{"id":177763,"date":"2021-01-11T07:30:14","date_gmt":"2021-01-11T00:30:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=177763"},"modified":"2021-02-02T18:43:20","modified_gmt":"2021-02-02T11:43:20","slug":"100-tahun-terbukti-terapi-plasma-konvalesen-kini-semakin-digencarkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2021\/01\/11\/100-tahun-terbukti-terapi-plasma-konvalesen-kini-semakin-digencarkan\/","title":{"rendered":"100 Tahun Terbukti, Terapi Plasma Konvalesen Kini Semakin Digencarkan!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Medicine)<\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Pemerintah saat ini bersama dengan PMI, menggencarkan pencarian donor plasma dari eks penderita COVID-19 yang telah sembuh. Sudah dibentuk unit-unit pendonoran darah di berbagai kota di Indonesia yaitu di 1<\/span><span style=\"color: #3f3f42;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">5 provinsi dengan 30 titik lokasi pendonoran plasma baik di RS maupun di PMI setempat. Saat memberikan keterangan perkembangan COVID-19 pada Rabu, 5 Januari 2021, Prof. Wiku Adisasmito, Jurubicara Satuan Tugas Gugus COVID-19 <\/span><\/span><span style=\"color: #444444;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">&#8220;Dengan menjadi donor, masyarakat turut berkontribusi dalam menjunjung tinggi semangat gotong royong dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan penanganan pasien COVID-19, utamanya pada kasus gejala berat dan kritis,.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Dengan angka kesembuhan per 8 Januari 2021 sebesar 82,5% maka Indonesia sebenarnya memiliki banyak potensi pendonor plasma di seluruh Indonesia. <\/span><span style=\"color: #444444;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) juga telah memulai penelitian sejak April 2020. <\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Setelah itu juga Pusat Litbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Badan Litbangkes bekerjasama dengan Lembaga Eijkman, Kemenristek\/BRIN, Palang Merah Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta seluruh rumah sakit yang terlibat melakukan penelitian terhadap TPK sejak September 2020<\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><b>Sejarah Terapi Plasma Konvalesen<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Riwayat Terapi Plasma Konvalesen ternyata sudah berusia 100 tahun! Saat itu ilmuwan Jerman Emil von Behring pada tahun 1890 berjuang melawan difteri dengan cara sengaja memaparkan kuda ke bakteri penyeba difteri. Setelah hewan itu sembuh, Behring menggunakan darah kuda yang kaya antibodi untuk mengimunisasi manusia terhadap penyakit mematikan itu dan percobaan itu berhasil! Pada tahun 1901 Behring memenangkan Hadiah Nobel pertama di bidang Fisiologi atau Kedokteran atas prestasinya. Kini teknologi telah semakin maju dan plasma darah dapat dipisahkan dari komponen lainnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><b>Perbedaan Terapi Plasma Konvalesen dan Vaksin<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Vaksin adalah imunisasi aktif untuk pencegahan agar tidak tertular COVID-19. Sedangkan<\/span><b> <\/b><span style=\"font-family: Arial, serif;\">terapi plasma konvalesen adalah imunisasi pasif. Plasma konvalesen <\/span><b> <\/b><span style=\"font-family: Arial, serif;\">disebut <\/span><span style=\"color: #171717;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">juga plasma penyembuhan atau plasma pemulihan, yaitu adalah plasma darah yang berasal dari <\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial, serif;\">donor yang telah terkena COVID-19 dan memiliki antibodi terhadap COVID-19<\/span><span style=\"color: #171717;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">. Plasma darah ini akan membantu untuk menekan perkembangan virus dan mengubah respons peradangan akibat infeksi virus.<\/span><\/span> <span style=\"font-family: Arial, serif;\">Plasma konvalesen berguna baik untuk menyembuhkan yang telah sakit karena COVID-19 ataupun untuk pencegahan. Namun saat ini penggunaannya lebih banyak sebagai terapi bagi yang terkena COVID-19 dengan gejala berat dan kritis. <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><b>Cara Kerja <\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Bagian cairan kuning darah yang mengandung protein dan antibodi yang disebut plasma, diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus yang menyerang tubuh dan menghasilkan antibodi. Plasma ini lalu diambil dari donor yang telah pulih dari COVID-19 melalui proses yang disebut apheresis dengan menggunakan mesin khusus untuk memisahkan darah menjadi beberapa komponen. <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Plasma darah diberikan pada yang membutuhkan melalui infus sedangkan komponen darah lainnya yaitu sel darah merah, sel darah putih dan trombosit dikembalikan ke tubuh donor. Plasma yang ditransfusikan ini menjadi penyedia antibodi SARS-CoV-2 yang mengikat virus corona yang ditargetkan, menghentikannya untuk menempel ke sel baru sehingga menghentikan berkembangnya partikel virus. <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><b>Syarat Menjadi Donor Plasma<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #212529;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Tidak mudah untuk menjadi pendonor. Tentu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat itu antara lain adalah: <\/span><\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<p lang=\"id-ID\" align=\"justify\"><span style=\"color: #212529;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Pendonor harus benar-benar sehat, pernah terdiagnosis COVID-19 dengan PCR positif dan dinyatakan sudah sembuh dari COVID-19, tidak sakit dalam kurun waktu 14-29 hari. <\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"id-ID\" align=\"justify\"><span style=\"color: #212529;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Diutamakan pendonor yang pernah mengalami gejala sedang hingga berat.<\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"id-ID\" align=\"justify\"><span style=\"color: #212529;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Berusia 17-60 tahun<\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"id-ID\" align=\"justify\"><span style=\"color: #212529;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Pernah mendonorkan darah<\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"id-ID\" align=\"justify\"><span style=\"color: #212529;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Pendonor perempuan tidak boleh memiliki anak lebih dari dua orang<\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" align=\"justify\"><span style=\"color: #212529;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Pendonor harus bebas dari empat penyakit menular, yaitu HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis dan juga <\/span><\/span><span style=\"color: #444444;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">tidak memiliki penyakit yang berat (gagal ginjal, jantung, kanker, kencing manis, darah tinggi tidak terkontrol)<\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Yuk bagi yang sudah sembuh, dapat berpartisipasi bagi bangsa tercinta dengan mendonorkan plasma darah Anda bagi banyak orang. <\/span><\/p>\n<p><em><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-49296 alignleft\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg\" alt=\"\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/>dr. Vera Herlina,S.E.,M.M\/VMN\/BL\/Editor in Chief, Coordinating Partner of Management &amp; Technology Services, Vibiz Consulting<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Medicine) Pemerintah saat ini bersama dengan PMI, menggencarkan pencarian donor plasma dari eks penderita COVID-19 yang telah sembuh. Sudah dibentuk unit-unit pendonoran darah di berbagai kota di Indonesia yaitu di 15 provinsi dengan 30 titik lokasi pendonoran plasma baik di RS maupun di PMI setempat. Saat memberikan keterangan perkembangan COVID-19 pada Rabu, 5 Januari 2021, Prof. Wiku Adisasmito, Jurubicara Satuan Tugas Gugus COVID-19 &#8220;Dengan menjadi donor, masyarakat turut berkontribusi dalam menjunjung tinggi semangat gotong royong dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":177765,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1055],"tags":[8305,8521,8523],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177763"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177763"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177763\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":177767,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177763\/revisions\/177767"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177763"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177763"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177763"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}