{"id":164221,"date":"2018-05-17T16:10:35","date_gmt":"2018-05-17T09:10:35","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=164221"},"modified":"2018-05-17T20:56:22","modified_gmt":"2018-05-17T13:56:22","slug":"menyiapkan-sdm-pariwisata-untuk-meningkatkan-investasi-sektor-kepariwisataan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2018\/05\/17\/menyiapkan-sdm-pariwisata-untuk-meningkatkan-investasi-sektor-kepariwisataan\/","title":{"rendered":"Menyiapkan SDM Pariwisata Untuk Meningkatkan Investasi Sektor Kepariwisataan"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Promosi kepariwisataan Indonesia telah dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dengan cukup gencar. Wonderful Indonesia bukan hal yang asing bagi Negara-negara yang memiliki hubungan kerjasama dengan Indonesia. Namun banyaknya destinasi wisata di Indonesia ini belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pemerintah yang mumpuni di bidang pelayanan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur, dalam\u00a0\u00a0sambutannya pada acara wisuda Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung, menyebutkan kalau Indonesia membutuhkan pegawai negeri sipil yang memiliki latar belakang bidang kepariwisataan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">&#8220;Sekarang posisi kita kan banyak destinasi wisata yang kita ciptakan tapi di industri pariwisata yang lokal misalnya Danau Toba kita sangat membutuhkan orang yang mengelola pariwisata di situ,&#8221; kata Asman.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Sekolah Tinggi Pariwisata memiliki vokasional yang sesuai. Keahlian dari merekalah yang diyakini akan\u00a0\u00a0dapat membuat pariwisata Indonesia lebih maju. Pemerintah daerah, khususnya bagian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan masih banyak PNS yang tidak memiliki latar belakang kepariwisataan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Promosi Pariwisata yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah sudah merupakan upaya yang bagus dalam memasarkan dan menarik investasi masuk ke daerah, untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Daerah (Pemda) atau Pemerintah Kota (Pemkot) perlu menyiapkan SDM Pariwisaya yang mumpuni.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Salah satu langkah awal yang perlu dilakukan dalam menganalisa potensi internal daerah adalah Audit Sumber Daya diantaranya Sumber Daya Manusia. Lepmida (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah) menyediakan layanan Bimbingan Teknis \u201cStrategi Menarik Investor Melalui Promosi Daerah\u201d .<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Bimbingan Teknis ini akan membahas sasaran dan pangsa pasar, pengembangan peluang, memetakan potensi di masing-masing daerah, media penyebaran informasi, dan sebagainya, sekaligus potensi sumberdaya\u00a0\u00a0kepariwisataan yang dimiliki.\u00a0\u00a0Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Sdri.\u00a0<strong>Emy Trimahanani, HP : 08161864181<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Promosi kepariwisataan Indonesia telah dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dengan cukup gencar. Wonderful Indonesia bukan hal yang asing bagi Negara-negara yang memiliki hubungan kerjasama dengan Indonesia. Namun banyaknya destinasi wisata di Indonesia ini belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pemerintah yang mumpuni di bidang pelayanan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur, dalam\u00a0\u00a0sambutannya pada acara wisuda Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung, menyebutkan kalau Indonesia membutuhkan pegawai negeri sipil yang memiliki latar belakang bidang kepariwisataan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":164223,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5639],"tags":[8143,8151],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164221"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164221"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164221\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164229,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/164221\/revisions\/164229"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/164223"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=164221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=164221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}