{"id":193847,"date":"2023-03-27T15:40:31","date_gmt":"2023-03-27T08:40:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=193847"},"modified":"2023-03-27T15:40:31","modified_gmt":"2023-03-27T08:40:31","slug":"rumus-mendesain-employee-benefit-paket-yang-dapat-anda-tiru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2023\/03\/27\/rumus-mendesain-employee-benefit-paket-yang-dapat-anda-tiru\/","title":{"rendered":"Rumus Mendesain Employee Benefit Paket yang Dapat Anda Tiru"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita sudah membahas\u00a0<em>employee benefit<\/em> beberapa kali. (Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.blj.co.id\/2023\/02\/27\/employee-benefit-ini-bisa-jadi-senjata-untuk-menarik-para-talent\/\">Employee Benefit ini bisa jadi Senjata untuk Menarik para Talent<\/a>) dan (<a href=\"https:\/\/www.blj.co.id\/2023\/03\/06\/ragam-employee-benefit-untuk-anda-pertimbangkan\/\">Ragam Employee Benefit untuk Anda Pertimbangkan<\/a>). Perlu untuk benar-benar dipahami bahwa\u00a0<em>benefit\u00a0<\/em>di sini bukanlah tunjangan yang diberikan, melainkan kompensasi non-upah yang dibayarkan sebagai biaya untuk memberikan fasilitas yang dapat mendukung pekerjaan karyawan.<\/p>\n<p>Lalu bagaimana menyusun strategi yang tepat untuk\u00a0<em>employee benefit?<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Doug Conant, CEO Campbell&#8217;s Soup sebuah perusahaan makanan olahan di Amerika berpendapat bahwa untuk dapat menang di pasar, maka Anda harus terlebih dahulu menang di tempat kerja. Dia memahami benar bahwa untuk menarik, mempertahankan, dan mengembangkan karyawannya, pertama-tama mereka harus menciptakan lingkungan yang disukai karyawan untuk bekerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti telah kita ketahui bahwa <em>employee benefit <\/em>menjadi daya pikat yang kuat bagi para <em>talent. <\/em>Para pemberi kerja pun bersaing untuk mendapatkan <em>talent<\/em> kelas atas yang sering kali diperebutkan karena sangat sulit ditemukan. Salah satu cara bagi perusahaan untuk tampil lebih unggul adalah dengan menawarkan paket <em>employee benefit <\/em>yang menarik. Sebuah studi telah menunjukkan bahwa sebanyak 79% pria dan 65% wanita mempertimbangkan <em>employee benefit <\/em>dalam keputusan untuk menerima sebuah tawaran pekerjaan. Oleh karena itu, Anda akan kehilangan talenta terbaik Anda jika <em>benefit<\/em> yang Anda tawarkan kurang menarik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu <em>employee benefit <\/em>juga akan membantu mempertahankan para <em>talent<\/em>. Menurut LinkedIn\u2019s Global Talent Trends report, perusahaan yang memiliki kompensasi dan <em>benefit <\/em>yang baik dapat mengalami penurunan <em>turnover <\/em>hingga 56%. Sehingga dapat dikatakan bahwa banyak karyawan lebih mencari perusahaan yang berani berinvestasi dalam kesejahteraan para <em>talent <\/em>mereka. Sebuah laporan dari Employee Benefits News menyatakan bahwa merekrut karyawan pengganti dapat membebani perusahaan Anda sebesar 33% dari gaji tahunan mantan karyawan tersebut. Jika Anda sering kehilangan karyawan, ini merupakan beban keuangan yang besar bagi organisasi Anda. Sehingga untuk jangka panjang, adalah lebih efektif untuk membuang uang sebagai bentuk <em>benefit<\/em> dari pada menggantikan <em>talent.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan <em>employee benefit <\/em>yang baik, pemberi kerja pun membuat karyawan lebih bahagia dan lebih produktif. Riset dari Adam Grant menunjukkan bahwa karyawan peduli pada tiga hal: karir, komunitas, dan kemampuan untuk berkembang dalam karir mereka. Perencanaan <em>benefit<\/em> yang baik akan menyentuh ketiga aspek penting tersebut untuk membuat karyawan merasa diperhatikan dan bahagia. Saat anggota tim Anda bahagia, mereka pun menjadi lebih produktif hingga 20%.<\/p>\n<p>Sekarang bagaimana mendesain strategi\u00a0<em>employee benefit\u00a0<\/em>Anda?