{"id":163317,"date":"2018-03-02T12:14:30","date_gmt":"2018-03-02T05:14:30","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=163317"},"modified":"2019-01-18T17:45:28","modified_gmt":"2019-01-18T10:45:28","slug":"the-power-of-the-grateful-brain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2018\/03\/02\/the-power-of-the-grateful-brain\/","title":{"rendered":"The Power of The Grateful Brain"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-163321 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/The-Power-of-the-Grateful-Brain.jpg\" alt=\"\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/The-Power-of-the-Grateful-Brain.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/The-Power-of-the-Grateful-Brain-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/The-Power-of-the-Grateful-Brain-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/The-Power-of-the-Grateful-Brain-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Medicine) <span lang=\"IN\">Kapankah terakhir Anda mengatakan \u201cHari yang sangat indah..terimakasih!\u201d. Atau kapankah kegembiraan memenuhi hati Anda dan rasa syukur saat memandang anak, istri atau suami? Saat melihat matahari masih bersinar, udara cerah, hujan yang memberi kesejukan, angin semilir yang\u00a0 menyapa hari Anda? Masih adakah momen-momen syukur dalam hidup ini? Atau hanya bersyukur saat luput dari celaka, mendapatkan kenaikan pangkat, gaji, dan saat-saat tertentu lainnya?<\/span><\/p>\n<p class=\"m_-6806610783836502161ydpf2d19583MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><b><span lang=\"IN\">Syukur dan Mental<\/span><\/b><\/p>\n<p class=\"m_-6806610783836502161ydpf2d19583MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Bukti terakhir menunjukkan bahwa orang yang menghitung dengan syukur berkah mereka setiap hari ternyata menunjukkan tingkat kebahagiaan yang meningkat dan tidak mudah depresi. Penelitian tentang rasa syukur telah dilakukan dalam tahun-tahun terakhir, menggunakan sampel orang-orang yang tentunya otaknya berfungsi dengan baik dan tidak ada masalah dengan mental. Namun tahun 2017, <\/span>Joel Wong, Ph.D., Associate Professor Psikologi Konseling di Universitas Indiana, Amerika <span lang=\"IN\">melakukan penelitian dengan sampel 300 orang mahasiswa yang dilanda rasa cemas dan depresi untuk melihat hubungan ungkapan syukur dengan kesehatan mental dan hubungan antara\u00a0 pikiran dan perasaan negatif dengan kesehatan mental. <\/span><\/p>\n<p class=\"m_-6806610783836502161ydpf2d19583MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Hasilnya sungguh di luar dugaan bahwa orang yang tingkat kesehatan mentalnya rendah namun dengan konsisten menuliskan ucapan terimakasih terhadap apapun yang bisa mereka ucapkan mengalami perbaikan kesehatan mental yang signifikan dalam 4 sampai 12 minggu setelah konsisten menulis ungkapan terimakasih. Wow.. ini sangat luarbiasa!<\/span><\/p>\n<p class=\"m_-6806610783836502161ydpf2d19583MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Lalu apa yang terjadi dengan orang yang dengan konsisten mengungkapan pikiran, perasaan, dan pengalaman negatif setiap hari? Kesehatan mental mereka sama sekali tidak membaik, bahkan menurun. Ini menunjukkan bahwa ucapan syukur bisa bermanfaat tidak hanya untuk orang \u00a0yang sehat\u00a0 mentalnya dan tetapi juga bagi mereka yang sedang berjuang dengan kesehatan mental mereka yang bermasalah. Sederhana namun sangat bermanfaat bukan?<\/span><\/p>\n<p class=\"m_-6806610783836502161ydpf2d19583MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><b><span lang=\"IN\">Syukur dan Kebahagiaan<\/span><\/b><\/p>\n<p class=\"m_-6806610783836502161ydpf2d19583MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Sebenarnya apakah yang terjadi setiap kali Anda mengungkapkan syukur? Hal yang terjadi pada otak adalah terbentuknya jembatan antara synapse sel neuron di \u00a0otak dalam periode waktu yang terpendek dan membangun jaringan di otak kita berdasarkan apa yang kita pikirkan. <\/span><\/p>\n<p class=\"m_-6806610783836502161ydpf2d19583MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Dr. Wlasoff mengatakan bahwa memulai pemikiran yang negatif\u00a0 tentang sesuatu akan membuat lebih mudah untuk memikirkannya lagi dan lagi di masa depan. Dengan demikian, orang tersebut akan terus memiliki pemikiran negatif jika tidak berusaha membuangnya. Namun sebaliknya jika kita dengan sadar berusaha untuk memiliki pemikiran positif, maka siklus umpan balik positif juga membantu kita untuk menjadi kepribadian yang lebih optimis.&#8221; Caranya adalah dengan mengungkapkan syukur. Ternyata selalu berhasil mengenyahkan pikiran yang negatif.<\/span><i><\/i><\/p>\n<p class=\"m_-6806610783836502161ydpf2d19583MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Alex Korb, Ph.D. dalam <i>&#8220;The Grateful Brain-The Neuroscience\u201d<\/i> &#8211; 20 November 2012 &#8211; mengatakan bahwa begitu Anda mulai melihat hal-hal yang patut disyukuri, otak Anda mulai mencari lebih banyak hal untuk disyukuri. Hal ini menciptakan siklus yang baik pada otak Anda dan ini tidak sulit sebab bersyukur adalah sesuatu yang menyenangkan untuk\u00a0 dilakukan. Mengungkapkan syukur meningkatkan produksi neurotransmitter serotonin dan dopamin. Neurotransmitter inilah yang membangkitkan pusat kebahagiaan pada otak.<\/span><\/p>\n<p class=\"m_-6806610783836502161ydpf2d19583MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">Kalau begitu, mengapa tidak bersyukur setiap hari? Sebaliknya, jangan biarkan satu hari pun diisi oleh pikiran negatif.\u00a0 Keinginan untuk mengucap syukur jadikanlah sebagai suatu ekspresi diri Anda dan akhirnya menjadi habit bagi Anda. Kebahagiaan selalu ada pada Anda, orang-orang yang rajin mengucapkan syukur. <\/span><\/p>\n<p class=\"m_-6806610783836502161ydpf2d19583MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><i><span lang=\"IN\">Have a happy day always!<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp- content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-49296 alignleft\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg\" alt=\"Vera Herlina\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>dr. Vera Herlina,S.E.,M.M\/VMN\/BL\/P<\/em><em>artner in Management and Technology Services, Vibiz Consulting Group<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Medicine) Kapankah terakhir Anda mengatakan \u201cHari yang sangat indah..terimakasih!\u201d. Atau kapankah kegembiraan memenuhi hati Anda dan rasa syukur saat memandang anak, istri atau suami? Saat melihat matahari masih bersinar, udara cerah, hujan yang memberi kesejukan, angin semilir yang\u00a0 menyapa hari Anda? Masih adakah momen-momen syukur dalam hidup ini? Atau hanya bersyukur saat luput dari celaka, mendapatkan kenaikan pangkat, gaji, dan saat-saat tertentu lainnya? Syukur dan Mental Bukti terakhir menunjukkan bahwa orang yang menghitung dengan syukur berkah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":163321,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1055],"tags":[5561],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163317"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=163317"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163317\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":172705,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/163317\/revisions\/172705"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=163317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=163317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=163317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}