{"id":167183,"date":"2019-03-20T11:57:10","date_gmt":"2019-03-20T04:57:10","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=167183"},"modified":"2020-02-06T16:17:50","modified_gmt":"2020-02-06T09:17:50","slug":"memahami-fakta-stunting-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2019\/03\/20\/memahami-fakta-stunting-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Memahami Fakta Stunting di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-172707 size-full\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Memahami-fakta-stunting.jpg\" alt=\"\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Memahami-fakta-stunting.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Memahami-fakta-stunting-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Memahami-fakta-stunting-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Memahami-fakta-stunting-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Medicine)<\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Salah satu pembahasan yang menarik pada debat Cawapres yang berlangsung pada hari Minggu (17\/3\/19) pada tema kesehatan adalah tentang <i>stunting<\/i>. Istilah <i>stunting<\/i> mungkin kurang akrab di telinga kita, sinonimnya mungkin lebih familiar bagi kita. Pernah dengar istilah kerdil? Nah, stunting itu lebih dari sekedar kerdil atau bertubuh pendek. <\/span><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Memang memprihatinkan bahwa masih banyak anak Indonesia yang mengalami <i>stunting<\/i>. Menurut data Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita <i>stunting <\/i>di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6%, masih di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Artinya dari 10 anak, 3 adalah penderita <i>stunting<\/i> sedangkan WHO meminta perbandingannya hanya 2:10. <\/span><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><b><span lang=\"IN\">Definisi<\/span><\/b><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Sesuai dengan definisi dari Kemenkes, maka <i>stunting<\/i> adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. <\/span><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Sesuai dengan definisi di atas, jangan berpikir bertubuh pendek pastilah <i>stunting<\/i>. Belum tentu! <i>Stunting<\/i>, harus disertai gangguan pertumbuhan otak, gangguan kognitif. Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya <i>stunting<\/i>:<\/span><\/p>\n<p>1. Kekurangan gizi sejak janin dalam kandungan hingga 1000 hari kehidupan pertama<br \/>\n2. Rendahnya akses terhadap makanan bergizi<br \/>\n3. Rendahnya asupan vitamin dan mineral<br \/>\n4. Buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.<br \/>\n5. Faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak<br \/>\n6. Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi.<br \/>\n7. Infeksi pada ibu<br \/>\n8. Kehamilan remaja (usia dini)<br \/>\n9. Gangguan mental pada ibu<br \/>\n10. Jarak kelahiran anak yang pendek<br \/>\n11. Hipertensi.<br \/>\n12. Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih<br \/>\n13. Faktor genetik<\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Hasil Riskesdas 2013 tentang konsumsi makanan ibu hamil dan balita tahun 2016-2017 menunjukkan bahwa di Indonesia 1 dari 5 ibu hamil kurang gizi, 7 dari 10 ibu hamil kurang kalori dan protein, 7 dari 10 Balita kurang kalori, serta 5 dari 10 Balita kurang protein.<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\"><b>Kenali Tanda dan Gejala Stunting<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Ibu harus diedukasi sehingga dapat mengenali gejala stunting sedini mungkin. Berikut ini beberapa tanda dan gejala stunting yang bisa diperhatikan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li class=\"yiv3756090768m_-6475678267404933969gmail-MsoListParagraph\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Tinggi tubuh anak lebih pendek dari anak lain seusianya. Pada bayi perhatikan pertumbuhan panjang badannya. <\/span><\/li>\n<li class=\"yiv3756090768MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Berat badan cenderung turun atau\u00a0 tidak naik-naik<\/span><\/li>\n<li class=\"yiv3756090768MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Tumbuh kembang anak terhambat atau terlihat lambat, tidak sesuai dengan usianya.<\/span><\/li>\n<li class=\"yiv3756090768MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Anak sering terkena penyakit infeksi<\/span><\/li>\n<li class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Pada anak yang lebih besar yang sudah sekolah dapat dilihat apakah ada kesulitan belajar, kemampuan kognitifnya lemah<\/span><\/li>\n<li class=\"yiv3756090768MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Mudah lelah, tidak\u00a0 lincah dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Bila orang tua menemukan tanda-tanda di atas segera konsultasikan dengan tenaga medis.