{"id":173767,"date":"2020-04-02T13:55:59","date_gmt":"2020-04-02T06:55:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=173767"},"modified":"2020-05-13T14:49:06","modified_gmt":"2020-05-13T07:49:06","slug":"flexible-work-arrangements-pergeseran-budaya-kerja-yang-kini-semakin-menarik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2020\/04\/02\/flexible-work-arrangements-pergeseran-budaya-kerja-yang-kini-semakin-menarik\/","title":{"rendered":"Flexible Work Arrangements: Pergeseran Budaya Kerja yang Kini Semakin Menarik"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-173781\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Work-Arrangements.jpg\" alt=\"\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Work-Arrangements.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Work-Arrangements-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Work-Arrangements-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Work-Arrangements-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa perusahaan telah memberlakukan kerja dari rumah dalam beberapa hari ini, baik diberlakukan untuk seluruh karyawan ataupun secara bergantian sesuai dengan pengaturannya. Hal ini membuat topik mengenai fleksibitas dalam bekerja menjadi sesuatu yang kembali hangat untuk dibicarakan, walaupun sebenarnya secara global hal ini bukan lagi hal yang asing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 2004, Department of Trade and Industry Inggris untuk pertama kali membuat Employment Market Analysis and Research kepada 3.485 karyawan di Inggris mengenai Flexible Working Employee yang telah diperkenalkan sejak tahun 2003. Hasilnya 52% dari responden telah memiliki kesadaran atas kebutuhan bekerja secara <em>flexible<\/em> (baik itu bekerja secara <em>part-time, term-time, job-sharing, flexitime, compressed working, annualised hours, reduced hours<\/em>, maupun bekerja dari rumah). Mereka yang lebih memiliki kesadaran sebagian besar adalah para wanita yang memang memiliki kebutuhan untuk mengurus anak. Sejalan dengan pertambahan kesadaran para pekerja atas haknya, para pemberi kerja pun memiliki kesadaran yang semakin bertambah untuk memberikan persetujuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Flexible Work Arrangements (FWA) seiring kehadiran startup di Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-173773 alignleft\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Working-300x178.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"178\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Working-300x178.png 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Working-768x455.png 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Working-1024x607.png 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Working.png 1983w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Sebenarnya Flexible Work Arrangements (FWA) bukanlah hal yang baru bagi dunia kerja di Indonesia. Sejak munculnya fenomena bisnis startup di Indonesia, maka terjadi sebuah budaya baru dalam bekerja. Sebuah fleksibilitas dalam berbagai bentuk dan beberapa aturan telah mulai terbentuk. Ditandai dengan kehadiran Gojek, Tokopedia, Traveloka, pada tahun 2010-2011, maka kehadiran para startup di bumi pertiwi pun membawa sebuah budaya kerja yang berbeda di tengah para millennial. Hal ini terlihat jelas dalam perkembangan dunia startup yang menggerakkan munculnya Coworking Space dan Virtual Office sebagai tempat kerja. (Baca: <a href=\"https:\/\/www.blj.co.id\/2015\/08\/20\/sebuah-budaya-telah-menggeser-arti-sebuah-kantor\/\">Sebuah Budaya Telah Menggeser Arti Sebuah Kantor<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi sebagian perusahaan, FWA menjadi sebuah <em>benefit<\/em> yang memberikan daya tarik tersendiri bagi para millennial. (Baca: <a href=\"https:\/\/www.blj.co.id\/2015\/10\/20\/mulailah-mengentertain-para-millennial-anda\/\">Mulailah Mengentertain para Millennial Anda<\/a>). Tidak hanya <em>flexi time, flexi place<\/em>, namun juga <em>flexi payment<\/em>, serta berbagai <em>flexi benefit<\/em> lainnya. Berbincang dengan salah seorang rekan, maka salah satu <em>flexi benefit<\/em> yang saat ini digemari para millennial adalah <em>benefit <\/em>berdasarkan poin. Contohnya, jika Anda memiliki <em>dental benefit <\/em>yang Anda rasa tidak terlalu Anda butuhkan, maka Anda dapat menukarkannya dengan <em>benefit lain <\/em>seperti tambahan hari cuti, selama poin dari kedua <em>benefit <\/em>tersebut seimbang. Uniknya, berbagai perusahaan berupaya menciptakan <em>flexi benefit <\/em>yang menarik yang terkadang membuat para boomers geleng kepala, misalnya saja <em>childcare vouchers<\/em> atau <em>discount on food and beverages <\/em>pada beberapa <em>restaurants<\/em>, malahan ada yang memang menawarkan program-program kecantikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Flexible Work Arrangements (FWA) sejak sepuluh tahun yang lalu<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sepuluh tahun yang lalu, saat FWA ini diperkenalkan &#8211; saya ingat pada waktu itu saya juga tergabung dalam <em>benefit team<\/em> salah satu perusahaan asing &#8211; maka tidak mudah bagi para <em>boomers <\/em>untuk menerima hal ini. Pada waktu itu usia para millennial belumlah menginjak kepala tiga. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa saat itu, berbagai fleksibitas inilah yang mulai menjadi daya tarik para millennial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 2015, SHRM membuat sebuah riset mengenai FWA yang menunjukkan perkembangan FWA sejak tahun 2011. Hasilnya peningkatan jelas terlihat pada FWA yang ditawarkan oleh para pemberi kerja untuk telecommuting (karyawan tidak bekerja di kantor).