidak terlalu mengejutkan, <em>surprisingly<\/em> tidak terlampau padat dengan komposisi keju yang banyak itu, namun akumulasinya menghasilkan rasa terlalu penuh pada akhirnya. Penampilannya sendiri terlihat <em>heavily creamed <\/em>dan berat namun ternyata masih dapat dinikmati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain <em>pasta <\/em>sebagai unggulannya, Luna Negra juga memiliki berbagai macam pilihan <em>pizza <\/em>yang tak lazim ditemui di <em>pizzeria <\/em>yang biasa kita pesan untuk <em>delivery. <\/em>Tak sulit untuk memilih karena kecenderungan saya untuk memilih pizza dengan komposisi berdaging dan kali ini adalah pizza dengan <em>dried beef <\/em>atau <em>bresaola<\/em>, dedaunan <em>rucola, parmesan <\/em>dan <em>mozzarella<\/em>. Tipikal<em> pizza <\/em>di sini adalah yang tipis namun dengan komposisi yang saya pilih ternyata mampu memberikan rasa berisi. <em>Bresaola-<\/em>nya terbukti membawa peranan penting dan familiaritas saya dengan <em>rucola <\/em>membuat saya lebih menikmati meskipun pada akhirnya terasa ada penurunan dari sebuah <em>appetizer <\/em>yang luar biasa menjadi tidak menonjolpada episode <em>main dish<\/em> kali ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/luna-negra1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-19410 aligncenter\" alt=\"\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/luna-negra1-225x300.jpg\" width=\"351\" height=\"318\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk babak terakhir, saya memutuskan untuk memilih <em>Shaksoukla<\/em> sebagai <em>dessert, <\/em>suatu tema yang agak melenceng dari <em>genre Italiano <\/em>siang itu<em>. Shaksoukla<\/em> memiliki struktur menarik yaitu berlapis-lapis <em>filo pastry <\/em>yang biasanya lazim digunakan sebagai bahan utama untuk kudapan ala Timur Tengah seperti <em>baklava<\/em> dari Turki. Namun kali ini <em>filo pastry <\/em>tersebut disusun lebar dan rapi serta ditambah oleh \u2018jutaan\u2019 kacang <em>almond <\/em>di seluruh penjuru serta di sela-selanya lapisannya terdapat potongan buah <em>strawberry<\/em>. Lalu di paling atas diakhiri olehsemacam <em>whipped cream, <\/em>daun <em>mint<\/em>, buah <em>strawberry <\/em>dan semacam sirup kental <em>vanilla <\/em>yang mengingatkan kita pada <em>condensed milk <\/em>alias susu kental manis putih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sungguh penampilan yang sangat menggoda namun justru menjadikannya berat dan tak terkendali. Jumlah kacang yang terlalu banyak dan rasa manis dari sirup vanilla yang diharapkan dapat membantu <em>appetite <\/em>saya menghabiskan <em>dessert <\/em>menjadi sia-sia karena kelelahan mengunyah dan sirup yang ternyata tidak manis. Tidak ada yang dominan kecuali kacang dan kacang sehingga saya melihatnya menjadi seperti tumpukan <em>rempeyek kacang<\/em> tanpa rasa yang berarti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Antiklimaks. Itulah kata yang paling tepat menggambarkan keseluruhan pengalaman di Luna Negra. Agak disayangkan karena semuanya dimulai dari ekspektasi bagus ketika datang dan disambut dengan baik oleh <em>greeter <\/em>yang dengan sigapnya menunjukkan tempat duduk kita, lalu dilayani dengan ramah oleh <em>waiter <\/em>yang <em>helpful <\/em>dan <em>knowledgeable<\/em>, terlebih lagi oleh sebuah <em>appetizer <\/em>yang sangat lezat ternyata harus diakhiri oleh <em>main dishes <\/em>dan <em>dessert <\/em>yang <em>getting less brilliant.<\/em> Meski demikian, kreativitas dan usaha Luna Negra patut dihargai, mengingat pilihan makanan yang begitu banyak serta penataan dan penampilan makanan yang indah dan berisi. Rasanyapun saya yakin secara <em>overall <\/em>masih layak untuk dijajal kembali lain kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Rian Farisa\/IC\/BL)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/rian-new-3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-19416\" alt=\"rian-new-3\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/rian-new-3-300x233.jpg\" width=\"300\" height=\"233\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/rian-new-3-300x233.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/rian-new-3-1024x796.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/rian-new-3.jpg 1029w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Fine Culinary) Sang greeter baru saja mengangkat telepon untuk melayani pelanggan yang mungkin hendak reservasi ketika saya datang di Luna Negra. Beruntung dari dalam saya langsung disambut oleh greeter lainnya yang langsung membawa saya menuju meja makan di area non-smoking. Ternyata bagian depan Luna Negra dihiasi sebuah wine cellar terbuka bertingkat, sebuah bar panjang dan beberapa tempat duduk nyaman yang menghadap jendela langsung menuju Jalan Jendral Sudirman. Asumsi saya adalah bahwa selain menjadi tempat dining yang sedang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":19412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1052,1044],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19408"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19408"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19408\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}