{"id":192029,"date":"2022-10-19T19:57:47","date_gmt":"2022-10-19T12:57:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=192029"},"modified":"2022-10-19T19:57:47","modified_gmt":"2022-10-19T12:57:47","slug":"habit-kecil-berdampak-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2022\/10\/19\/habit-kecil-berdampak-besar\/","title":{"rendered":"Habit Kecil Berdampak Besar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artikel ini sangat penting, terlebih ketika ada kesadaran bahwa <em>habit <\/em>atau kebiasaan yang kita lakukan sangat berdampak pada masa yang akan datang. Ketika kita memiliki <em>habit<\/em> yang bagus di masa sekolah pasti\u00a0 akan membantu\u00a0 keberhasilan kita di masa depan.<\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengenal <em>Habit<\/em><\/strong><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u201c<em>Habit<\/em>\u201d adalah rutinitas (kebiasaan) yang dikerjakan \u00a0secara konsisten (berkali-kali dilakukan dan sudah menjadi otomatis).<\/strong> Misalnya, <em>habit<\/em> untuk melakukan <em>push up <\/em>sebanyak 10 kali setiap hari. Contoh <em>habit<\/em> seperti: menggambar, membaca, atau bermain gitar. Sekalipun berupa aktivitas sederhana, tapi karena <em>habit<\/em> ini dilakukan terus menerus (konsisten) maka akan menghasilkan hasil yang impresif. \u00a0Orang yang memiliki <em>habit<\/em> melakukan <em>push up<\/em> 10 kali per hari, maka dalam jangka waktu\u00a0 satu tahun, orang \u00a0tesebut telah melakukan <em>push up<\/em> sebanyak 3650 kali. Hasilnya sangat mengejutkan karena otot tangannya telah terbentuk, staminanya menjadi lebih baik, dan fisik semakin bugar dibandingkan dengan sebelum melakukan <em>habit push up. <\/em>Bahkan, <em>push up <\/em>10 kali per hari ini\u00a0 tidak lagi menjadi\u00a0 sesuatu yang berat tetapi menjadi latihan yang sangat ringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suatu aktivitas yang sudah menjadi <em>habit, <\/em>maka akan terasa \u201cada yang kurang\u201d kalau aktivitas itu tidak dikerjakan. Karena hal itu sudah tertanam dan menjadi semacam <em>muscle memory. <\/em>Badan dan pikiran secara otomatis akan melakukan \u00a0si <em>habit<\/em> ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diketahui juga, bahwa <em>habit<\/em> bisa berarti kebiasaan yang baik atau buruk. Apabila kita berbicara \u00a0produktivitas kerja, ada yang memiliki <em>habit<\/em> mengisi jurnal sebelum tidur, ada yang membuat laporan sebelum tidur, ada juga yang sebelum tidur akan membuka media sosial. Ketiganya sudah menjadi sebuah rutinitas yang mereka lakukan secara otomatis tanpa sadar. Semuanya konsisten dilakukan. Namun ada yang berbeda. Jelas! Hasilnya akan berbeda.<\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify;\"><strong>Fenomena <em>Habit<\/em><\/strong><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada feomena yang menarik yaitu hanya dengan memilik <em>habit<\/em> (kebiasaan) kecil dapat menghasilkan <strong>dampak yang besar.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari kita coba berhitung secara matematis. Misalnya kita menjadi orang yang lebih baik 1% setiap harinya, maka pada akhir tahun kita akan menjadi orang yang 37 kali lebih baik dibandingkan pada \u00a0awal tahun. Sebaliknya kalau Anda makin buruk 1% dalam sehari, maka pada akhir tahun, penurunanmu cuma mendekati nol. Dengan kata lain tidak ada pengaruh yang signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wow\u2026 berita baiknya mempunyai <em>habit <\/em>akan membuat kamu selalu menang<em>. <\/em>Karena, walaupun ternyata <em>habit <\/em>kamu tidak berdampak, itu tidak membuat kamu menjadi seorang yang buruk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekalipun demikian, janganlah hal ini membuat kamu menjadi bermalas-malasan. Karena ingatlah bahwa dampak dari mengerjakan <em>habit <\/em>itu akan bergulung. Sebagai contoh kamu terbiasa menunda-nunda sesuatu. Kalau itu hanya dilakukan satu kali, mungkin Anda masih mempunyai sisa hari untuk mengerjakan sampai sebelum <em>deadline. <\/em>Ini tidak akan berdampak ke lingkungan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi, kalau menunda telah menjadi sebuah kebiasaan, maka ini dapat berdampak pada <em>performance appraisal<\/em>. Anda akan dianggap tidak bisa bekerja dan tidak dapat diandalkan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Metode <em>Identity-Based Habit<\/em><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu metode efektif untuk membentuk <em>habit, <\/em>yaitu <em>identity-based habit.