{"id":160485,"date":"2017-04-04T10:06:01","date_gmt":"2017-04-04T03:06:01","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=160485"},"modified":"2017-04-11T15:01:03","modified_gmt":"2017-04-11T08:01:03","slug":"mengapa-leverage-keuangan-penting-bagi-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2017\/04\/04\/mengapa-leverage-keuangan-penting-bagi-perusahaan\/","title":{"rendered":"Mengapa Leverage Keuangan Penting bagi Perusahaan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-160487 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Building.jpg\" alt=\"Building\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Building.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Building-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Building-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Building-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Finance and Tax)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cb-dropcap-small\">L<\/span>everage keuangan menjadi penting karena hal tersebut memungkinkan perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan yang diperoleh oleh pemegang saham dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari operasi ekuitas. Perusahaan yang menunjukkan kemampuan untuk mengelola pengaruh dengan membayar utang tepat waktu meningkatkan kesempatan mereka untuk mendapatkan pinjaman pada tingkat bunga yang lebih baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Leverage<\/em> keuangan memungkinkan perusahaan untuk meminjam pinjaman dengan nilai yang besar untuk berinvestasi di bidang infrastruktur, yang dapat meningkatkan kapasitas dan menyebabkan perusahaan dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya skala ekonomi. Sebuah perusahaan dapat menggunakan dana pinjaman untuk melakukan investasi jangka panjang, seperti membangun pabrik untuk mendapatkan uang tunai untuk keperluan yang lebih mendesak, seperti membayar pemasok dan pekerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian besar perusahaan menggunakan <em>leverage<\/em> keuangan untuk meningkatkan ROI dari modal yang digunakan dalam bisnis. <em>Leverage<\/em> keuangan harus diperlakukan sebagai perhitungan risiko yang diaplikasikan dengan kondisi yang tepat untuk menghasilkan hasil yang maksimal. Penggunaan yang berlebihan dari <em>leverage<\/em> keuangan menempatkan perusahaan pada risiko besar akan bangkrut sebagai akibat dari pembayaran bunga yang tinggi. Investasi bank menggunakan <em>leverage<\/em> untuk meminjam pinjaman dengan bunga sangat rendah dan berinvestasi dalam obligasi dengan <em>yield<\/em> yang lebih tinggi, dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Acid-test rasio<\/em> digunakan untuk menentukan kemampuan jangka pendek perusahaan untuk membayar kewajiban saat ini. <em>Leverage<\/em> keuangan perusahaan dapat \u00a0diukur dengan menggunakan <em>rasio total debt to capitalization.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pentingnya <em>Financial Leverage<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cb-dropcap-small\">L<\/span>everage merupakan teknik penting yang membantu manajemen untuk mengambil keputusan dalam melakukan pendanaan dan keputusan investasi. Tugas memilih kombinasi investmen yang paling cocok untuk kebutuhan dana pembiayaan\u00a0 perusahaan ini merupakan bagian dari <em>leverage<\/em> ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam hal yang berkaitan dengan keputusan investasi, teknik <em>leverage<\/em> juga sangat membantu. Bertindak sebagai pedoman yang berguna dalam menetapkan batas maksimum dengan bisnis perusahaan yang harus diperluas. Misalnya, manajemen disarankan untuk menghentikan memperluas bisnis saat diantisipasi pengembalian investasi yang diterima lebih kecil dibandingkan dengan biaya tetap dari utang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, seorang manajer keuangan harus memperhitungkan keterbatasan dari teknik <em>leverage<\/em> sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) Teknik <em>Leverage<\/em> Keuangan gagal untuk memperhitungkan biaya implisit dari suatu utang. Menurut teknik ini, asalkan laba masa depan dari perusahaan melebihi biaya bunga utang (biaya eksplisit), maka utang dapat\u00a0 diandalkan untuk mengumpulkan dana tambahan karena diperkirakan itu merupakan cara termurah dari pembiayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, tindakan ini tidak selalu membantu memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Biaya implisit yang terjadi karena adanya penurunan di harga pasar saham sehingga menimbulkan peningkatan risiko keuangan \u00a0yang lebih tinggi dari utang sama sekali diabaikan dalam teknik ini. Biaya implisit yang terjadi ketika menggunakan utang \u00a0ini mungkin dapat menghapuskan sebagian atau keseluruhan laba per saham. Dalam pandangan ini kecuali biaya implisit dari utang diperhitungkan juga, maka perusahaan bisa keliru dalam memutuskan seberapa jauh perusahaan\u00a0 tersebut melakukan\u00a0 pembiayaan dengan utang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(2) Teknik <em>Leverage<\/em> Keuangan didasarkan pada premis bahwa biaya utang tetap konstan terlepas dari berapa pun tingkat <em>leverage<\/em> dalam perusahaan. Asumsi ini tidak realistis. Sebenarnya tingkat bunga utang cenderung naik sejalan dengan peningkatan risiko dalam perusahaan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengingat keterbatasan dari teknik <em>leverage<\/em> keuangan ini, manajer keuangan tidak seharusnya mengambil keputusan pembiayaan dan \u00a0investasi \u00a0hanya pada analisis ini. Tehnik <em>leverage<\/em> keuangan ini dapat digunakan sebagai suplemen selain teknik keuangan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/iin3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-83874 alignleft\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/iin3.jpg\" alt=\"iin3\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/iin3.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/iin3-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>Endah Caratri\/MP Financial, Accounting &amp; Tax Services Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group\/VMN\/BL<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Finance and Tax) everage keuangan menjadi penting karena hal tersebut memungkinkan perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan yang diperoleh oleh pemegang saham dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari operasi ekuitas. Perusahaan yang menunjukkan kemampuan untuk mengelola pengaruh dengan membayar utang tepat waktu meningkatkan kesempatan mereka untuk mendapatkan pinjaman pada tingkat bunga yang lebih baik. Leverage keuangan memungkinkan perusahaan untuk meminjam pinjaman dengan nilai yang besar untuk berinvestasi di bidang infrastruktur, yang dapat meningkatkan kapasitas dan menyebabkan perusahaan dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":160487,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[7997],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160485"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=160485"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160485\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":160489,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160485\/revisions\/160489"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/160487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=160485"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=160485"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=160485"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}