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa hal yang dapat Anda perhatikan dalam membuat <em>employee strategy <\/em>yang efektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Selaraskan strategi <em>employee benefit <\/em>Anda dengan strategi bisnis jangka panjang Anda<br \/>\nPertimbangkan apa yang ingin Anda capai sebagai sebuah organisasi dan pikirkan bagaimana strategi <em>benefit<\/em> yang Anda tawarkan akan dapat membantu Anda dalam mencapai sasaran bisnis tersebut. Misalnya, jika strategi bisnis Anda akan mencakup penambahan karyawan yang lebih berpengalaman pada tim Anda di masa mendatang, maka menerapkan <em>benefit<\/em> seperti penggantian biaya pendidikan atau program bimbingan dapat membantu karyawan yang Anda miliki saat ini untuk berhasil mengisi posisi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya berarti Anda tidak perlu merekrut dari luar, yang dapat memakan waktu lama untuk menemukan orang yang tepat, tetapi Anda juga menjamin bahwa karyawan Anda akan merasakan keuntungan bila tetap bersama dengan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Tetapkan tujuan <em>benefit <\/em>program Anda<br \/>\nMemiliki sasaran atau tujuan untuk program <em>benefit<\/em> Anda akan membantu Anda memutuskan <em>benefit<\/em> apa yang terbaik untuk perusahaan Anda. Jika Anda tidak yakin harus mulai dari mana, mulailah dengan metode SMART. SMART adalah singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-Bound. Dengan mengerjakan lima langkah tersebut, Anda akan menetapkan tujuan terukur dalam jangka waktu tertentu dan menentukan seperti apa kesuksesan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh dari hal ini dapat berupa sesuatu seperti ini: \u201cPerkenalkan 3 elemen baru yang berfokus pada kesejahteraan karyawan dan pertumbuhan karier ke dalam paket <em>benefit<\/em> dalam 6 bulan ke depan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Rencanakan anggaran Anda<br \/>\nApakah Anda adalah perusahaan besar dengan anggaran SDM yang besar atau startup kecil dengan anggaran minimal, merencanakan berapa banyak uang yang dapat Anda sisihkan untuk kompensasi dan <em>benefit<\/em> merupakan langkah penting. Anda harus mempertimbangkan jumlah karyawan yang diproyeksikan serta berapa biaya yang dibutuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika baru saja melaporkan bahwa biaya yang ditimbulkan <em>benefit<\/em> dapat mencapai 30 persen dari total kompensasi setiap karyawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Pelajari tentang demografi karyawan Anda serta kebutuhan dan preferensi karyawan<br \/>\nAda banyak cara untuk menentukan <em>benefit<\/em> seperti apa yang ingin Anda tawarkan kepada karyawan Anda. Satu cara untuk memulai adalah memahami demografi tim Anda. Apakah lebih banyak pria atau wanita? Kelompok usia yang lebih banyak?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka tawaran <em>benefit<\/em> haruslah relevan dengan komposisi pada organisasi Anda. Sebuah studi oleh Fractl menemukan perbedaan gender dalam preferensi <em>benefit<\/em>. Misalnya, wanita lebih menghargai bekerja dari rumah dan layanan penitipan anak gratis daripada pria. Mungkin Anda dapat menjadikan studi Fractl ini sebagai acuan yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Juga, pertimbangkan secara spesifik bagaimana bisnis Anda beroperasi. Pekerja lapangan akan lebih menghargai <em>benefit<\/em> seperti jadwal yang tetap serta gaji yang tetap. Sedangkan karyawan yang bekerja <em>remote <\/em>akan lebih menghargai <em>benefit <\/em>seperti <em>budget<\/em> untuk <em>work from home <\/em>atau mendapatkan akses ke <em>coworking space<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Kumpulkanlah\u00a0<em>feedback<\/em><br \/>\nCara lain untuk mendapatkan wawasan tentang strategi <em>benefit<\/em> utnuk karyawan Anda adalah dengan meminta <em>feedback<\/em>. Ada beberapa cara untuk melakukannya:<\/p>\n<ul>\n<li>melalui kelompok diskusi karyawan yang dipimpin oleh SDM<\/li>\n<li>survei anonim melalui email,<\/li>\n<li>beberapa pertanyaan seputar <em>benefit <\/em>ketika Anda melakukan\u00a0<em>stay\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>exit interview<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda sudah memiliki program <em>benefit<\/em>, lakukanlah <em>review <\/em>secara berkala. Hal ini akan membantu Anda untuk menentukan apakah <em>benefit<\/em> yang Anda miliki masih relevan untuk tim Anda. Pastikan bahwa Anda juga mencari tahu bilamana calon karyawan menolak penawaran Anda. Jika Anda sering melihat bahwa kandidat tidak menerima tawaran yang Anda berikan terkait <em>benefit<\/em>, Anda harus menggali lebih dalam untuk memastikan apa yang lebih kompetitif di pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6. Berbasis data<br \/>\nSetelah Anda menerapkan strategi Anda, tentukan metrik mana yang harus Anda ikuti untuk memahami kesuksesan. Ketahuilah <em>benefit<\/em> apa yang paling banyak digunakan karyawan Anda dan <em>benefit <\/em>mana yang tidak begitu populer. Pastikan untuk mengukur hal ini per kelompok karyawan yang berbeda, karena kelompok yang berbeda memiliki kebutuhan yang beragam. Apakah terdapat hambatan bagi para karyawan sehingga mereka tidak dapat menikmati\u00a0<em>benefit<\/em> yang ditawarkan bagi mereka?