{"id":191885,"date":"2022-10-06T22:55:50","date_gmt":"2022-10-06T15:55:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=191885"},"modified":"2022-10-06T22:55:50","modified_gmt":"2022-10-06T15:55:50","slug":"icon-2022-whats-normal-now","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2022\/10\/06\/icon-2022-whats-normal-now\/","title":{"rendered":"ICON 2022 &#8211; What\u2019s Normal Now"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Event)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari ini, Kamis (6\/10) GDP Venture kembali menyelenggarakan acara dua tahunannya, ICON &#8211; <i>innovation conference<\/i> secara offline.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">ICON 2022 bertempat di Ballroom Hotel Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta dan akan berlangsung selama 2 hari hingga 7 Oktober 2022. Tahun ini, ICON2022 pun mengusung tema \u201cWhat\u2019s Normal Now\u201d yang membahas bagaimana pandemi COVID-19 telah membawa banyak perubahan. Baik pada perilaku masyarakat Indonesia termasuk para pemimpin bisnis yang dituntut untuk melihat dan menjalankan bisnis dengan perspektif yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">ICON telah rutin diselenggarakan sejak tahun 2016 dengan membahas tren dan isu teknologi, digital, marketing dan bisnis secara umum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui ICON2022 diharapkan lebih banyak <em>insight<\/em> yang dapat diperoleh oleh para peserta. Sehingga para peserta dapat <i>stay relevant<\/i> dengan kondisi saat ini dan selalu siap untuk menghadapi masa sekarang yang sudah sangat berbeda dengan sebelum pandemi melanda.<\/p>\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-lg-12\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-lg-8 border-line-left border-line-right border-line-bottom\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"nudista-bold color-white\">Nadya Ardianti selaku <\/span><span class=\"font-12 nudista-medium\">Chief Client Officer Kantar Indonesia membawakan sesi pertama dengan tema <\/span>WHAT&#8217;S NORMAL NOW? Nadya mengemukakan bagaimana saat ini kita sedang mengalami salah satu perubahan sejarah yang paling signifikan yang pernah dialami dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini mempengaruhi cara hidup dan cara bekerja. Hal ini memaksa kita untuk beradaptasi dengan cepat dan berpikir kreatif sehinga dapat bertahan hidup. Nadya pun mengtakan bahwa sekarang adalah saatnya untuk membayangkan kembali dan menemukan kembali hidup kita dengan memahami tren dan perubahan baru.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada sesi diskusi THE POWER OF COLLABORATION, tampil sebagai nara sumber <span class=\"nudista-bold color-white\">Rohan Mathur &#8211; <span class=\"font-12 nudista-medium\">Marketing Director SEA at LEGO Group<\/span>, <\/span><span class=\"nudista-bold color-white\">Jacqueline Karina &#8211; <\/span><span class=\"font-12 nudista-medium\">CEO dan Founder KOKUMI, dan <\/span><span class=\"nudista-bold color-white\">Marcel Lukman &#8211; <\/span><span class=\"font-12 nudista-medium\">President Director Atmos Indonesia. Saat ini, kolaborasi antar merek menjadi hal yang penting. Hal ini akan membantu sesama merek untuk meningkatkan eksposur merek, untuk memasuki pasar yang baru, untuk memperluas basis pelanggan, dan menambah nilai ekstra pada produk\/layanan. Dari sudut pandang pelanggan, kolaborasi memberi pelanggan pengalaman baru, yang menciptakan buzz positif dan menghidupkan kembali merek.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-lg-6 border-line-right border-line-bottom\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"nudista-bold color-white\"><span class=\"nudista-bold color-white\">Teten Masduki selaku Menteri Koperasi &amp; UKM Republik Indonesia juga hadir dalam diskusi <\/span><\/span>THE OMNICHANNEL JOURNEY bersama dengan <span class=\"nudista-bold color-white\">Fransisca Krisantia Nugraha, <\/span><span class=\"font-12 nudista-medium\"><span class=\"font-12 nudista-medium\">EVP of Consumer Goods and Lifestyle at Blibli, dan <\/span><\/span><span class=\"nudista-bold color-white\">Meshvara Kanjaya &#8211; <\/span><span class=\"font-12 nudista-medium\">President Director at Supra Boga Lestari<\/span>.<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara konsumen berbelanja telah berubah secara drastis. Mereka menginginkan pengalaman terpadu yang memungkinkan mereka memiliki pengalaman yang konsisten di setiap cara. Perjalanan konsumen telah berubah semakin kompleks antara offline dan online. Merek perlu memberikan perjalanan omnichannel yang mulus bagi pelanggan yang juga mampu memperkuat merek dengan menciptakan konsistensi antara pengalaman di dalam toko dan online.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai juru kunci pada hari ini, Martin Lindstrom yang merupakan salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah TIME, membawakan topik <i>\u2018Post COVID-19: Rethink Consumer = Rethink Business\u201d<\/i> yang akan memaparkan ide-ide besar transformasi dan <i>business tool <\/i>\u00a0yang tepat untuk transformasi yang sedang terjadi saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya telah berlangsung makan malam bersama antara para pembicara dan juga pemimpin bisnis dari GDP Venture dengan 30 orang yang telah mendaftar pada tanggal 5 Oktober 2022.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Event) Hari ini, Kamis (6\/10) GDP Venture kembali menyelenggarakan acara dua tahunannya, ICON &#8211; innovation conference secara offline. ICON 2022 bertempat di Ballroom Hotel Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta dan akan berlangsung selama 2 hari hingga 7 Oktober 2022. Tahun ini, ICON2022 pun mengusung tema \u201cWhat\u2019s Normal Now\u201d yang membahas bagaimana pandemi COVID-19 telah membawa banyak perubahan. Baik pada perilaku masyarakat Indonesia termasuk para pemimpin bisnis yang dituntut untuk melihat dan menjalankan bisnis dengan perspektif yang berbeda. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":191886,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[8027,2725],"tags":[9167],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191885"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191885"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191887,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191885\/revisions\/191887"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}