{"id":167623,"date":"2019-05-06T16:08:39","date_gmt":"2019-05-06T09:08:39","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=167623"},"modified":"2019-10-18T09:24:49","modified_gmt":"2019-10-18T02:24:49","slug":"membangun-high-performance-recruiting-pipeline","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2019\/05\/06\/membangun-high-performance-recruiting-pipeline\/","title":{"rendered":"Membangun High Performance Recruiting Pipeline"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-167625 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/High-Performance-Recruiting-Pipeline.jpg\" alt=\"\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/High-Performance-Recruiting-Pipeline.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/High-Performance-Recruiting-Pipeline-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/High-Performance-Recruiting-Pipeline-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/High-Performance-Recruiting-Pipeline-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak dapat dikatakan bahwa gaya saya melakukan proses rekrutmen akan lebih baik dari gaya Anda, atau strategi Anda mencari kandidat akan lebih baik dari strategi tetangga sebelah kavling Anda. Saya ingin menekankan bahwa zaman ini, rekrutment terjadi dengan sangat dinamis, variatif, dan kreatif. Semakin Anda menggelutinya, Anda akan semakin menikmatinya, sebab ini akan menjadi sebuah tantangan yang dapat menguji nyali Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bayangkan saja, saya telah mendengar banyak kisah bagaimana seorang kandidat milenial memilih pulang daripada menunggu interviewernya datang. Sebab dia berpendapat bahwa siapa membutuhkan siapa? Ia sangat percaya diri dengan potensi yang ada padanya yang menjadi nilai jual bagi pemilik kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, membuat berbagai <em>tools<\/em> juga membuat sebuah rekrutmen <em>pipeline<\/em>, tetap tidak bisa dikesampingkan. Berikut adalah beberapa hal yang penting untuk Anda lakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Miliki Sumber Kandidat yang Tepat secara Berkelanjutan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesalahan terbesar apabila Anda hanya akan melakukan pengumpulan data kandidat saat Anda memiliki <em>vacancy. <\/em>Dapat dipastikan, ketika kebutuhan datang, Anda hanya akan\u00a0 membuang-buang waktu saja. Hal yang paling baik adalah ketika ada atau tidaknya kebutuhan, Anda selalu mengisi <em>candidate pool <\/em>yang Anda miliki dengan data-data terkini. Darimana Anda mendapatkannya? Tentu saja dengan memanfaatkan berbagai sumber, baik itu bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi, mengikuti Job Fair, atau lewat sosial media. Ada atau tidaknya kebutuhan, penting untuk terus menerus melakukan pengkinian data. Sehingga ketika suatu saat Anda membutuhkan kandidat, Anda hanya membutuhkan waktu beberapa saat saja untuk membuka data <em>candidate pool <\/em>Anda dan melakukan rangkaian rekrutmen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Indentifikasi setiap <em>Skill, <\/em>Kemampuan, dan Keterbatasan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimanakah untuk memiliki sumber data yang lengkap, mulai dari <em>core skills, <\/em>pengalaman, bahkan mungkin saja keterbatasan? Apakah memungkinkan untuk membuat sebuah <em>application form <\/em>yang sangat detil? Mungkin saja, tetapi saya yakin tidak semua kandidat yang Anda temui mau \u2018membuang waktu\u2019 untuk mengisi sebuah formulir yang sangat detil. Atau sering kali mereka menolak mengisi formulir Anda dan menyerahkan CV yang mereka miliki. Lalu apa yang harus Anda lakukan? Setiap CV berharga. Karena itu pergunakanlah setiap waktu luang Anda untuk melengkapi CV yang Anda terima. Anda dapat menghubungi kandidat dan melakukan interview dan penggalian singkat hingga Anda dapat menuliskan apa yang menjadi <em>core skills, <\/em>pengalaman, bahkan keterbatasan yang dimiliki kandidat. Buatlah sebuah pencatatan yang sistematis yang akan memudahkan Anda mengenali kandidat yang Anda miliki, sehingga hanya membutuhkan sesaat untuk mengidentifikasi kandidat yang memiliki kemampuan dalam SEO Marketing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedikit catatan kecil, penting bagi seorang rekruter dapat bersikap ramah dan <em>humble. <\/em>Seorang yang \u2018angkuh\u2019 atau \u2018tidak ramah\u2019 tidak cocok untuk menjadi seorang rekruter, sebab Anda memang harus menjalin sebuah relasi untuk berhasil mendapatkan yang terbaik. Selain itu, perluaslah wawasan Anda untuk paling tidak mengenali bidang-bidang pekerjaan setiap pekerjaan yang ada pada perusahaan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menjalin Hubungan yang Baik<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalinlah hubungan baik dengan para kandidat \u2018hebat\u2019 yang Anda miliki melalui berbagai cara komunikasi. Ingat, para rekruter adalah cerminan perusahaan Anda. Karena itu, perhatikan bagaimana Anda berkomunikasi. Apalagi di era teknologi sekarang ini, komunikasi tidak lagi menjadi sebuah penghalang, Anda dapat melakukannya dengan berbagai cara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menjalin sebuah komunikasi yang baik juga akan menimbulkan kepercayaan. Penting untuk dapat meraih rasa \u2018percaya\u2019 bahwa Anda tidak semata-mata ingin mengejar target Anda kepada perusahaan, tetapi juga ingin berbagi \u2018kebaikan\u2019 bagi setiap kandidat yang Anda hubungi. Anda memiliki sebuah posisi yang baik dan Anda menginginkan para kandidat yang Anda kenal untuk mengisinya. Hindarilah kesan \u2018jualan\u2019 yang hanya dapat menimbulkan sikap \u2018jual mahal\u2019 kandidat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bersikaplah Transparan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk dapat bersikap transparan, tentu Anda perlu untuk mengetahui apa yang dikehendaki para kandidat sesuai dengan jenjang, pengalaman, dan kemampuan yang ia miliki. Karena itu, hal ini sangat terkait dengan langkah ke-2 di atas. Semakin banyak Anda tahu tentang apa yang diminta oleh para profesional teknologi di setiap segmen pasar (dan ditawarkan), semakin baik posisi Anda untuk terlibat dalam negosiasi yang transparan dan semakin dekat dengan keberhasilan untuk merekrut kandidat Anda. Membangun sistem yang lebih transparan dengan memanfaatkan data yang Anda tawarkan akan meningkatkan tingkat penerimaan kandidat pada penawaran Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-38337\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" alt=\"ruth_revisi\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/VMN\/BL\/P<\/em><em>artner of Management &amp; Technology Services, Vibiz Consulting<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources) Tidak dapat dikatakan bahwa gaya saya melakukan proses rekrutmen akan lebih baik dari gaya Anda, atau strategi Anda mencari kandidat akan lebih baik dari strategi tetangga sebelah kavling Anda. Saya ingin menekankan bahwa zaman ini, rekrutment terjadi dengan sangat dinamis, variatif, dan kreatif. Semakin Anda menggelutinya, Anda akan semakin menikmatinya, sebab ini akan menjadi sebuah tantangan yang dapat menguji nyali Anda. Bayangkan saja, saya telah mendengar banyak kisah bagaimana seorang kandidat milenial memilih pulang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":167625,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[3759],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167623"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167623"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167623\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":170571,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167623\/revisions\/170571"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}