{"id":167137,"date":"2019-03-19T12:09:17","date_gmt":"2019-03-19T05:09:17","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=167137"},"modified":"2019-05-13T10:07:12","modified_gmt":"2019-05-13T03:07:12","slug":"rudi-antara-generasi-muda-ayo-kita-lawan-hoax","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2019\/03\/19\/rudi-antara-generasi-muda-ayo-kita-lawan-hoax\/","title":{"rendered":"Rudiantara: Generasi Muda, Ayo Kita Lawan Hoax"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-167139 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Rudiantara.jpg\" alt=\"\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Rudiantara.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Rudiantara-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Rudiantara-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Rudiantara-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Wise Man Says) Dalam sebuah kesempatan, Rudiantara,\u00a0Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, menyampaikan pada Business Lounge Journal supaya generasi muda ikut mengambil bagian dalam memerangi hoax. &#8220;Kepada teman-teman generasi muda di Indonesia, ayo kita sama-sama, kita lawan yang namanya hoax, berita palsu, fitnah yang mengadu domba, dan lain sebagainya,&#8221; demikian ajakan Rudiantara yang kemudian memberikan cara yang dapat dilakukan oleh generasi muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah untuk tidak meneruskan pesan yang kita terima bilamana kita mencurigai berita tersebut sebagai hoaks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nomer satu, apabila kita menerima teks atau video atau foto, dengan ciri-ciri yang mengatasnamakan golongan tertentu atau di bawahnya dituliskan ayo viralkan, kemungkinan besar, itu adalah hoax. Tidak usah diteruskan. Delete saja!&#8221; demikian Rudiantara menegaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukan tanpa alasan Rudiantara mengatakan hal tersebut, ia pun menjelaskan bahwa di era sekarang yaitu di era data, maka mereka yang mengirimkan pesan dan mereka yang menerima pesan, sama-sama dikenai bayaran. &#8220;Mereka yang mengirim foto, mereka yang menerima foto, keuanya dikenakan bayaran. Mereka yang mengirim video, mereka yang menerima video, keduanya dikenakan bayaran,&#8221; demikian penjelasan Rudiantara. &#8220;Kalau dulu hanya penelepon yang bayar, tetapi di era data, keduanya membayar,&#8221; jelas Rudiantara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, ia pun menghimbau untuk para generasi muda menyayangi pulsanya agar tidak dipakai untuk turut menyebarkan hoax. &#8220;Kita delete saja!&#8221; tegas Rudiantara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ayo, pastikan informasi yang kita peroleh adalah informasi yang benar,&#8221; sekali lagi ditegaskan Rudiantara.<\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/PU7GJZTtxp4\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><br \/>\n<em>ruth berliana\/VMN\/BLJ<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Wise Man Says) Dalam sebuah kesempatan, Rudiantara,\u00a0Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, menyampaikan pada Business Lounge Journal supaya generasi muda ikut mengambil bagian dalam memerangi hoax. &#8220;Kepada teman-teman generasi muda di Indonesia, ayo kita sama-sama, kita lawan yang namanya hoax, berita palsu, fitnah yang mengadu domba, dan lain sebagainya,&#8221; demikian ajakan Rudiantara yang kemudian memberikan cara yang dapat dilakukan oleh generasi muda. Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah untuk tidak meneruskan pesan yang kita terima [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":167139,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[8067,52],"tags":[8183,5072],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167137"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167137"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167137\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":167699,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167137\/revisions\/167699"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}