{"id":17744,"date":"2013-09-29T10:25:35","date_gmt":"2013-09-29T03:25:35","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=17744"},"modified":"2014-03-08T11:02:29","modified_gmt":"2014-03-08T04:02:29","slug":"kualitas-yang-dimiliki-seorang-pemimpin-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/09\/29\/kualitas-yang-dimiliki-seorang-pemimpin-besar\/","title":{"rendered":"Kualitas Yang Dimiliki Seorang Pemimpin Besar"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge\u00a0 \u2013\u00a0 Leadership) \u2013 Apa yang ada dipikiran kita\u00a0 untuk membuat seseorang menjadi pemimpin besar? Siapakah yang\u00a0 layak menjadi seorang pemimpin besar? Kualitas apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin besar?\u00a0 Kita tahu\u00a0 bahwa tidak semua manusia terlahir untuk menjadi seorang pemimpin ? Tapi satu hal yang\u00a0 kita harus tahu bahwa setiap manusia memiliki potensi, bakat, kemampuan, dan kapasitas yang unik, secara pribadi. Namun, sangat menyedihkan kalau kita tidak mengembangkan potensi yang ada didalam diri kita dan tidak melakukan apa-apa.<\/p>\n<p>Dan banyak sekali orang ingin menjadi pemimpin besar\u00a0 tetapi sedikit sekali mereka yang berhasil.\u00a0 Karena mereka tidak menggali potensi yang ada didalam diri mereka. Karena potensi tidak dapat terwujud tanpa bentuk. Seperti beton, potensi harus dicurahkan ke dalam suatu wadah, sesuatu yang dapat memberi bentuk pada potensi itu dan membuat menjadi berguna. Bentuk apakah yang di pakai sebagai tempat untuk mencurahkan potensi ?\u00a0\u00a0\u00a0 Keputusan \u2013 keputusan . Untuk mengembangkan potensi yang benar kita harus membuat suatu rencana,memiliki tujuan, ide, atau visi yang besar dan mengambil tindakan. Potensi adalah harta yang tidak ternilai seperti emas. Dan kita semua memiliki emas yang terpendam didalam hidup kita dan kita harus menggali dan mendapatkannya.<\/p>\n<p><strong>Howard Schultz, the CEO of Starbucks,<\/strong> dalam bukunya\u00a0 \u201c<em>Lessons From the Top: The Search for America\u2019s Best Business Leaders\u201d<\/em>, membuat observasi sebagai berikut :<\/p>\n<p><em>\u201cI think it\u2019s very difficult to lead today when people are not really truly participating in the decision. You won\u2019t be able to attract and retain great people if they don\u2019t feel like they are part of the authorship of the strategy and the authorship of the really critical issues. If you don\u2019t give people an opportunity to really be engaged, they won\u2019t stay<\/em>.\u201d\u201d<\/p>\n<p>Sebagai seorang pengusaha dengan karyawan, salah satu tujuan utama Anda adalah terutama\u00a0 untuk menarik dan mempertahankan pekerja termotivasi.\u00a0 Patty Vogan,\u00a0 salah satu\u00a0 pemilik dari Victoria Coaching dan juga\u00a0 chairman dari organisasi CEO terbesar di dunia, TEC International, menjelaskan lima kunci yang akan membantu Anda menjadi seorang pemimpin yang besar.<\/p>\n<p>Kunci # 1: Anda harus memiliki visi. Kita semua pernah mendengar pepatah \u201cAnda harus berdiri untuk sesuatu, atau Anda akan gagal dan jatuh\u201d Tapi apakah maksudnya itu? Sebagai seorang pemimpin, Anda harus belajar untuk mengkomunikasikan visi atau visi dari perusahaan Anda untuk orang yang Anda ingin mengikuti Anda. Tapi bagaimana bisa Anda melakukannya?