{"id":177619,"date":"2020-12-31T12:41:24","date_gmt":"2020-12-31T05:41:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=177619"},"modified":"2021-02-02T18:43:51","modified_gmt":"2021-02-02T11:43:51","slug":"satu-lagi-penelitian-vaksin-covid-19-yang-berbeda-cara-kerjanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2020\/12\/31\/satu-lagi-penelitian-vaksin-covid-19-yang-berbeda-cara-kerjanya\/","title":{"rendered":"Satu Lagi! Penelitian Vaksin COVID-19 yang Berbeda Cara Kerjanya!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight)<\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">COVID-19 telah membangkitkan semangat penelitian para peneliti di seluruh dunia. Berbagai negara berlomba-lomba membuat vaksin dan obat untuk COVID-19. Amerika adalah salah satu negara yang memiliki banyak penelitian dan penelitian yang satu ini sangat menarik! <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><b>Dimulai Maret 2020<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Universitas Virginia di Amerika turut serta dalam penelitian pengobatan dan pembuatan vaksin COVID-19, terlebih ketika angka penderita COVID-19 semakin meningkat di Virgina. Dimulai pada Maret 2020, Wakil Ketua Penelitian Universitas Virginia, Dr. William Petri mengatakan \u201cAnda memiliki masalah penting dan Anda ingin mengerjakannya dari berbagai sudut yang Anda bisa. Hasil akhir yang kita semua inginkan adalah mendapatkan vaksin yang melindungi orang.\u201d<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Kini di bulan Desember 2020, penelitian itu berbuah dengan menghasilkan 2 hal baru yaitu yang pertama vaksin yang telah terbukti 100% efektif pada tikus dan yang kedua adalah proyek pengobatan imunoterapi untuk pasien COVID-19. Virgia sendiri telah melakukan vaksinasi Pfizer di Norfolk Virginia sejak 15 Desember 2020 dan vaksin ini dipasarkan oleh Universitas Charlottesville. <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><b>Perbedaan dengan Vaksin Pfizer dan Moderna<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Dr. William Petri dan tim dalam penelitian akademis ini berharap vaksin mereka bisa menjadi pelengkap vaksin lain, atau bahkan menjadi yang lebih baik. Lalu apa perbedaan vaksin yang mereka teliti dengan Vaksin Pfizer dan Moderna? Ada tiga perbedaan dari Vaksin Universitas Virginia ini. <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">1. Perbedaan Metode<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Vaksin Pfizer dan Moderna sama-sama menggunakan m-RNA, suatu metode baru yang memicu sel membuat protein yang dapat menghasilkan respons imun terhadap virus corona serta tidak memasukkan virus yang dilemahkan ke dalam tubuh kita. <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Sedangkan dr. William Petri dan tim menggunakan apa yang disebut adjuvan, yaitu memberikan orang protein secara langsung yang dapat merangsang respons imun yang kuat tanpa memicu sel untuk membuat sendiri protein seperti yang dilakukan oleh mRNA . Adjuvan vaksin berasal dari Institut Penelitian Penyakit Menular di Seattle. Adjuvan membantu mengaktifkan reseptor yang ada pada sel di seluruh tubuh kita. Mereka memberi tahu tubuh kita bahwa mereka diserang oleh mikroorganisme. <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Pada tanggal 23 Desember 2020, dr. William Petri mengatakan bahwa ini adalah dua pendekatan yang berbeda dengan tujuan yang sama, yaitu membuat respons antibodi yang tinggi yang seharusnya mampu melindungi dari infeksi. Vaksin ini dirancang untuk memperoleh kekebalan yang sangat tahan lama, yang tentunya memerlukan waktu panjang untuk mengujinya. <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">2. Perbedaan suhu penyimpanan vaksin<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Perbedaan lainnya adalah vaksin ini dapat disimpan pada suhu kamar, tidak seperti vaksin Pfizer, yang membutuhkan suhu sangat dingin. Keuntungannya adalah hal ini akan mempermudah proses pengangkutan dan pendistribusian vaksin. V yang mempersulit pengangkutan<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">3. Cara pemberian<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Diberikan melalui hidung, tidak memerlukan jarum suntik.<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><b>Tahap Uji<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Vaksin ini baru memasuki tahap pra-klinik ketika dr. William Petri dan tim telah menyelesaikan percobaan pada tikus dengan 10 ekor tikus diteteskan vaksin sedangkan ada 10 tikus lain yang tidak menerima vaksin lalu kedua kelompok tikus disuntiikan virus COVID-19. Hasilnya 100% efektif yaitu semua yang diberikan vaksin tidak ada yang sakit. Percobaan ini masih perlu diulang untuk verifikasi hasil lalu dilanjutkan dengan percobaan pada primata barulah diputuskan apakah dapat memasuki fase clinical trial pada manusia. <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Penelitian ini membutuhkan ratusan ribu dolar. Dr. William Petri dan tim telah mengajukan permohonan untuk hibah federal dan menerima sejumlah dana dari yayasan lokal.<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Penelitian demi penelitian telah membuktikan bahwa manusia tidak menyerah menghadapi pandemi. Inilah kehebatan manusia yang terus berusaha berpikir dan mencari solusi. Kita harapkan akan semakin berkembang pengobatan dan vaksin untuk COVID-19 dan dunia dapat terbebas dari pandemi. <\/span><\/p>\n<p lang=\"id-ID\" align=\"justify\"><em>VH\/VMN\/BLJ<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight) COVID-19 telah membangkitkan semangat penelitian para peneliti di seluruh dunia. Berbagai negara berlomba-lomba membuat vaksin dan obat untuk COVID-19. Amerika adalah salah satu negara yang memiliki banyak penelitian dan penelitian yang satu ini sangat menarik! Dimulai Maret 2020 Universitas Virginia di Amerika turut serta dalam penelitian pengobatan dan pembuatan vaksin COVID-19, terlebih ketika angka penderita COVID-19 semakin meningkat di Virgina. Dimulai pada Maret 2020, Wakil Ketua Penelitian Universitas Virginia, Dr. William Petri mengatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":177621,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1050],"tags":[8305],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177619"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177619"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177619\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":177623,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177619\/revisions\/177623"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}