<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><b><span lang=\"IN\">Pencegahan Stunting<\/span><\/b><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek mengatakan bahwa\u00a0 ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan\u00a0<\/span><i><span lang=\"IN\">stunting<\/span><\/i><span lang=\"IN\">, yaitu:<\/span><\/p>\n<p>\u00b7 Perbaikan terhadap pola makan<br \/>\n\u00b7 Perbaikan pola asuh<br \/>\n\u00b7 Perbaikan sanitasi dan akses air<\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Untuk pola makan, kecukupan gizi remaja perempuan perlu diperhatikan agar ketika dia mengandung ketika dewasa, tidak kekurangan gizi. Seorang ibu yang mengandung harus mencukupi gizi janinnya dengan cara memperbanyak makan makanan bergizi yang berasal dari buah dan sayur lokal sejak dalam kandungan. Pemberian ASI Ekslusif dan MP ASI yang bergizi sangat penting bagi anak.<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Untuk pola asuh, sangat penting diperhatikan usia menikah agar dapat mengasuh anak dengan baik dan siap mental.\u00a0 Memperhatikan pemberian makan pada anak dengan benar. Orang tua harus memperhatikan anak dalam 1000 hari pertama kehidupannya. Jika anak kerdil dan mengalami keterlambatan harus ditangani sedini mungkin, sebab jika sudah menginjak usia 2 tahun, stunting akan menetap, tidak bisa dikembalikan menjadi normal (<em>irreversible<\/em>). <\/span><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Untuk perbaikan sanitasi, anak perlu dibiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar di sembarang tempat seperti di pinggir kali misalnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><b><span lang=\"IN\">Upaya yang dilakukan Pemerintah<\/span><\/b><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Sebenarnya angka stunting di Indonesia telah menurun dari 37,2% pada tahun 2013, yang artinya sekitar 4 dari 10 anak Indonesia mengalami stunting. Saat ini walaupun sudah menurun menjadi 29,6% pada 2017 namun tetap terus dilakukan pencegahan.<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Anak adalah generasi masa depan dan bila stunting tidak dicegah maka di masa yang akan datang dampaknya adalah generasi yang mengalami gangguan kecerdasan, produktifitasnya rendah, angka kemiskinan meningkat dan terjadi ketimpangan ekonomi. Itu sebabnya pemerintah menanggapi ini dengan serius dan mengadakan Gerakan Nasional Pencegahan Stunting dan Kerjasama Multi Sektor. Kerangka penanganan stunting yang melibatkan multisektor ini dibagi menjadi dua:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Intervensi Gizi Spesifik dengan kontribusi 30%<br \/>\nIntervensi yang dilakukan oleh sektor kesehatan pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK), jangka pendek dan hasilnya dapat dilihat segera.<br \/>\n2. Intervensi Gizi Sensitif dengan kontribusi 70%<br \/>\nIntervensi yang dilakukan diluar sektor kesehatan melalui berbagai kegiatan pembangunan untuk masyarakat umum, tidak hanya untuk 1000 HPK.<\/p>\n<p class=\"yiv3756090768MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Kita harapkan kelak tidak ada lagi anak Indonesia yang menderita stunting, sebab anak-anak Indonesia adalah tumpuan harapan masa depan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp- content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-49296 alignleft\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg\" alt=\"Vera Herlina\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>dr. Vera Herlina,S.E.,M.M\/VMN\/BL\/Partner of Management &amp; Technology Services, Vibiz Consulting<br \/>\n<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Medicine) Salah satu pembahasan yang menarik pada debat Cawapres yang berlangsung pada hari Minggu (17\/3\/19) pada tema kesehatan adalah tentang stunting. Istilah stunting mungkin kurang akrab di telinga kita, sinonimnya mungkin lebih familiar bagi kita. Pernah dengar istilah kerdil? Nah, stunting itu lebih dari sekedar kerdil atau bertubuh pendek. Memang memprihatinkan bahwa masih banyak anak Indonesia yang mengalami stunting. Menurut data Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6%, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":167185,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1055],"tags":[5561,8185],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167183"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167183"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167183\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":172709,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167183\/revisions\/172709"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}