<br \/>\n\u2022 Belajar untuk melukis\u00a0 dengan kata-kata. Berbicaralah, menulislah, menggambarlah, atau sentuhlah.\u00a0 Apapun metodenya\u00a0 untuk dapat\u00a0 membuat sebuah\u00a0 gambar, lakukan hal itu. Seperti yang mereka katakan, \u201d A picture is worth a thousand words.\u201d<br \/>\n\u2022 Mintalah setiap manajer lainnya di perusahaan Anda untuk memberitahu Anda, dalam kata-kata mereka sendiri, tentang visi perusahaan. Seberapa jauhkah Anda berpikir mereka mengerti? Apakah tim Anda pada pengertian yang sama seperti Anda?<br \/>\n\u2022 Ketika Anda bekerja, visi perusahaan Anda harus berada dalam pikiran Anda setiap hari, dan Anda harus mengevaluasi kembali kadang-kadang sehingga tetap teraplikasi dengan perubahan zaman di mana kita hidup. Dan ingat, staf Anda harus sama terlibat sebagai Anda dalam menjaga visi itu tetap up to date . Pastikan mereka terlibat di dalamnya.<\/p>\n<p>Kunci # 2: Anda harus memiliki gairah (passion). Pikirkan para pelaut yang bepergian dengan Christopher Columbus atau Leif Ericsson untuk mengeksplorasi wilayah yang belum dipetakan. Gairah pemimpin mereka mengilhami mereka untuk menghadapi tantangan baru dan sangat berbahaya.<br \/>\nUntuk membangun sebuah tim manajemen yang luar biasa, Anda harus menyalakan terus \u201capi di perut mereka,\u201d supaya mereka merasakan suatu\u00a0 gairah tentang perusahaan dan juga\u00a0 visi dari pemimpin. Gairah adalah suatu bagian penting dari menjadi seorang pemimpin besar,\u00a0 jika Anda tidak memilikinya, Anda tidak bisa menjadi pemimpin besar. Bayangkan semua pemimpin besar yang ada\u00a0 sepanjang zaman dan coba sebutkan nama yang tidak memiliki gairah.<br \/>\nDan gairah ini menular.\u00a0 Ketika Anda berbicara tentang visi Anda untuk perusahaan, biarkan gairah Anda untuk menular pada orang yang mendengar.\u00a0 Orang lain akan merasakannya. Jika Anda tidak memiliki gairah untuk visi Anda, maka\u00a0 Anda perlu menciptakan kembali suatu\u00a0 visi yang memang membuat anda bergairah.<\/p>\n<p>Kunci # 3: Anda harus belajar untuk menjadi pembuat keputusan besar. Bagaimana keputusan besar\u00a0 tersebut diambil dalam perusahaan Anda? Bagaimana proses Anda untuk memutuskannya? Sebagai contoh, apakah Anda berbicara dengan tim manajemen dan membuat daftar pro dan kontra untuk membantu Anda membuat keputusan yang terbaik? Mungkin Anda melakukan analisis biaya. Atau apakah Anda membuat timeline untuk strategi implementasi, proses dan waktu?<br \/>\nTentunya\u00a0 Anda tidak ingin menjadi salah satu dari pemimpin-pemimpin yang tidak pernah berkonsultasi\u00a0 sebelum membuat keputusan, kemudian mengumumkan perubahan pada hari berikutnya dan akhirnya\u00a0 menjadi frustrasi ketika tidak ada mengikutinya. Jika Anda salah satu dari mereka, Anda perlu\u00a0 menerapkan suatu\u00a0 proses melakukannya.<br \/>\nSistem\u00a0 dibawah ini dapat Anda gunakan untuk menjadi pembuat keputusan yang lebih baik. Sistem\u00a0 ini disebut Q-CAT:<br \/>\n\u2022 Q = Cepat. Jadilah cepat tapi tidak tergesa-gesa.