{"id":169963,"date":"2019-10-01T16:18:07","date_gmt":"2019-10-01T09:18:07","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=169963"},"modified":"2019-12-02T20:28:40","modified_gmt":"2019-12-02T13:28:40","slug":"leonardus-gazali-pureheart-mencapai-zero-waste","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2019\/10\/01\/leonardus-gazali-pureheart-mencapai-zero-waste\/","title":{"rendered":"Leonardus Gazali: Pureheart Mencapai Zero Waste"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-170005 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Leonardus-Gazali3.jpg\" alt=\"\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Leonardus-Gazali3.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Leonardus-Gazali3-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Leonardus-Gazali3-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Leonardus-Gazali3-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Special Report)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PureHeart merupakan sebuah kegiatan <em>social enterprise<\/em> yang dibangun oleh LedgerNow dengan tujuan utama bagaimana produk-produk yang dihasilkan LedgerNow yang saat ini lebih banyak berorientasi kepada bisnis, dapat digunakan untuk memberikan <em>social impact<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSalah satu <em>campaign<\/em> PureHeart itu adalah mendukung <em>sustainable development goals<\/em>,\u201d demikain dijelaskan Leonardus Gazali selaku pendiri LedgerNow. \u201cKhususnya sekarang kita lebih banyak fokus kepada makanan yaitu bagaimana kita bisa <em>fighting food lose and food waste<\/em>,\u201d demikian dilanjutkan Leo. Dengan demikian, Leo bersama dengan LedgerNow berharap dapat membantu dalam mengurangi gagal panen juga mengurangi sampah sisa makanan dengan cara sisa makanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia adalah salah satu penghasil limbah plastik terbesar di dunia, tetapi Indonesia juga salah satu pengimpor limbah plastik terbesar di dunia. Sekarang ini PureHeart sedang mencoba membangun sebuah skenario bukan hanya di limbah plastik tetapi termasuk juga di limbah makanan. Adapun limbah makanan yang semula didapatkan dari tempat pembuangan akhir yang kemudian dipilah-pilah, kini PureHeart mengajak masyarakat untuk melakukan pemilahan tersebut di depan ketika makanan belum lagi disantap. Untuk itu PureHeart mengadakan <em>campaign<\/em> untuk mensosialisasikan pemisahan limbah plastik, limbah kertas, dan juga limbah sisa makanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPaling gampang kita bilang makanan bisa dihancurkan untuk menjadi pupuk kompos. Itu paling gampang,\u201d jelas Leo. \u201cSudah banyak sekali produk-produk di-<em>composer<\/em> dan penghancuran sisa makanan itu menjadi pupuk. Tetapi yang kita sedang tertantang saat ini adalah bagaimana sisa limbah makanan bisa diubah menjadi pakan ternak. Kalau kita mencontoh di luar negeri, banyak sekali limbah-limbah dari restoran, dari hotel yang malah dijual kepada mereka yang berperan menjadi penampung untuk kemudian diolah menjadi pakan ternak. Pada kenyataannya pakan ternak dari hasil olahan sisa makanan ini kemudian diketahui kandungannya lebih baik dari pakan ternak yang dihasilkan pabrik.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo juga menjelaskan bagaimana PureHeart melakukan <em>campaign<\/em> ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus untuk terus dapat meningkatkan jumlah limbah plastik atau limbah sisa makanan atau limbah kertas yang dapat diselamatkan. Dalam contohnya Leo menyebutkan bagaimana dalam <em>campaign-<\/em>nya tim PureHeart mengajak para peserta untuk memilah-milah makanan yang diperoleh sebelum menyantapnya. Apa yang tidak akan disantap atau apa yang tidak akan digunakan, akan dipisahkan terlebih dahulu. Pemilahan kemudian juga dilakukan setelah makanan selesai disantap sehingga sisa makanan dapat diolah lebih lanjut. Begitu juga dengan sampah dari kegiatan perkuliahan yang kemudian setelah dikumpulkan lalu dihitung, dianalisa, dan dilaporkan. Pelaporan inilah yang kemudian berguna sebagai <em>global report<\/em> untuk menjadi bahan bagi pemerintah, bagi instansi, bagi LSM, atau bagi siapapun yang akan menggunakan data-data tersebut guna melakukan analisa lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam wawancara singkat ini, Leo kembali menjelaskan bahwa PureHeart tidak me-<em>manage <\/em>sampah. PureHeart bukanlah management sampah, tetapi PureHeart berupaya untuk me-<em>manage <\/em>individu untuk memiliki perilaku yang tepat dalam mengolah sampah. \u201cKalau bisa limbah zero waste, itu keinginan kita,\u201d Leo pun menyimpulkan.<\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/iIgxmiS0Dck\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><br \/>\n<em>Ezra Judah\/VMN\/BLJ<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Special Report) PureHeart merupakan sebuah kegiatan social enterprise yang dibangun oleh LedgerNow dengan tujuan utama bagaimana produk-produk yang dihasilkan LedgerNow yang saat ini lebih banyak berorientasi kepada bisnis, dapat digunakan untuk memberikan social impact. \u201cSalah satu campaign PureHeart itu adalah mendukung sustainable development goals,\u201d demikain dijelaskan Leonardus Gazali selaku pendiri LedgerNow. \u201cKhususnya sekarang kita lebih banyak fokus kepada makanan yaitu bagaimana kita bisa fighting food lose and food waste,\u201d demikian dilanjutkan Leo. Dengan demikian, Leo bersama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101033,"featured_media":170005,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[8039,5725,1368,8067],"tags":[5597],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169963"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101033"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169963"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":171631,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169963\/revisions\/171631"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/170005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}