{"id":183053,"date":"2021-08-20T16:13:55","date_gmt":"2021-08-20T09:13:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=183053"},"modified":"2021-08-20T16:13:55","modified_gmt":"2021-08-20T09:13:55","slug":"the-lone-ranger-aja-tidak-bisa-sendirian-kamu-bisa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2021\/08\/20\/the-lone-ranger-aja-tidak-bisa-sendirian-kamu-bisa\/","title":{"rendered":"The Lone Ranger Aja Tidak Bisa Sendirian, Kamu Bisa?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Teamwork<\/em> adalah bagian dari kehidupan kita, sekalipun situasi pandemi seperti sekarang ini, ketika kebanyakan orang ada di rumah, tidak berarti tidak memerlukan kerja sama. <em>Teamwork<\/em> adalah kebutuhan yang ada dari generasi ke generasi dan di dalam segala situasi. Semua orang mengalami bahwa kerja sama itu baik, lebih produktif, lebih inovatif dibandingkan bekerja sendirian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita seringkali mengagumi banyak orang yang berhasil. Sebut saja seperti Presiden Jokowi atau pendiri gojek Nadiem Makarim yang sekarang jadi mas menteri, atau tokoh internasional seperti Michael Jordan, Alexander the great, Wright bersaudara dan sederet tokoh lainnya. Kita mengagumi kisah orang yang sendirian sanggup berjuang, sanggup mengubah akan dunia dengan pemikirannya, namun faktanya tidak ada seorang pun yang melakukan hal yang besar seorang diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kisah fiksi yang ditayangkan pada\u00a0 sebuah acara radio dan televisi di Amerika Serikat yang diciptakan oleh George W. Trendle dan ditulis oleh Fran Striker, The Lone Ranger pun tidak berhasil sendirian. Tokoh utamanya adalah seorang Texas Ranger bertopeng di American Old West yang membela kebenaran bersama dengan teman American Indiannya yang bernama Tonto dan kudanya Silver. Jadi, adalah mitos bahwa kita bisa meraih keberhasilan sendirian. Lone Ranger saja butuh teman Tonto dan kudanya Silver.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Membangun sebuah <em>teamwork<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaannya adalah bagaimana kita membangun sebuah <em>teamwork<\/em> itu? Bukanlah mudah untuk menjawab pertanyaan ini, ada orang berpendapat kalau kita memiliki \u201c<em>chemistry<\/em>\u201d yang sama, atau istilah orang NTT \u201ccocok darah\u201d maka akan mudah membangun sebuah <em>teamwork<\/em>. Ada yang mengatakan bahwa bila dalam <em>teamwork<\/em> ada etos kerja yang kuat, tentunya mudah untuk membangun sebuah <em>teamwork<\/em>. Namun tetap saja terbukti bahwa ada <em>teamwork<\/em> yang berhasil dan ada juga yang menemui kegagalan. Bila <em>teamwork<\/em> mudah untuk dipelajari maka sebenarnya daftar 500 perusahan besar keluaran majalah Fortune akan tetap perusahaan itu saja, tapi kenyataan yang terjadi timbul tenggelam. Perusahaan ada yang berhasil ada yang gagal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan Devine pelatih sepak bola Amerika bergurau <em>&#8220;A team is a team is a team. Shakespeare said that many times.&#8221; <\/em>\u00a0Sebuah <em>teamwork<\/em> dipengaruhi oleh besarnya organisasi. Untuk sebuah organisasi yang besar seperti Walmart, dengan <em>revenue<\/em> sebesar US$548.743 billion, <em>teamwork<\/em> dihubungkan dengan sebuah tim yang sangat besar. Jumlah karyawan Walmart tahun 2021 berjumlah 2,300,000 orang dengan <em>10,524 stores worldwide. <\/em>Bisa dibayangkan bagaimana membangun <em>teamwork<\/em> untuk organisasi sebesar Walmart. Jadi <em>size<\/em> organisasi membuat tantangan dalam membangun teamwork berbeda-beda. Namun fakta bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah tim dan membutuhkan <em>teamwork<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu hal yang penting diperhatikan dalam membangun sebuah <em>teamwork<\/em> adalah bahwa <em>teamwork<\/em> terjadi dengan sebuah proses, membutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam belajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden Amerika Serikat ke-36, Lyndon B. Johnson mengatakan &#8220;<em>There are no problems we cannot solve together, and very few that we can solve by ourselves<\/em>.&#8221; Semua orang yang telah melakukan pekerjaan besar tidak melakukannya sendirian, selalu ada <em>teamwork<\/em> yang menyertai. <em>Teamwork<\/em> yang dikumandangkan oleh buku-buku bisnis modern telah ada begitu lama, malahan sejak manusia ada sudah membutuhkan <em>teamwork<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa saja manfaat sebuah <em>teamwork<\/em>?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sudut pandang pemimpin, maka kelemahan seorang pemimpin menjadi hilang saat manjadi satu dalam <em>teamwork<\/em>. Begitu juga kelebihan seorang pemimpin akan semakin cemerlang saat menjadi satu dengan <em>teamwork<\/em>. Pemimpin juga memiliki pemikiran yang luas saat <em>teamwork<\/em> sedemikian kuat. Gagasan pemimpin sendirian menjadi sempit bila tidak ada <em>teamwork<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Teamwork<\/em> menyanggupkan pemimpin mengangkat tanggung jawab yang sangat besar. Sebab dengan <em>teamwork<\/em> maka akan didapatkan kekuatan yang lebih besar untuk melaksanakan sebuah tugas, menghadapi tantangan yang besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Teamwork<\/em> menumbuhkan kerendahan hati yang tulus dan membangun komunitas yang kompak. Kebanggaan adalah kebanggaan bersama dan kegagalan adalah kegagalan bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kenapa masih ada keinginan bekerja sendiri?