<br \/>\n\u2022 C = Berkomitmen. Jadilah berkomitmen terhadap keputusan Anda, tetapi tidak kaku.<br \/>\n\u2022 A = Analitik. Jadilah analitis, tetapi tidak lebih menganalisis (analisis terlalu banyak dapat menyebabkan kelumpuhan.)<br \/>\n\u2022 T = Thoughtful. Jadilah bijaksana dalam\u00a0 semua hal yang penting, tapi jangan obsesif.<br \/>\nBila Anda menggunakan Q-CAT, itu akan membantu Anda untuk memutuskan kapan membawa orang lain ke proses tersebut dan apa langkah-langkah yang\u00a0 perlu diambil untuk membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Kunci\u00a0 # 4: Anda harus menjadi pembangun tim. Untuk menjadi seorang pemimpin besar, Anda harus mengembangkan sebuah tim besar . Tapi bagaimana Anda melakukan itu? Anda dapat memulai dengan menyerahkan tanggung jawab kepada tim dan membiarkan tim Anda untuk menjalankannya. Ajarkan tim Anda untuk menggunakan Q-CAT sistem pengambilan keputusan dan memberi mereka kebebasan untuk bekerja melalui keputusan mereka sendiri.<br \/>\nKetika sepertinya semua tidak sesuai dengan dead line yang diharapkan,\u00a0 inilah waktunya Anda tetap berkata\u00a0 bahwa\u00a0 Anda percaya mereka mampu, untuk membiarkan mereka tahu bahwa Anda mendukung mereka dan siap untuk membantu. Juga\u00a0 bersiaplah untuk mengubah rencana dan membuat yang baru. Jangan lupa tetap menggunakan humor untuk menjaga semangat tim Anda selama krisis ini. Ketika terjadi sesuatu yang sulit, tim Anda akan melihat Andalah yang membuat\u00a0 mereka kuat dan terus bertahan.<\/p>\n<p>Kunci\u00a0 # 5: Anda harus memiliki karakter. Tanpa karakter, semua\u00a0 \u201ckunci\u201d yang lain ini akan menjadi\u00a0 sia-sia. Itu karena kekuatan karakter dan keterbatasan pribadi Anda memainkan peran penting dalam gaya kepemimpinan Anda. Pertanyaan sebenarnya adalah, apakah Anda menyadari apa peran yang mereka mainkan? Semua pemimpin besar telah mengambil langkah-langkah untuk belajar tentang kepribadian individu mereka dan bagian apa yang dimainkannya dalam gaya kepemimpinan mereka.<\/p>\n<p>Jadi apa gaya kepemimpinan Anda? Jika Anda tidak tahu, ada\u00a0 begitu banyak penilaian gaya kepemimpinan yang tersedia. Ini cara yang baik untuk melakukan \u201ccek karakter\u201d pada diri sendiri dan keterampilan kepemimpinan Anda. Kemudian, setelah Anda melakukan penilaian, tanyalah pada diri sendiri adalah, apakah Anda merasa karakter\u00a0 anda sesuai dengan\u00a0 penilaian tersebuta?\u00a0 Dalam belajar menjadi seorang pemimpin besar, langkah pertama adalah terbuka terhadap\u00a0 semua umpan balik tentang diri Anda sebagai seorang pemimpin.<\/p>\n<p>Coach Margetty Herwin,\u00a0 Certified Master Coach dari\u00a0 Life Coach, Executive Coach, Business and Money Coach\u00a0 dalam seminar bertemakan leadership yang diselenggarakan\u00a0 beberapa waktu lalu, menyebutkan 10 tipe pemimpin selevel presiden direktur dibawah ini, yang sukses dengan bisnisnya.<\/p>\n<p>1.