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-173769\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/FWA-Tabel-1.png\" alt=\"\" width=\"714\" height=\"271\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/FWA-Tabel-1.png 714w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/FWA-Tabel-1-300x114.png 300w\" sizes=\"(max-width: 714px) 100vw, 714px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan bentuk FWA yang paling banyak ditawarkan oleh pemberi kerja adalah Casual Dress (<em>one day per week<\/em>) diikuti dengan telecommuting dan flexitime.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-173771\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/FWA-Tabel-2.png\" alt=\"\" width=\"712\" height=\"537\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/FWA-Tabel-2.png 712w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/FWA-Tabel-2-300x226.png 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/FWA-Tabel-2-80x60.png 80w\" sizes=\"(max-width: 712px) 100vw, 712px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada saat itu, riset yang diselenggarakan pada tahun 2015 ini pun mengatakan bahwa 83% of HR professionals memprediksikan bahwa pada lima tahun ke depan, telecommuting akan menjadi sesuatu yang umum untuk berbagai organisasi. Bahkan sebanyak 26% mengatakan bahwa produktivitas meningkat dengan telecommuting dan sebanyak 5% menyampaikan bahwa terjadi peningkatan dalam hal kehadiran karyawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Flexible Work Arrangements (FWA) \u2013 Daya Pikat bagi Pekerja Muda<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-173777 size-medium alignright\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Working-2-292x300.png\" alt=\"\" width=\"292\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Working-2-292x300.png 292w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Working-2-768x789.png 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Working-2-997x1024.png 997w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Flexible-Working-2.png 1488w\" sizes=\"(max-width: 292px) 100vw, 292px\" \/>Setelah sepuluh tahun berlalu, para millennial tentu telah bertambah matang dan dunia startup yang kental dengan <em>flexibility-<\/em>nya pun semakin berkembang. Dalam sebuah <em>conference<\/em> yang saya hadiri, salah satu pemilik perusahaan <em>digital<\/em> <em>marketing agency <\/em>mengemukakan kekuatirannya oleh karena para Gen Z saat ini lebih memilih bekerja pada perusahaan startup. Padahal sekitar lima tahun yang lalu pada saat perusahaan tersebut berdiri, dunia <em>digital<\/em> <em>marketing agency <\/em>masih terlihat sangat <em>\u2018sexy\u2019 <\/em>bagi para <em>millennial. <\/em>Mengapa demikian? Pada kenyataannya, perusahaan startup sangat kental dengan FWA. Ini menjadi daya pikat khusus bagi para pekerja muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam dua hari ini, sehubungan dengan merebaknya COVID-19, beberapa perusahaan telah memberlakukan kebijakan Work from Home. Bagi para startup, saya rasa hal ini menjadi sesuatu yang \u2018mudah\u2019 untuk mereka kerjakan. Sebab inilah dunia mereka sehari-harinya. Juga bagi beberapa perusahaan teknologi, hal ini juga sekiranya tidak memberikan sebuah hambatan yang berarti oleh karena <em>remote<\/em> <em>work<\/em> yang sudah biasa mereka lakukan. Namun bagi perusahaan-perusahaan <em>conventional <\/em>yang sebelumnya belum terpikir untuk menerapkan cara kerja yang demikian, tentu saja akan mengalami kendala. Namun kelihatannya kondisi yang ada saat ini, akan setidaknya memaksa semua perusahaan untuk mempersiapkan hal ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah pergeseran budaya kerja, sebenarnya telah terjadi sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Namun nampaknya pergeseran ini akan semakin cepat pada beberapa waktu terakhir ini. Tidak ada yang mengetahuinya, namun pengalaman bekerja dari rumah bagi sebagian perusahaan saat ini akan membawa kebijakan dan kebiasaan kerja yang baru.<\/p>\n<p>Dengan demikian, beberapa budaya kerja yang kemungkinan akan segera bergeser:<br \/>\n&#8211; Budaya meeting yang kelihatannya akan lebih memanfaatkan teknologi yang semakin canggih<br \/>\n&#8211; Monitoring yang tidak lagi bersifat manual<br \/>\n&#8211; Delegation yang juga akan lebih sistematis<br \/>\n&#8211; Team Work yang juga tidak dibatasi oleh waktu dan lokasi<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-38337 size-full\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" alt=\"ruth_revisi\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><em>Ruth Berliana\/VMN\/BL\/Editor in Chief Business Lounge Journal and Partner of Management &amp; Technology Services, Vibiz Consulting<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources) Beberapa perusahaan telah memberlakukan kerja dari rumah dalam beberapa hari ini, baik diberlakukan untuk seluruh karyawan ataupun secara bergantian sesuai dengan pengaturannya. Hal ini membuat topik mengenai fleksibitas dalam bekerja menjadi sesuatu yang kembali hangat untuk dibicarakan, walaupun sebenarnya secara global hal ini bukan lagi hal yang asing. Pada tahun 2004, Department of Trade and Industry Inggris untuk pertama kali membuat Employment Market Analysis and Research kepada 3.485 karyawan di Inggris mengenai Flexible Working [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":173781,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[8325],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173767"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=173767"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173767\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":173785,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173767\/revisions\/173785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/173781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=173767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=173767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=173767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}