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesudah melihat keuntungan <em>teamwork<\/em> mengapa masih banyak orang yang tetap ingin bekerja sendirian?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama, karena pandangan <em>what&#8217;s it in for me?<\/em> Pola pikir yang fokusnya kepada \u201cdiri kita\u201d apakah untungnya buat saya? Kalau pola pikir ini ada maka kita tidak ingin ada dalam <em>teamwork<\/em>. Saat kita ingin membangun <em>teamwork<\/em> fokus kita berubah dari &#8220;saya&#8221; kepada &#8220;kita&#8221;. Andrew Carnegie memiliki nasehat yang bijak tentang hal ini, \u201c<em>Wealth is not to feed our egos but to feed the hungry and to help people help themselves<\/em>.\u201d Jadi tanggalkan ego kita dan jadilah bagian sebuah <em>teamwork<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua, merasa yakin bisa mengerjakan sendiri. Pola pikir ini akan menghambat kita mencapai keberhasilan, dengan pola pikir ini, kita menjadi gagal dahulu baru kita mencari pertolongan, lalu membangun <em>teamwork<\/em>. Sedari awal yakinlah bahwa <em>teamwork<\/em> akan membuat kita terhindar dari kegagalan. Allan Fromme menyatakan, &#8220;<em>People have been known to achieve more as a result of working with others than against them<\/em>.&#8221; Pola pikir ini tidak ada pada orang yang yakin bahwa dirinya bisa mengerjakan sendiri. Hanya sedikit yang bisa dilakukan sendirian, sangat banyak hal yang dilakukan dengan <em>teamwork<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Teamwork<\/em> menghadapi pandemi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi yang nyata kita hadapi sekarang adalah sebuah tantangan besar menghadapi pandemi. Dalam sebuah dialog di Peringatan Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia, ada tajuk acara berjudul \u201cpenjajahan kita akhiri, pandemi kita hadapi.\u201d Ini bermakna <em>teamwork<\/em> akan memungkin kita melalui pandemi ini dengan kemenangan. Dalam nilai-nilai bangsa Indonesia tertanam \u201cgotong-royong\u201d sebagai bentuk <em>teamwork<\/em> yang sekarang diambil oleh usaha rintisan atau <em>startup<\/em> dengan istilah <em>collaboration<\/em>. Bentuk <em>teamwork<\/em> sudah sangat bervariasi, <em>teamwork<\/em> masyarakat dengan pemerintah, <em>teamwork<\/em> pengusaha dengan pengusaha, <em>teamwork<\/em> masyarakat dengan pengusaha, <em>teamwork<\/em> pengusaha dengan pemerintah, semuanya dengan satu tujuan mengalahkan pandemi. Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan Senin 16 Agustus 2021 lalu mengatakan \u201cKesadaran, partisipasi, dan kegotongroyongan masyarakat menguat luar biasa. Kelembagaan pemerintahan lintas sektor dan lintas lembaga negara, serta antara pusat dan daerah sampai dengan desa, juga mengalami konsolidasi. Hal ini membuat kapasitas sektor kesehatan meningkat pesat dan semakin mampu menghadapi ketidakpastian yang tinggi dalam pandemi.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pandemi menciptakan <em>teamwork<\/em> yang kuat di tengah Bangsa Indonesia. Bukan saja dalam perusahaan, <em>teamwork<\/em> telah menjadi nilai di kehidupan masyarakat hingga dalam keluarga. Hal-hal yang besar akan terjadi bagi Indonesia saat <em>teamwork<\/em> menjadi semakin kuat. Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh, jadi tema peringatan Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia hanya bisa terlaksana dengan <em>teamwork<\/em> yang dibangun dalam keluarga, masyarakat, perusahaan, pemerintah menghadapi pandemi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources) Teamwork adalah bagian dari kehidupan kita, sekalipun situasi pandemi seperti sekarang ini, ketika kebanyakan orang ada di rumah, tidak berarti tidak memerlukan kerja sama. Teamwork adalah kebutuhan yang ada dari generasi ke generasi dan di dalam segala situasi. Semua orang mengalami bahwa kerja sama itu baik, lebih produktif, lebih inovatif dibandingkan bekerja sendirian. Kita seringkali mengagumi banyak orang yang berhasil. Sebut saja seperti Presiden Jokowi atau pendiri gojek Nadiem Makarim yang sekarang jadi mas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":183065,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2725,4],"tags":[263],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183053"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183053"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":183067,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183053\/revisions\/183067"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/183065"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}