<strong> Tipe Inovator<\/strong><br \/>\nTerdapat sejumlah nama yang termasuk tipe pemimpin kaya inovasi ini. Sebut saja Steve Jobs, Co-Founder, Chairman &amp; CEO, Apple, Inc atau Mark Zuckerberg, Founder &amp; CEO Facebook. Kedua nama ini memiliki gaya kepemimpinan yang serupa tapi tak sama. Satu-satunya kesamaan mereka adalah inovasi yang diciptakan, dan menghasilkan bisnis beraset besar.<\/p>\n<p>* <strong>Mark Zuckerberg,<\/strong> pebisnis muda kelahiran New York, 1984<br \/>\nGaya kepemimpinan: Perfeksionis, pendobrak, dan kreatif.<br \/>\nKekuatan kunci: Menggabungkan kemampuan teknis yang tinggi, bidang TI, dengan komunitas sosial.<br \/>\nKeputusan besar: Drop out dari kampus dan menciptakan Facebook.<\/p>\n<p>* <strong>Steve Jobs, l<\/strong>ahir pada 1955 di San Fransisco<br \/>\nGaya kepemimpinan: Visioner, kreatif dan mandiri, otokratik.<br \/>\nKekuatan kunci: Memiliki pemahaman naluriah terkait terhadap teknologi.<br \/>\nKeputusan besar: Mengembangkan iPod dan iTunes.<\/p>\n<p>2.<strong> Tipe Pionir<\/strong><br \/>\n<strong>Michael Dell (CEO Dell<\/strong> Inc), lahir di Houston, 1965<br \/>\nGaya kepemimpinan: Tidak egois, tidak mengeksklusifkan diri, melayani.<br \/>\nKekuatan kunci: Berpikir lebih jauh ke depan dan tidak konvensional.<br \/>\nKeputusan besar: Menjual produk Dell dari pintu ke pintu.<\/p>\n<p>3.<strong> Tipe Motivator<\/strong><br \/>\nW. James McNerney, Jr (CEO The Boeing Company) lahir di Rhode Island, 1949<br \/>\nGaya kepemimpinan: Inspirasional, penuh rasa ingin tahu, visioner, individu yang efektif.<br \/>\nKekuatan kunci: Mampu maksimalkan potensi SDM-nya.<br \/>\nKeputusan besar: Bergabung dengan GE Asia dan menjadi mendunia karenanya.<\/p>\n<p>4.<strong> Tipe Organizer<\/strong><br \/>\n<strong>Fred Smith (pendiri,<\/strong> Chairman &amp; CEO FEDEX), lahir di Mississippi, 1944<br \/>\nGaya kepemimpinan: Visioner, berani mengambil risiko, ulet.<br \/>\nKekuatan kunci: Jeli melihat peluang.<br \/>\nKeputusan besar: Menciptakan integrasi sistem pengiriman udara.<\/p>\n<p>5<strong>. Tipe Ahli Strategi<\/strong><br \/>\n<strong>Warren Buffet (pendiri, Chairm<\/strong>an &amp; CEO, Berkshire Hathaway) lahir di Omaha, 1930<br \/>\nGaya kepemimpinan: Tak pernah berasumsi.<br \/>\nKekuatan kunci: Cerdas membuat perhitungan bisnis.<br \/>\nKeputusan besar: Sukses mengenalkan bisnis portal (dotcom).<\/p>\n<p>6<strong>. Tipe Membangun<\/strong><br \/>\nCarlos Ghosn (President &amp; CEO, Nissan &amp; Renault), lahir di Porto Veho, Brazil, 1954<br \/>\nGaya kepemimpinan: Menggunakan pendekatan langsung, mengubah masalah rumit menjadi solusi praktis.<br \/>\nKekuatan kunci: Pengorganisasan, disiplin.<br \/>\nKeputusan besar: Melawan arus dalam merger antara Renault dengan Nissan.<\/p>\n<p>7. <strong>Tipe Penilai<\/strong><br \/>\nJack Welch (Chairman &amp; CEO General Electric) lahir di Massachussetts, 1935<br \/>\nGaya kepemimpinan: Terus terang, tegas, fokus.<br \/>\nKekuatan kunci: Lahir sebagai pemenang.<br \/>\nKeputusan besar: Pengurangan kerja dan divestasi.<\/p>\n<p>8.<strong> Tipe Visioner<\/strong><br \/>\n<strong>* Lew Frankfort<\/strong> (Chairman &amp; CEO Coach Inc) lahir di New York, 1947<br \/>\nGaya kepemimpinan: Teliti, bersemangat, berorientasi pada tujuan<br \/>\nKekuatan kunci: Mengenalkan dan mengadaptasi teknik operasional pemerintahan dengan SOP dari Coach.