{"id":173291,"date":"2020-03-09T13:28:36","date_gmt":"2020-03-09T06:28:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blj.co.id\/?p=173291"},"modified":"2020-03-31T17:56:16","modified_gmt":"2020-03-31T10:56:16","slug":"brand-intimacy-survey-baby-boomers-pilih-makanan-generasi-muda-pilih-media-entertainment","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2020\/03\/09\/brand-intimacy-survey-baby-boomers-pilih-makanan-generasi-muda-pilih-media-entertainment\/","title":{"rendered":"Brand Intimacy Survey: Baby Boomers Pilih Makanan, Generasi Muda Pilih Media Entertainment"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-173293\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Branding.jpg\" alt=\"\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Branding.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Branding-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Branding-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Branding-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">MBLM, sebuah agen marketing dan branding melakukan Brand Intimacy Survey yang mengukur seberapa terikatnya secara emosional generasi dengan merek yang mereka pilih. Survei ini mengambil responden yang dikelompokkan dari empat generasi yang berdomisili di Amerika menjadi 3 kelompok (Gen Y dan Z menjadi kelompok yang sama). Hal yang menjadi pertimbangannya adalah seberapa positif responden terhadap <em>brand <\/em>yang mereka pilih tersebut dan keselarasan nilai-nilai yang dimiliki <em>brand <\/em>tersebut. Keberhasilan <em>brand<\/em> besar adalah bagaimana mereka dapat membangun keterikatan secara emosional dengan para konsumennya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Brand <\/em>teknologi terfavorit<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga kelompok yang menjadi responden ini memiliki preferensi utama yang berbeda satu dengan yang lain. Para Gen Z dan millennial lebih memilih PS (PlayStation), Gen X menyukai Apple, sedangkan Baby Boomers tidak dapat lepas dari Amazon. Terdapat kesamaan pada ketiganya bahwa ketiga nama yang menduduki posisi teratas merupakan nama-nama yang terkait dengan teknologi yang terus berkembang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Unik untuk melihat bagaimana sebagian besar responden Gen Z dan millennial paling menyukai PS yang justru dirilis pada 25 tahun yang lalu. PlayStation telah terdaftar di Guinness World Record sebagai merek konsol terlaris, dengan lebih dari 450 juta unit terjual. Namun selain PS, Gen Z dan millennial juga menyukai Nintendo. Sedangkan Amazon yang memiliki fokus pada e-commerce, cloud computing, digital streaming, dan artificial intelligence, selain menjadi merek terfavorit bagi Baby Boomers, juga menjadi pilihan bagi seluruh generasi. Merek lainnya yang disukai oleh keempat generasi yang ada adalah Apple. Apple adalah <em>brand <\/em>ketiga yang disukai Baby boomers, <em>brand <\/em>ketujuh yang disukai Gen Z dan millennial, dan <em>brand <\/em>yang paling disukai oleh para Gen X. Iphone pertama memang pertama kali dirilis pada tahun 2007. Pada saat itu Gen X berada pada rentang usia 27 tahun hingga 42 tahun. Sehingga dapat dipastikan bahwa generasi inilah yang memiliki keterikatan lebih kuat dengan <em>brand <\/em>Apple. Untuk Gen X, selain Apple, mereka juga menempatkan Samsung pada posisi ketujuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk otomotif, dari Gen X hingga Gen Z lebih memilih Ford dan Jeep. Namun, Baby Boomers lebih memilih Toyota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Makanan atau Media Entertainment?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbandingan lainnya yang dapat kita lihat, adalah bagaimana Baby Boomers memiliki pilihan atas 4 merek makanan dan minuman kemasan (Hershey\u2019s, Pillsbury, Kellogg\u2019s, dan Pepsi). Hal ini jelas berbeda dengan para generasi yang lebih muda usianya. Sebab baik Gen X, Gen Y, dan Gen Z tidak memilih <em>brand <\/em>yang terkait dengan makanan dan minuman. Sebaliknya, dalam pilihan media dan hiburan, hanya Gen X, Gen Y, dan Gen Z yang memiliki pilihan, sedangkan Baby Boomers tidak memiliki pilihan terbanyak. Gen X menyebutkan Netflix, Disney, dan Xbox. Gen Y menyebutkan Disney, Youtube, dan Xbox.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam hal memilih peritel, keempat generasi juga memiliki perbedaan pilihan. Boomers lebih memilih Costco dam Macy\u2019s, Gen X memilih Walmart, sedangkan Gen Z dan millennial memilih Target.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Brand Intimacy Study tahunan yang diadakan oleh MBLM, diselenggarakan dengan meminta para responden memberikan nilai dari 0 hingga 100 kepada nama-nama <em>brand <\/em>yang ada berdasarkan 4 faktor: users (bagaimana responden memiliki keterkaitan dengan <em>brand<\/em>), Emotional connection (nilai positif yang dimiliki responden untuk <em>brand <\/em>tersebut dan kesesuaian nilai-nilai yang ada), Stage (Kedalamam dan intensitas hubungan emosional pada <em>brand), <\/em>dan Archetypes (terkait faktor pemenuhan, identitas, peningkatan, ritual, nostalgia, dan kesenangan).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-173305\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Boomer-Brands.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Boomer-Brands.jpg 640w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Boomer-Brands-300x270.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-173301\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gen-X-Brand.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"547\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gen-X-Brand.jpg 640w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gen-X-Brand-300x256.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-173303\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gen-Z-Brand.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"586\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gen-Z-Brand.jpg 640w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Gen-Z-Brand-300x275.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p><em>Business Lounge Journal\/VMN\/BLJ<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News and Insight) MBLM, sebuah agen marketing dan branding melakukan Brand Intimacy Survey yang mengukur seberapa terikatnya secara emosional generasi dengan merek yang mereka pilih. Survei ini mengambil responden yang dikelompokkan dari empat generasi yang berdomisili di Amerika menjadi 3 kelompok (Gen Y dan Z menjadi kelompok yang sama). Hal yang menjadi pertimbangannya adalah seberapa positif responden terhadap brand yang mereka pilih tersebut dan keselarasan nilai-nilai yang dimiliki brand tersebut. Keberhasilan brand besar adalah bagaimana mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":173293,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1050],"tags":[7961],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173291"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=173291"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":173307,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173291\/revisions\/173307"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/173293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=173291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=173291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=173291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}