{"id":18744,"date":"2013-10-20T12:32:07","date_gmt":"2013-10-20T05:32:07","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=18744"},"modified":"2013-10-20T12:32:07","modified_gmt":"2013-10-20T05:32:07","slug":"bertamasya-di-pulau-talise-sulawesi-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/10\/20\/bertamasya-di-pulau-talise-sulawesi-tengah\/","title":{"rendered":"Bertamasya di Pulau Talise, Sulawesi Tengah"},"content":{"rendered":"<div id=\"crumbs\" itemscope=\"\" itemtype=\"http:\/\/schema.org\/WebPage\">(Business Lounge\u00a0 \u2013 Travel) Pantai Talise merupakan obyek wisata utama di kota Palu pantai dengan memiliki panorama alam yang indah hamparan teluk dan pegunungan yang begitu mempesona.<\/div>\n<p>Pantai ini banyak dikunjungi wisatawan dan penduduk Palu pada sore hari. Menjelang matahari terbenam, pantai ini diramaikan penjual makanan dan minuman ringan.<\/p>\n<p>Pantai Talise yang berada di Jalan Rajamoli sampai Jalan Cut Mutia, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pantai Talise sebagai tempat tamasya adalah pilihan yang paling murah dan mudah karena selain tidak memerlukan biaya, lokasinya teramat mudah untuk dicapai karena berada di tengah kota.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/beritadaerah.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/pantai-talise.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" alt=\"pantai talise\" src=\"http:\/\/beritadaerah.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/pantai-talise-300x199.jpg\" width=\"407\" height=\"270\" \/><\/a><\/p>\n<p>Keberadaanya yang dekat dengan pusat kota menjadikan pantai ini banyak dikunjungi oleh pendatang maupun masyarakat Palu sendiri. Saat hari libur tiba, buka cuma anak-anak dan remaja yang bermain di pantai. Para pemilik kuda pacuanpun biasa membawa kudanya untuk mandi sekalian memacu kudanya di tepian Pantai Talise, Teluk Palu.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/beritadaerah.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/balap-kuda-pantai-talise.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" alt=\"balap kuda pantai talise\" src=\"http:\/\/beritadaerah.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/balap-kuda-pantai-talise-300x199.jpg\" width=\"411\" height=\"273\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pantai ini memang sangat cocok untuk kegiatan olah raga, seperti: berenang, selancar angin (wind surfing), sky air, menyelam, ataupun memancing.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/beritadaerah.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Lomba-Perahu-Layar-pantai-talise.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" alt=\"Lomba-Perahu-Layar-pantai talise\" src=\"http:\/\/beritadaerah.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Lomba-Perahu-Layar-pantai-talise-300x199.jpg\" width=\"414\" height=\"275\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pantai Talise tepat ini enak dikunjungi saat\u00a0 pagi dan sore hari menjelang matahari terbit dan terbenam. Bertamasya disore dan malam saat berjalan-jalan di Pantai Talise anda dapat sambil menikmati makanan kecil dan minuman berupa pisang goreng, jagung, pisang eppe, teh\/kopi, sarabba.\u00a0 Pantai Talise memang tempat yang tempat untuk berekreasi keluarga dan kaum muda-mudi.<\/p>\n<p>(Eni\/IC\/bd-bl)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge\u00a0 \u2013 Travel) Pantai Talise merupakan obyek wisata utama di kota Palu pantai dengan memiliki panorama alam yang indah hamparan teluk dan pegunungan yang begitu mempesona. Pantai ini banyak dikunjungi wisatawan dan penduduk Palu pada sore hari. Menjelang matahari terbenam, pantai ini diramaikan penjual makanan dan minuman ringan. Pantai Talise yang berada di Jalan Rajamoli sampai Jalan Cut Mutia, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pantai Talise sebagai tempat tamasya adalah pilihan yang paling murah dan mudah karena selain tidak memerlukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":18745,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1052,1044,1057],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18744"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18744"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18744\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18744"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}