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda juga dapat menganalisis keuntungan pesaing Anda dan melihat apa yang mereka tawarkan dan apa yang tidak Anda tawarkan. Tapi ingat, hanya karena pesaing Anda memiliki sesuatu yang tidak Anda miliki, bukan berarti itu yang diinginkan tim Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7. Berikan fleksibilitas<br \/>\nBeragam orang menghargai hal yang berbeda dalam hal tunjangan karyawan. Pertimbangkan untuk memiliki paket dasar dan kemudian biarkan karyawan mencampur dan mencocokkan selebihnya. Dengan begitu mereka dapat memilih yang paling cocok untuk mereka. Ini dapat menjadi hal yang sederhana dengan memiliki daftar <em>benefit<\/em> yang dapat dipilih karyawan Anda atau memiliki anggaran bulanan tetap yang dapat dibelanjakan karyawan Anda untuk hal-hal seperti biaya keanggotaan, wifi, atau gym.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">8. Komunikasikan penawaran <em>benefit<\/em> Anda dengan cara yang jelas dan transparan<br \/>\nApakah Anda sedang membangun paket tunjangan karyawan dari awal atau hanya memperbarui paket Anda saat ini? Pastikan Anda mengomunikasikannya dengan baik kepada karyawan Anda sehingga mereka tahu cara memanfaatkan sepenuhnya apa yang Anda tawarkan. Anda dapat membuat portal, buletin, dan FAQ, untuk memberikan informasi yang lengkap. Anda juga dapat menerapkan platform <em>benefit <\/em>yang memudahkan karyawan untuk mengakses penawaran <em>benefit<\/em> Anda. Jika keuntungan Anda juga menawarkan hal-hal seputar pertumbuhan, seperti anggaran pendidikan, pastikan Anda melatih manajer tentang cara mengomunikasikan penawaran ini ketika penilaian kinerja karyawan berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">9. Buatlah sosialisasi dan sesi tanya jawab<br \/>\nSering kali saat Anda sudah mengomunikasikannya, karyawan tetap memiliki banyak pertanyaan seputar program <em>benefit<\/em> Anda. Setelah menghabiskan banyak waktu dan energi untuk membuat paket manfaat yang luar biasa untuk mendukung kesejahteraan dan pertumbuhan karier tim Anda, sayang sekali jika mereka tidak tahu cara memanfaatkannya. Karena itu, berikan kesempatan untuk bertanya dengan mengadakan sesi tanya jawab secara reguler.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Employee benefit strategy <\/em>yang solid tidak hanya akan membantu Anda menarik kandidat ke perusahaan Anda, tetapi juga akan membuat tim Anda senang dan meningkatkan produktivitas, sekaligus mengurangi <em>turn over<\/em> karyawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara keseluruhan, <em>employee benefit strategy <\/em>yang efektif akan mendukung tujuan jangka panjang organisasi Anda dan membantunya mendapatkan keunggulan kompetitif sebagai pemberi kerja.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources) Kita sudah membahas\u00a0employee benefit beberapa kali. (Baca:\u00a0Employee Benefit ini bisa jadi Senjata untuk Menarik para Talent) dan (Ragam Employee Benefit untuk Anda Pertimbangkan). Perlu untuk benar-benar dipahami bahwa\u00a0benefit\u00a0di sini bukanlah tunjangan yang diberikan, melainkan kompensasi non-upah yang dibayarkan sebagai biaya untuk memberikan fasilitas yang dapat mendukung pekerjaan karyawan. Lalu bagaimana menyusun strategi yang tepat untuk\u00a0employee benefit? Doug Conant, CEO Campbell&#8217;s Soup sebuah perusahaan makanan olahan di Amerika berpendapat bahwa untuk dapat menang di pasar, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":194027,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,4],"tags":[9230],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193847"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=193847"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193847\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":194028,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/193847\/revisions\/194028"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=193847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=193847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=193847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}