<br \/>\nKeputusan besar: Merekrut Tommy Hilfiger sebagai desainer<\/p>\n<p>* <strong>JW Marriott, Sr<\/strong> (pendiri &amp; CEO Marriott Company) lahir di Marriott, Utah, 1900<br \/>\nGaya kepemimpinan: Kokoh, sistematis, perfeksionis, perhatian.<br \/>\nKekuatan kunci: Mengeksplorasi cara untuk ekspansi dalam mengubah dunia.<br \/>\nKeputusan besar: Menciptakan bisnis katering penerbangan udara.<\/p>\n<p>9. <strong>Tipe Kontroversial<\/strong><br \/>\n<strong>Rupert Murdoch <\/strong>(Chairman &amp; CEO News Corp) lahir di Melbourne, Australia, 1931<br \/>\nGaya kepemimpinan: Ambisius, terikat, tegas sebagai penentu.<br \/>\nKekuatan kunci: Mengkombinasikan uang, relasi dan itikad untuk memberikan penentuan harga di pasar bebas.<br \/>\nKeputusan besar: Mempertahankan kontroling yang efektif di perusahaan media miliknya.<\/p>\n<p>10.<strong> Tipe Penakluk Dunia<\/strong><br \/>\nHoward Schultz (Chairman &amp; CEO Starbucks)<br \/>\nGaya kepemimpinan: Inspirasional, berpegang teguh, antusias, kharismatik.<br \/>\nKekuatan kunci: Bakat marketing dan wawasan tentang peluang kesempatan.<br \/>\nKeputusan besar: Beralih dari kebijakan konvensional dalam menciptakan kopi yang mendunia.<\/p>\n<p>Beberapa contoh di bawah ini juga merupakan contoh\u00a0 dari\u00a0 para CEO yang ada di Indonesia, sebagai berikut :<\/p>\n<p><strong>Betti\u00a0 Alisjahbana<\/strong>, wanita pertama yg dipercaya memimpin IBM kawasan\u00a0 Asia Pasifik. Didukung pengalaman lebih dari\u00a0 20 tahun\u00a0 berkecimpung di dunia teknologi\u00a0 informasi,\u00a0 Betty membagikan\u00a0 tipe kepemimpinannya\u00a0 yang mampu menciptakan budaya kinerja tinggi IBM yaitu dalam hal :<br \/>\nMembangun bisnis dengan fondasi misi dan nilai2<br \/>\nMenciptakan organisasi yg gesit dan tampil prima<br \/>\nMenciptakan budaya melayani dan terus menerus belajar tanpa\u00a0 henti<\/p>\n<p><strong>Fransiscus\u00a0 Welirang<\/strong> ,Vice President\u00a0 Direktur\u00a0 Indofood,\u00a0 memiliki\u00a0 kepemimpinan yang\u00a0 membawa Bogasari senantiasa bertransformasi dan atau terus menerus melakkan perubahan demi perubahan yang meliputi segenap hal strategis bg psh. Indofood memiliki resep tersendiri dalam melakukan leadersip transformation , yaitu dengan menggunakan 8 principles of transformation\u00a0 yang terdiri atas hal-hal sebagai berikut :<br \/>\nPrinciples of\u00a0 historical forces<br \/>\nPrinciples of clarity of purposes<br \/>\nPrinciples of desirable end state<br \/>\nPrinciples of power of the will<br \/>\nPrinciples of sustainable profitability<br \/>\nPrinciples of challenges and constraint<br \/>\nPrinciples of the key<br \/>\nPrinciples of the change of friendliness<\/p>\n<p><strong>Stanley Setia\u00a0 Atmadja<\/strong>, CEO\u00a0 PT Adira Dinnamika Multifinance. Dimulai\u00a0 sejak kepemimpinannya di\u00a0 tahun\u00a0 1991 telah\u00a0 berhasil merubah\u00a0 perusahaan tersebut\u00a0 yg tadinya hanya berfokus keuntungan jangka pendek, dimana semua urusan ditangani sendiri,\u00a0 juga porttfolio\u00a0 bisnis, jaringan dan man power masih minim menjadi perusahaan kelas dunia.