{"id":160109,"date":"2017-03-07T12:18:06","date_gmt":"2017-03-07T05:18:06","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=160109"},"modified":"2017-03-16T09:28:43","modified_gmt":"2017-03-16T02:28:43","slug":"dimensi-dimensi-memelihara-bisnis-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2017\/03\/07\/dimensi-dimensi-memelihara-bisnis-keluarga\/","title":{"rendered":"Dimensi-Dimensi Memelihara Bisnis Keluarga"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-160113 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Family-Business-4.jpg\" alt=\"Family Business 4\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Family-Business-4.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Family-Business-4-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Family-Business-4-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Family-Business-4-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; General Management)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cb-dropcap-small\">S<\/span>upaya bisnis keluarga dapat berhasil, baik kinerja perusahaan maupun pertumbuhan anggota keluarga dalam mengelola bisnis, sudah tentu akan memenuhi dua tantangan yaitu bagaimana mencapai kinerja bisnis yang kuat serta bagaimana tetap memelihara anggota keluarga agar memiliki komitmen sebagai pemilik dengan kapabilitas yang tetap prima untuk memimpin perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Christian Caspar dari McKinsey pernah melakukan penelitian dan menemukan ada lima dimensi yang diperlukan untuk mewujudkan tantangan itu dan kelimanya harus dapat bekerja secara sinkron. Dimensi pertama adalah hubungan yang harmonis dalam keluarga dan pengertian bagaimana harus terlibat di bisnis. Kedua, struktur kepemilikan yang menyediakan modal yang cukup dan keluarga tetap memegang kendali dalam bisnis. Ketiga, perusahaan menjalankan bisnis dengan prinsip <em>good corporate governance<\/em> yang kuat dan portfolio bisnis yang dinamis. Keempat, kekayaan keluarga dikelola oleh manajemen yang profesional. Kelima, adanya yayasan amal yang memberikan bantuan untuk mempromosikan nilai-nilai keluarga dari generasi ke generasi. Kelima dimensi tersebut dapat dilihat pada diagram berikut ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_160111\" aria-describedby=\"caption-attachment-160111\" style=\"width: 507px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-160111 size-full\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Lima-Dimensi-Keberhasilan-Bisnis-Keluarga.jpg\" alt=\"Lima Dimensi Keberhasilan Bisnis Keluarga\" width=\"507\" height=\"504\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Lima-Dimensi-Keberhasilan-Bisnis-Keluarga.jpg 507w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Lima-Dimensi-Keberhasilan-Bisnis-Keluarga-150x150.jpg 150w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Lima-Dimensi-Keberhasilan-Bisnis-Keluarga-300x298.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Lima-Dimensi-Keberhasilan-Bisnis-Keluarga-90x90.jpg 90w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Lima-Dimensi-Keberhasilan-Bisnis-Keluarga-125x125.jpg 125w\" sizes=\"(max-width: 507px) 100vw, 507px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-160111\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: Mc Kinsey Report<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Dimensi Pertama: <em>Family <\/em>(Keluarga)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bisnis keluarga dapat gagal untuk terus berjalan dengan berbagai alasan. Alasan yang utama adalah potensi konflik keuangan dan nepotisme keluarga yang membuat kualitas manajemen menjadi sangat buru, terakhir sering terjadi perebutan kekuasaan yang terjadi dari generasi ke generasi. Mengatur peran keluarga sebagai <em>shareholders, board members, dan managers<\/em> sangat penting dilakukan karena akan menghindari masalah-masalah yang terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dimensi kedua: <em>Ownership<\/em> (kepemilikan)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memelihara kendali atau pengaruh keluarga pada perusahaan serta menghasilkan modal segar untuk bisnis dan memenuhi kebutuhan keuangan keluarga, merupakan dua hal yang harus dikerjakan dengan seimbang untuk memelihara kelangsungan bisnis. Dua hal ini merupakan sumber konflik yang terjadi selama ini, khususnya pada saat transisi kekuasaan dari satu generasi ke generasi lain. Dimensi kepemilikan menuangkannya dalam pengaturan jumlah saham yang bisa diperdagangkan didalam dan diluar keluarga, dan hal ini tercantum dalam <em>shareholders\u2019 agreements<\/em> yang berlaku selama 15 hingga 20 tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dimensi ketiga: Dewan Direksi dan Portfolio bisnis yang dinamis.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memastikan aturan yang jelas dan pedoman untuk menjalan bisnis sebagai kekuatan bisnis keluarga, diperlukan dewan direksi yang kuat dan strategi portfolio yang dinamis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dimensi keempat: Pengelolaan Kekayaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keluarga memerlukan tim yang memiliki kapabitas yang kuat untuk mengelola kekayaan mereka dengan melakukan diversifikasi resiko dan menyediakan sumber untuk keuangan keluarga. Pengelolaan kekayaan yang sukses akan menolong harmonisasi dalam perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dimensi kelima: Foundations (Yayasan)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yayasan merupakan elemen yang penting untuk memelihara keluarga untuk tetap memiliki komitmen terhadap bisnis dengan menyediakan pekerjaan untuk anggota keluarga yang tidak bekerja dan mempromosikan nilai-nilai keluarga pada tiap generasi yang datang dan pergi.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-49231 alignleft\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\" alt=\"Fadjar Ari Dewanto\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>Fadjar Ari Dewanto\/VMN\/BD\/MP Business Advisory Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; General Management) upaya bisnis keluarga dapat berhasil, baik kinerja perusahaan maupun pertumbuhan anggota keluarga dalam mengelola bisnis, sudah tentu akan memenuhi dua tantangan yaitu bagaimana mencapai kinerja bisnis yang kuat serta bagaimana tetap memelihara anggota keluarga agar memiliki komitmen sebagai pemilik dengan kapabilitas yang tetap prima untuk memimpin perusahaan. Christian Caspar dari McKinsey pernah melakukan penelitian dan menemukan ada lima dimensi yang diperlukan untuk mewujudkan tantangan itu dan kelimanya harus dapat bekerja secara sinkron. Dimensi pertama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":160113,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[7849],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160109"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=160109"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160109\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":160117,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/160109\/revisions\/160117"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/160113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=160109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=160109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=160109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}