{"id":163373,"date":"2018-03-07T13:44:25","date_gmt":"2018-03-07T06:44:25","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=163373"},"modified":"2020-03-18T12:42:38","modified_gmt":"2020-03-18T05:42:38","slug":"163373","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2018\/03\/07\/163373\/","title":{"rendered":"Coaching &#038; Counselling for Boosting Millennial&#8217;s Performance"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-22717 size-full\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/The-Art-of-Coaching-Leadership.jpg\" alt=\"\" width=\"1780\" height=\"1068\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/The-Art-of-Coaching-Leadership.jpg 1780w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/The-Art-of-Coaching-Leadership-300x180.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/The-Art-of-Coaching-Leadership-1024x614.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1780px) 100vw, 1780px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources)<\/p>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Mengapa HRD perlu sekali melakukan <em>coaching<\/em> dan <em>counselling<\/em> bukan hanya mengelola tim saja? Karena langkah ini membantu HRD dan perusahaan dalam mengembangkan karyawan yang berpotensi dan meningkatkan <em>performance<\/em> kerja mereka yang berujung pada kinerja divisi juga perusahaan secara keseluruhan.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><em>Coaching<\/em> dan <em>counselling<\/em> merupakan kunci utama dalam meningkatkan <em>engagement<\/em> karyawan pada organisasi, apalagi bagi pekerja generasi millennial yang sangat potensil untuk dikembangkan dan dipicu untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang menakjubkan jika kita dapat membantu mereka menggalinya dan memanfaatkan kelebihan mereka bagi pencapaian target perusahaan.\u00a0<em>Coaching<\/em> dan <em>counselling<\/em> menjadi pendekatan yang efektif untuk mengembangkan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan karyawan tersebut untuk lebih produktif.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Dari pengalaman penulis, beberapa kalangan HRD senior mengeluhkan betapa sulitnya mencari karyawan yang kreatif. Bahkan karyawan-karyawan\u00a0yang baru di-<em>recruit<\/em> sepertinya hanya terbiasa berfikir dengan satu cara saja. Padahal manajemen menuntut, maunya mereka yang diharapkan berfikir kreatif, <em>think outside the box<\/em>, <em>break the rules<\/em>, <em>change the paradigm. <\/em>Tetapi\u00a0justru sebagian dari mereka hampir sama dengan generasi sebelumnya yang hanya berfikir dengan satu cara dan akibatnya ide-idenya, ya itu-itu saja. Belum lagi jika dihadapkan dengan kenyataan bahwa memang anak-anak Indonesia masih banyak yang cenderung kurang kreatif dibandingkan anak-anak lain. Ini hanya pendapat beberapa HRD senior. Di sisi lain, tidak sedikit perusahaan justru memenjarakan kreatifitas karyawan mereka, hanya karena tidak suka disaingi atau dengan atau tanpa alasan menolak adanya perubahan.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Namun disinilah pentingnya peranan <em>coaching<\/em> dan <em>counselling<\/em> dari HRD, untuk mendorong kreatifitas karyawan &#8220;yang terarah&#8221; karena pada kenyataannya perusahaan yang ingin maju sangat penting memiliki karyawan-karyawan yang\u00a0memiliki:<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">\n<div dir=\"auto\">&#8211; prestasi akademis yang bagus<\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8211; jiwa <em>competitive<\/em> yang keras<\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8211; kreatifitas yang tinggi<\/div>\n<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Beberapa strategi <em>coaching<\/em> dan <em>counselling<\/em> yang dapat dibagikan saat ini, cobalah ikuti langkah langkah di bawah ini:<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">a) <em>Give them media or project to boost their creativity<\/em><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Selain tugas rutin dan pekerjaan administratif, berikan proyek khusus yang merupakan bagian dari pencapaian target perusahaan. Berikan kesempatan dan tantangan bagi mereka untuk berkarya.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">b) <em>Create your own creative team and office<\/em><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Doronglah tiap anggota tim untuk menunjukkan kreatifitas mereka secara berkala atau boleh saja ditentukan jadwalnya. Ini akan memicu mereka untuk terus berfikir dan menggali segala kemampuan mereka untuk berprestasi.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">c) <em>Let them to express their creativity<\/em><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Beri ruang untuk mereka berekspresi. Tunjukkan perhatian dan penghargaan atas ide kreatitif mereka, sekalipun mungkin menurut kita agak menyimpang dari pola pikir kita selama ini, bukan <em>style<\/em> kita, bukan seperti yang kita inginkan, agak berbeda dengan tatanan yang ada &#8211; biarlah untuk sementara waktu dengan tetap memberikan arahan yang baik.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">d) <em>Give them balancing activity to enlarge their creativity<\/em><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Jika dari hasil <em>coaching<\/em> dan <em>counselling<\/em> yang dilakukan, kita menemukan potensi khusus mereka di bidang lain seperti menyanyi, olahraga, melukis, memahat, merakit, dll. Berikan kesempatan untuk mereka berkreatitas dan jadikan hal ini sebagai salah satu program HRD bagi karyawannya.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">e) <em>Reward them for their effort<\/em><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Jangan lupa memberikan apresiasi, hadiah, untuk usaha mereka, bukan hanya dalam hal <em>performance<\/em> kerja tetapi juga usaha mereka dalam hal olahraga, seni dan juga perilaku mereka yang positif.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Mari kita gali dan manfaatkan potensi karyawan millennial untuk pengembangan mereka di masa depan dan performance perusahaan.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Semoga bahasan ini bermanfaat.<\/div>\n<p><em><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-171361 size-full alignleft\" src=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Melva-Emsy-Simalango.png\" alt=\"\" width=\"120\" height=\"120\" \/>Melva Emsy Simalango\/VMN\/BL\/Partner in Management and Technology Services, Vibiz Consulting Group<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources) Mengapa HRD perlu sekali melakukan coaching dan counselling bukan hanya mengelola tim saja? Karena langkah ini membantu HRD dan perusahaan dalam mengembangkan karyawan yang berpotensi dan meningkatkan performance kerja mereka yang berujung pada kinerja divisi juga perusahaan secara keseluruhan. Coaching dan counselling merupakan kunci utama dalam meningkatkan engagement karyawan pada organisasi, apalagi bagi pekerja generasi millennial yang sangat potensil untuk dikembangkan dan dipicu untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang menakjubkan jika kita dapat membantu mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101015,"featured_media":147921,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[3759],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163373"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101015"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163373"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163373\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":173489,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163373\/revisions\/173489"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/147921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163373"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163373"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163373"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}