{"id":169117,"date":"2019-09-17T13:43:49","date_gmt":"2019-09-17T06:43:49","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=169117"},"modified":"2019-10-03T08:11:57","modified_gmt":"2019-10-03T01:11:57","slug":"hahaseries-naufal-abhsar-for-business-lounge-journal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2019\/09\/17\/hahaseries-naufal-abhsar-for-business-lounge-journal\/","title":{"rendered":"#HAHASERIES: Naufal Abhsar for Business Lounge Journal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Art)<\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/p41zGTGUK10\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>M<\/strong>enikmati dan mengagumi salah satu karya anak bangsa merupakan kebanggaan saya. Karya-karya benar \u2018nan kreatif dan sangat <em>fresh<\/em> dari mereka yang berjiwa muda seolah tak ada habisnya untuk mengeksplor segala bakat. Ini cerita perjumpaan saya dengan sang seniman pada sebuah pagelaran seni kontemporer bergengsi, Art Jakarta. Dari sekian banyak <em>exhibit<\/em> yang saya datangi, ada satu yang memancing tawa saya \u2026 ya tertawa. Memang iya! Soalnya yang ciri khas dari si seniman adalah bagaimana hampir di semua lukisan karyanya menunjukan orang tertawa yang beraneka ragam. Secara spontan saya sendiri mau tertawa juga melihat lukisan tersebut dan saya pun tak kuasa menahan diri untuk tidak berbincang dengan sang seniman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Naufal abshar namanya yang mencoba mengemukakan apa yang menjadi alasan baginya untuk membuat karya yang penuh tawa. Tidak lain, oleh karena ia ingin membawa konsep \u201c<em>laughter<\/em>\u201d. \u00a0Baginya tertawa memiliki banyak fungsi, makanya tak heran di setiap lukisannya, ia selalu menyisipkan kata \u201cHAHA\u201d yang dikombinasikan dengan warna\u2013warna yang cerah dan tajam. Baginya, tertawa pada dasarnya adalah suatu ekspresi lucu ataupun bahagia, tetapi sebuah \u201cHAHA\u201d memiliki konsep yang luas mulai dari menertawakan diri sendiri, sebuah ejekan, ataupun sindiran secara halus terhadap sesuatu yang ada di lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Naufal, hasil karya yang paling berkesan baginya adalah saat dia menciptakan hasil karyanya sendiri berdasarkan apa yang dia alami secara personal yang kemudian ia \u00a0tuangkan pada kanvas.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-169121 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Naufal-Abhsar-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"1074\" height=\"805\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Naufal-Abhsar-1.jpeg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Naufal-Abhsar-1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Naufal-Abhsar-1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Naufal-Abhsar-1-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Naufal-Abhsar-1-80x60.jpeg 80w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p><em>Ezra Judah\/VMN\/BLJ<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Art) Menikmati dan mengagumi salah satu karya anak bangsa merupakan kebanggaan saya. Karya-karya benar \u2018nan kreatif dan sangat fresh dari mereka yang berjiwa muda seolah tak ada habisnya untuk mengeksplor segala bakat. Ini cerita perjumpaan saya dengan sang seniman pada sebuah pagelaran seni kontemporer bergengsi, Art Jakarta. Dari sekian banyak exhibit yang saya datangi, ada satu yang memancing tawa saya \u2026 ya tertawa. Memang iya! Soalnya yang ciri khas dari si seniman adalah bagaimana hampir di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":169119,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1256,8067],"tags":[498,7959],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169117"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169117"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169117\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":169129,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169117\/revisions\/169129"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}