{"id":168017,"date":"2019-06-03T11:17:40","date_gmt":"2019-06-03T04:17:40","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=168017"},"modified":"2019-09-24T17:37:45","modified_gmt":"2019-09-24T10:37:45","slug":"chronic-fatique-syndrome","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2019\/06\/03\/chronic-fatique-syndrome\/","title":{"rendered":"Chronic Fatique Syndrome"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-169499\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Chronic-Fatique-Syndrome.jpg\" alt=\"\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Chronic-Fatique-Syndrome.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Chronic-Fatique-Syndrome-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Chronic-Fatique-Syndrome-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Chronic-Fatique-Syndrome-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Medicine)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rasa cape itu biasa, namun rasa cape yang berkepanjangan itu tidak biasa. Siapapun bisa mengalami keletihan yang wajar. Bila Anda merasa lelah setelah beraktivitas seharian, itu normal. Namun bila rasa cape itu tidak hilang dengan istirahat dan relaksasi lalu semakin hari semakin terasa cape bukan hanya fisik tetapi juga mental Anda, maka hal itu sudah termasuk kategori <em>fatique.\u00a0<\/em>Kumpulan gejala terkait kelelahan yang kronis ini dinamakan<em> Chronic Fatique Syndrome.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Definisi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Chronic Fatique Syndrome atau biasa disingkat dengan CFS ini adalah gangguan komplikasi yang ditandai dengan kelelahan ekstrem yang tidak dapat dijelaskan dengan kondisi medis apapun dan tidak membaik dengan istirahat. Berdasarkan definisi ini maka bisa ditebak bahwa seseorang dengan kelelahan yang ekstrem biasanya tidak cerah wajahnya, memang terlihat lelah bahkan sangat lelah. Wanita di atas usia 40 tahun lebih rentan mengalami hal\u00a0 ini daripada laki-laki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tanda dan Gejala<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Waspadai hal-hal berikut ini yang merupakan tanda dan gejala dari CFS.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Memori hilang atau sulit konsentrasi dalam enam bulan terakhir<\/li>\n<li>Mudah sakit tenggorokan<\/li>\n<li>Pembesaran kelenjar getah bening di leher atau ketiak<\/li>\n<li>Nyeri otot atau persendian yang tidak bisa dijelaskan<\/li>\n<li>Sakit kepala yang sulit Anda deteksi karena apa penyebabnya<\/li>\n<li>Tidur tapi tidak menyegarkan tubuh, tetap saja mengantuk, sering menguap.<\/li>\n<li>Kelelahan ekstrem berlangsung lebih dari 24 jam setelah latihan fisik atau mental<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuh tanda dan gejala ini sudah cukup untuk mendeteksi bahwa kelelahan yang Anda alami tidaklah wajar. Bila tanda dan gejala ini ada, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mencari penyebabnya lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penyebab<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sampai hari ini penyebab CFS tidaklah pasti. Namun beberapa hal dibawah ini diduga berpotensi memicu timbulnya CFS walaupun tetap belum dapat dipastikan.<\/p>\n<p>1.Stress fisik dan mental<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stress dapat menjadi pemicu nomor satu yang sering kali tidak disadari. Kondisi dilingkungan sekitar Anda dapat memicu stress yang berkepanjangan karena Anda menghadapinya setiap hari.\u00a0 Masalahnya tidak semua orang dapat mengakui dirinya dalam kondisi stress.<\/p>\n<p>2. Infeksi virus<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu gejala infeksi virus adalah nyeri pada persendian seluruh tubuh dan terasa seperti sesuatu yang membuat Anda lemas dan tidak bergairah. Jika ini penyebabnya tentu dapat lebih mudah ditangani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Gangguan sistem kekebalan tubuh<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Ketidakseimbangan hormon<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang yang memiliki sindrom kelelahan kronis juga kadang-kadang mengalami kadar hormon abnormal dalam darah yang diproduksi di hipotalamus, kelenjar hipofisis, atau kelenjar adrenal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">CFS berpotensi menimbulkan depresi dan mengganggu kesehatan mental. Serta akan sangat mengurangi produktivitas dan<em> endurance<\/em> seseorang dalam bekerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pencegahan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum menjadi kronik, beberapa hal di bawah ini dapat menolong mengurangi dan menghilangkan rasa lelah.<\/p>\n<p>1.Tidur berkualitas nyenyak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidur yang nyenyak memang mahal harganya. Bantulah diri Anda untuk tidur nyenyak dengan persiapan yang baik. Misalnya mematikan HP, mematikan lampu kamar, memasang musik tidur, menggunakan penutup mata atau bahkan aromatherapy dapat menolong.\u00a0 Selain itu, istirahat siang juga menolong. Cukup tidur sebentar atau relaksasi dengan teman di jam makan siang akan sangat bermanfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Olahraga ringan, seperti berjalan, berenang, bersepeda, menari atau melakukan stretching kaki, tangan, punggung, leher selama 30 menit setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Minum air putih minimal 2 liter sehari. Hindari minum alkohol atau minum kopi di malam hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Jangan merokok<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Milikilah sikap bergembira setiap hari. Beberapa hal yang membuat Anda gembira misalnya: bersikap positif, tulus, senang menolong dan memberi serta tidak mengeluh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semoga semua tips di atas dapat menolong terhindar dari <em>Chronic Fatique Syndrome.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp- content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-49296 alignleft\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg\" alt=\"Vera Herlina\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>dr. Vera Herlina,S.E.,M.M\/VMN\/BL\/Partner of Management &amp; Technology Services, Vibiz Consulting<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Medicine) Rasa cape itu biasa, namun rasa cape yang berkepanjangan itu tidak biasa. Siapapun bisa mengalami keletihan yang wajar. Bila Anda merasa lelah setelah beraktivitas seharian, itu normal. Namun bila rasa cape itu tidak hilang dengan istirahat dan relaksasi lalu semakin hari semakin terasa cape bukan hanya fisik tetapi juga mental Anda, maka hal itu sudah termasuk kategori fatique.\u00a0Kumpulan gejala terkait kelelahan yang kronis ini dinamakan Chronic Fatique Syndrome. Definisi Chronic Fatique Syndrome atau biasa disingkat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":168019,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1055],"tags":[5561],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168017"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168017"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168017\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":169503,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168017\/revisions\/169503"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}