{"id":170463,"date":"2019-10-14T14:25:36","date_gmt":"2019-10-14T07:25:36","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=170463"},"modified":"2019-12-02T20:32:59","modified_gmt":"2019-12-02T13:32:59","slug":"hari-sungkari-change-from-natural-resources-to-intellectual-resources","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2019\/10\/14\/hari-sungkari-change-from-natural-resources-to-intellectual-resources\/","title":{"rendered":"Hari Sungkari: Change from Natural Resources to Intellectual Resources"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-170469 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Hari-Sungkari-AETP.jpg\" alt=\"\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Hari-Sungkari-AETP.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Hari-Sungkari-AETP-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Hari-Sungkari-AETP-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Hari-Sungkari-AETP-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Entrepreneurship)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam Grand Finale AETP (The Asia Entrepreneurship Training Program) yang berlangsung pada 10 Oktober 2019, hadir Hari Santosa Sungkari selaku Deputi Infrastruktur BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia). Dalam sambutannya Hari mengatakan bahwa Jakarta akan menjadi salah satu <em>global startup ecosystem of the world<\/em> sejak tahun ini, berkompetisi dengan Tokyp, Melbourne, dan Seoul. Bagi Hari, hal ini merupakan sebuah tantangan untuk terus dapat melakukan inovasi dan kreatifitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari menyadari bahwa Kota Jakarta sebenarnya termasuk yang \u201ctertinggal\u201d dibandingkan kota-kota besar dunia lainnya, hal ini disebabkan kebiasaan hidup masyarakat Indonesia yang sangat bergantung pada sumber daya alam yang sangat mudah dijual. \u201cTetapi ini saatnya untuk berubah!\u201d demikian dikatakan Hari. \u201cBerubah dari kertergantungan terhadap sumber daya alam menjadi sumber daya intelektual. Di sinilah masa depan para startup,\u201d terang Hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Hari pun mengingatkan para startup yang menjadi finalis AETP untuk menjadikan kegagalan sebagai sebuah pembelajaran yang mahal. Dalam penjelasannya Hari pun memaparkan bagaimana sejumah 62% kegagalan startup disebabkan oleh karena <em>founder conflicts <\/em>dan hal ini sangat penting untuk mendapatkan perhatian. \u201cPada waktu memulai bisnis, maka tidak akan ada konflik sebab Anda belum memiliki <em>profit<\/em> apa pun. Tetapi ketika Anda mulai mendapatkan <em>profit<\/em>, maka satu dengan yang lain akan mulai berargumen bahwa saya harus mendapatkan lebih banyak dari Anda. Inilah yang membuat 62% startup mengalami kegagalan ketika mulai berkembang, sebab tidak ada <em>agreement <\/em>sejak awal,\u201d jelas Hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun apakah dengan demikian lebih baik memulai bisnis seorang diri? Hari membagikan pengalamannya bahwa adalah lebih baik memulai bisnis dengan paling tidak ada dua orang yang bersepakat, sebab dengan demikian akan dapat saling beragumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>You can reduce the risk at the early stage. Not later<\/em>,\u201d demikian diucapkan Hari. Selain dengan membuat kesepakatan di antara <em>founder,<\/em> maka penting untuk memastikan bahwa produk yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan pasar. Namun bila tidak, jangan ragu untuk mundur sejenal dan melakukan analisa untuk mendapatkan produk atau bisnis lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ingat, bukan bisnis model yang dapat menyebabkan startup gagal, melainkan <em>founder.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhir sambutannya, Hari juga mengingatkan bahwa startup haruslah menyelesaikan masalah dan oleh karena Indonesia memiliki banyak masalah, itulah sebabnya Indonesia pun membutuhkan banyak startup.<\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/SXrYLy8Qjiw\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><br \/>\n<em>Ruth Berliana\/VMN\/BLJ<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Entrepreneurship) Dalam Grand Finale AETP (The Asia Entrepreneurship Training Program) yang berlangsung pada 10 Oktober 2019, hadir Hari Santosa Sungkari selaku Deputi Infrastruktur BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia). Dalam sambutannya Hari mengatakan bahwa Jakarta akan menjadi salah satu global startup ecosystem of the world sejak tahun ini, berkompetisi dengan Tokyp, Melbourne, dan Seoul. Bagi Hari, hal ini merupakan sebuah tantangan untuk terus dapat melakukan inovasi dan kreatifitas. Hari menyadari bahwa Kota Jakarta sebenarnya termasuk yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":170469,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[8039],"tags":[925],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170463"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=170463"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170463\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":171625,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170463\/revisions\/171625"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/170469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=170463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=170463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=170463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}