{"id":177369,"date":"2020-12-18T09:06:58","date_gmt":"2020-12-18T02:06:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=177369"},"modified":"2021-02-02T18:45:32","modified_gmt":"2021-02-02T11:45:32","slug":"bekerja-cepat-obat-baru-penghambat-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2020\/12\/18\/bekerja-cepat-obat-baru-penghambat-covid-19\/","title":{"rendered":"Bekerja Cepat, Obat Baru Penghambat COVID-19"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Medicine)<\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Harapan dunia untuk terbebas dari pandemi COVID-19 sangatlah besar. Banyak orang yang sudah menanti-nantikan vaksin dan menaruh harapan pada vaksin. Namun sebenarnya sangat membutuhkan waktu yang panjang untuk suatu negara tervaksinasi seluruhnya. Sementara menunggu masa itu, tetap diperlukan obat untuk menangani penyakit ini. <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Setelah Lopinavir, Ritonavir, Remdesivir, Ribavarin, dan Interferon-1Beta menjadi obat bagi yang terkena COVID-19 maka saat ini perkembangan terbaru yang menjadi buah bibir adalah Molnupiravir, yang baru saja dipublikasikan dalam jurnal Nature Microbiology pada tanggal 6 Desember 2020. Molnupiravir atau <\/span><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">MK-4482\/EIDD-2801 a<\/span><\/span><span style=\"font-family: Arial, serif;\">dalah obat antivirus yang dikembangkan oleh DRIVE (Drug Innovation Ventures at Emory) di Institue of Biomedical Sciences di Georgia State University, Atlanta. Obat ini dilisensikan oleh Ridgeback Biotherapeutics yang mengusung kerjasama dengan perusahaan obat terkenal Merck &amp; Co.<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" lang=\"id-ID\" align=\"justify\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\">Sebenarnya Molnupiravir diciptakan untuk menjadi obat influenza tapi pada akhirnya berkembang untuk melawan COVID-19. Penelitian dilakukan terhadap hewan terlebih dahulu, yaitu musang dan ternyata didapati sangat efektif. Obat yang diminum secara oral ini memiliki cara kerja memblokade total transmisi dari COVID-19 dalam waktu hanya 24 jam. Sangat cepat bukan?<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Josef Wolf, pemimpin utama dalam penelitian ini mengatakan <\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\"><i>\u201cKetika kami menampung musang yang terinfeksi lalu merawatnya bersamaan dalam satu kandang dengan musang yang tidak terinfeksi, tidak satupun musang sehat yang kontak dengan musang terinfeksi menjadi sakit.&#8221; <\/i><\/span><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Musang memang adalah hewan yang sangat popular untuk menjadi model penelitian pada influenza dan penyakit-penyakit pernafasan lainnya karena paru-paru musang mirip dengan paru-paru manusia. Kondisi yang terjadi pada musang yang menderita SARS-COV2 adalah mirip dengan manusia dewasa muda, dimana bila terkena COVID-19 walau dapat menjadi penyebar penyakit tapi penyakit itu sendiri tidak menjadi parah pada penderita. <\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Menurut para peneliti, hal yang sama dapat terjadi pada manusia yang terkena COVID-19 bahwa pasien akan menjadi non-infeksius, tidak lagi dapat menginfeksi orang lain dalam 24 jam setelah memulai terapi dengan Molnupiravir. Hal ini akan sangat bermakna dalam menekan penyebaran penyakit. Obat yang kini sudah memasuki fase 2\/3 percobaan klinis pada manusia dan dibagi dalam 3 dosis berbeda setiap 12 jam dalam lima hari untuk pasien-pasien SARS-COV2. Merck &amp; Co melakukan penelitiannya secara global dengan beberapa pusat penelitian. <\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Jika obat ini berhasil maka obat ini akan menjadi obat yang sangat bermanfaat untuk tiga tujuan, yaitu:<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Menghambat keparahan penyakit dan dengan demikian menurunkan angka kematian akibat SARS-COV2<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Memperpendek fase infeksi dan dengan demikian berarti juga memperpendek masa isolasi<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: Arial, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span lang=\"id-ID\">Mengatasi penularan wabah lokal dengan cepat<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><span style=\"font-family: Arial, serif; font-size: medium;\">Uji fase 3 rata-rata memang memerlukan waktu tiga tahun dan setelah itu diajukan untuk FDA <\/span><em style=\"color: #333333; font-family: Arial, serif; font-size: medium;\">Approval<\/em><span style=\"font-family: Arial, serif; font-size: medium;\">. FDA sendiri memiliki prosed\u00fcr khusus untuk mengakselerasi<\/span><em style=\"color: #333333; font-family: Arial, serif; font-size: medium;\"> approval<\/em><span style=\"font-family: Arial, serif; font-size: medium;\"> obat baru, khususnya obat yang dianggap sebaga<\/span><i style=\"color: #333333; font-family: Arial, serif; font-size: medium;\">i breakthrough therapy <\/i>yang dianggap suatu terobosan yang memberikan perbaikan yang\u00a0<span style=\"font-family: Arial, serif; font-size: medium;\">substantial dibandingkan obat yang telah tersedia. Bisa juga dengan\u00a0<em>fast\u00a0track\/<\/em>\u00a0<\/span>jalur cepat bagi obat untuk\u00a0<span style=\"font-family: Arial, serif; font-size: medium;\">kondis<\/span>\u00a0medis yang serius serta FDA juga dapat memberikan \u00a0tinjauan prioritas dimana obat yang seharusnya ditinjau dalam sepuluh bulan setelah pengajuan dipercepat menjadi enam bulan<i style=\"color: #333333; font-family: Arial, serif; font-size: medium;\">. \u00a0<\/i><span style=\"font-family: Arial, serif; font-size: medium;\">Kita harapkan obat ini segera dapat menjadi solusi bagi penderita SARS-COV 2 di seluruh dunia. <\/span><\/span><\/p>\n<p><em><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-49296 alignleft\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg\" alt=\"\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/>dr. Vera Herlina,S.E.,M.M\/VMN\/BL\/Senior Editor, Coordinating Partner of Management &amp; Technology Services, Vibiz Consulting<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Medicine) Harapan dunia untuk terbebas dari pandemi COVID-19 sangatlah besar. Banyak orang yang sudah menanti-nantikan vaksin dan menaruh harapan pada vaksin. Namun sebenarnya sangat membutuhkan waktu yang panjang untuk suatu negara tervaksinasi seluruhnya. Sementara menunggu masa itu, tetap diperlukan obat untuk menangani penyakit ini. Setelah Lopinavir, Ritonavir, Remdesivir, Ribavarin, dan Interferon-1Beta menjadi obat bagi yang terkena COVID-19 maka saat ini perkembangan terbaru yang menjadi buah bibir adalah Molnupiravir, yang baru saja dipublikasikan dalam jurnal Nature Microbiology [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":177645,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1055],"tags":[8305,8505,8507],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177369"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177369"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":177391,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177369\/revisions\/177391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}