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita sudah mengenal dan paham seberapa bergunanya mengerjakan <em>habit<\/em> dalam kehidupan sehari-hari. Di atas telah disebutkan contoh-contoh <em>habit<\/em> seperti <em>push up<\/em>, bermain gitar, membaca buku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu ada contoh-contoh <em>habit <\/em>yang sering kali kita dengar dalam rangka membuat resolusi di awal tahun seperti \u201cSaya mau jadi\u00a0 kurus\u201d atau \u201cSaya mau jadi\u00a0 kuat\u201d. Semua contoh-contoh kebiasaan di atas adalah <em>habit <\/em>yang <strong>berfokus pada hasil, bukan identitas.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam membuat suatu kebiasaan, ada tiga lapisan yang bisa kita pakai. Pada umumnya, kita hanya menggunakan dua lapisan pertama:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong><em>Outcome-based<\/em><\/strong><strong>: <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan berdasarkan hasil. Apa yang ingin dihasilkan? Contohnya, mau menjadi kurus atau menjadi kuat.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li><strong><em>Process-based:<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan berdasarkan proses. Bagaimana cara mencapainya? Contohnya, makan sayur dan buah sebagai pengganti sarapan. Atau olahraga di <em>gym <\/em>seminggu 2 kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua pendekatan ini biasanya tidak \u00a0bertahan lama, karena hanya \u00a0menyelesaikan solusi di lapisan luar saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara <strong><em>identity-based, <\/em><\/strong>pendekatan ketiga justru fokus ke lapisan paling dalam soal identitas diri kita: <strong>\u201cAnda mau dikenal sebagai orang seperti apa?\u201d<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau <em>outcome based <\/em>berkaitan dengan hasil dan <em>process based<\/em> berkaitan dengan apa yang Anda lakukan maka <em>identity based<\/em> adalah berkaitan dengan apa yang Anda percaya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Anda akan menjadi orang seperti apa?<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Supaya <em>habit<\/em> konsisten dilakukan kita harus fokus pada identitas diri yang akan kita bangun. Kita mau menjadi\u00a0 seperti apa? Ada 2 langkah sederhana yang harus dikerjakan dengan pecaya diri:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1) Menentukan identitas kita (kita mau jadi orang seperti apa)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2) Buktikan dengan kemenangan kecil dengan konsisten mengerjakan kebiasaan kecil<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa kita mulai dengan mengerjakan kemenangan-kemenangan kecil? Karena itu yang paling mudah dilakukan oleh kita. Kemenangan-kemenangan kecil ini menjadi bukti buat kita, supaya kita selalu percaya diri kita akan mencapai tujuan kita. Semakin percaya diri maka semakin giat juga kita melakukan kemenangan kecil.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources) Artikel ini sangat penting, terlebih ketika ada kesadaran bahwa habit atau kebiasaan yang kita lakukan sangat berdampak pada masa yang akan datang. Ketika kita memiliki habit yang bagus di masa sekolah pasti\u00a0 akan membantu\u00a0 keberhasilan kita di masa depan. Mengenal Habit \u201cHabit\u201d adalah rutinitas (kebiasaan) yang dikerjakan \u00a0secara konsisten (berkali-kali dilakukan dan sudah menjadi otomatis). Misalnya, habit untuk melakukan push up sebanyak 10 kali setiap hari. Contoh habit seperti: menggambar, membaca, atau bermain gitar. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101055,"featured_media":192030,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192029"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101055"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192029"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":192031,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192029\/revisions\/192031"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/192030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}