\u00a0 Dengan growth\u00a0 strategy\u00a0 yang dia miliki, maka\u00a0 dia memutuskan utk mengelola\u00a0 perusahaannya secara profesional\u00a0 seperti perusahaan\u00a0 kelas dunia. Sehingga\u00a0 dicanangkan visi yg baru yaitu, menjadi perusahaan pembiayaan kelas dunia, sehingga semua misi dan nilai2nya pun berubah.<\/p>\n<p>Belajar\u00a0 dari berbagai tipe dan contoh di atas kekuatannya adalah bahwa mereka menggembangkan potensi yang ada didalam diri mereka dan tidak ada kata menyerah ,\u00a0 disiplin yang tinggi, motivasi yang kuat, kreativitas yang tinggi, kejujuran, integritas,\u00a0 berani, bertanggung jawab, dan lain sebagainya. Semua yang ada didalam diri kita perlu dikembangkan sehingga kita dapat melihat keberhasilan dan itu adalah suatu kebahagian yang tidak ternilai.<\/p>\n<p>Jadi, apakah Anda seorang pemimpin besar? Atau apakah Anda memiliki keinginan untuk menjadi seorang\u00a0 pemimpin yang besar? Ingat, seorang pemimpin besar adalah seseorang yang memiliki visi yang jelas dan dapat mengubah visi itu menjadi gambaran yang jelas sehingga orang lain dapat melihat. Ketika Anda berbicara tentang visi Anda, itu harus dengan hasrat Anda rasakan dalam hati Anda, gairah yang menciptakan antusiasme yang akan membuat tim Anda ingin untuk bergabung. Ketika keputusan besar perlu dibuat, Anda harus mendorong semua orang untuk menggunakan sistem Q-CAT dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri. Dan Anda harus terus-menerus menilai karakter Anda sendiri dan tidak pernah berhenti tumbuh, pribadi atau profesional.<\/p>\n<p>Jika Anda dapat menerapkan beberapa kunci\u00a0 dan contoh untuk kepemimpinan yang hebat, maka Anda akan menjadi seorang pemimpin yang\u00a0 besar dan\u00a0 dikelilingi oleh karyawan yang hebat!<\/p>\n<p>(Ovita\/IC\/BL)<\/p>\n<p>Ovita : Kontributor Folder Leadership di web Businesslounge<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge\u00a0 \u2013\u00a0 Leadership) \u2013 Apa yang ada dipikiran kita\u00a0 untuk membuat seseorang menjadi pemimpin besar? Siapakah yang\u00a0 layak menjadi seorang pemimpin besar? Kualitas apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin besar?\u00a0 Kita tahu\u00a0 bahwa tidak semua manusia terlahir untuk menjadi seorang pemimpin ? Tapi satu hal yang\u00a0 kita harus tahu bahwa setiap manusia memiliki potensi, bakat, kemampuan, dan kapasitas yang unik, secara pribadi. Namun, sangat menyedihkan kalau kita tidak mengembangkan potensi yang ada didalam diri kita dan tidak melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":17745,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[15,1051],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17744"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17744"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17744\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26752,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17744\/revisions\/26752"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17744"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}