{"id":159647,"date":"2017-02-08T13:48:58","date_gmt":"2017-02-08T06:48:58","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=159647"},"modified":"2017-02-20T23:25:12","modified_gmt":"2017-02-20T16:25:12","slug":"merchandise-display-kunci-keberhasilan-bisnis-ritel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2017\/02\/08\/merchandise-display-kunci-keberhasilan-bisnis-ritel\/","title":{"rendered":"Merchandise Display &#8211; Kunci Keberhasilan Bisnis Ritel"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-159649 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Toko-Ritel1.jpg\" alt=\"Toko Ritel1\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Toko-Ritel1.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Toko-Ritel1-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Toko-Ritel1-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Toko-Ritel1-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Marketing and Service)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang teman yang berprofesi sebagai marketing sebuah group hotel di Jakarta berbagi kisah pengalamannya saat \u201cdisemprot\u201d pelanggan ketika memberikan panduan perjalanan menuju lokasi villa. Singkat cerita, seorang calon tamu beserta keluarganya menghubungi marketing hotel saat berada dalam perjalanannya menuju hotel. Karena takut salah mengambil jalan, ia pun meminta panduan arah. Si marketing menjelaskan dengan salah satu patokan nama sebuah gerai ritel. Di luar dugaan, calon tamu dengan nada berang kemudian berteriak di telepon: <em>\u201c Yang bener dong kasih patokan, masakan nama gerai. Ada puluhan gerai nih di sepanjang jalan yang saya lewati. Kasih patokan yang unik dong\u2026.\u201d<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini contoh sederhana fenomena betapa banyaknya dan sangat berkembang bisnis ritel di Indonesia. Dari gerai ukuran kecil sampai sekelas hypermarket terus bertambah jumlahnya. Angka resmi dari Aprindo menunjukkan bahwa terjadi pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia. Tahun 2016, pertumbuhan berada pada angka 10%, ini lebih baik jika dibandingkan tahun 2015 yang hanya mencapai 8%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, tentu juga persaingan semakin ketat. Para peritel yang makin menguasai keunikan bisnis ritel tentu makin berpeluang memenangkan persaingan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bicara mengenai bisnis ritel, kita selalu diingatkan dengan slogan \u201c<em>retail is detail<\/em>\u201d. Memang benar demikian, salah satu sisi yang menarik kita amati kali ini bukan hanya strategi <em>pricing<\/em> atau pemilihan lokasi tetapi juga apa yang disebut dengan <em>Merchandise Display<\/em> atau <em>Visual Merchandising<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Visual merchandising<\/em> (VM) merupakan upaya menciptakan tampilan <em>merchandise<\/em> untuk meng-komunikasikan pesan penjualan dan tren toko kepada calon pelanggan untuk memberikan informasi dan pengalaman berbelanja yang nyaman dan menimbulkan rasa ingin membeli. <em>Visual merchandise<\/em> ini mengkombinasikan kemampuan menata produk, kemampuan<em> graphic<\/em> dan interior untuk men-<em>display<\/em> produk sedemikian rupa, sehingga mendapatkan tampilan yang memberikan suasana ceria, hangat, atau cozy, merangsang untuk bernostalgia, yang membuat orang tertarik untuk melakukan transaksi pembelian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Elemen penting dalam VM menyangkut desain dept store\/outlet (<em>retail)<\/em>, untuk dikelola agar menciptakan lingkungan belanja yang nyaman dan mengesankan, yaitu: <em>Display, Signage, Graphics, Merchandising,<\/em> dan <em>point of sale<\/em> (POS).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khusus untuk <em>merchandising<\/em>, pengaturan <em>display<\/em> produk memegang peran sangat penting karena akan berpengaruh pada keputusan membeli dari pelanggan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pengaturan <em>display<\/em> haruslah fleksibel, jika memang produk memiliki tingkat penjualan tinggi maka dapat menggunakan ruang <em>display<\/em> lebih besar untuk menghindari kekosongan produk. Sebagai contoh di Carrefour, buah curah akan menempati area yang jauh lebih besar daripada buah import Kiwi.<\/li>\n<li>Pengaturan <em>display<\/em> diputuskan oleh tim yang terdiri dari bagian marketing (fokus pada pembeli dan calon pembeli), <em>merchandising<\/em> (fokus pada produk), dan <em>store operation<\/em> (fokus pada penjualan), karena masing-masing memiliki pandangan yang dapat dipadukan untuk mengarahkan konsumen membeli.<\/li>\n<li>Produk- produk <em>convenience<\/em> di-<em>display<\/em> di lokasi strategis yang mudah diakses dan diraih oleh <em>customer<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar dapat mengatur <em>display<\/em> barang dengan menarik dan mendorong ke arah penjualan, diperlukan pengetahuan tentang <em>branding<\/em> dan konsumen target. Pencitraan <em>brand<\/em>\/ produk yang baik serta estetika\u00a0 interior yang serasi dengan selera konsumen dan karakter produk yang dijual di dalamnya, akan mendorong calon konsumen membeli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang <em>visual merchandiser<\/em> memerlukan pengetahuan mengenai konsep dan <em>trend<\/em> yang ada, <em>lifestyle<\/em> apa yang sedang terjadi. Modal pengetahuan ini akan digunakan untuk membuat <em>sketch display<\/em> yang akan diciptakan, mencari dan memilih material yang akan digunakan dan mengoptimalkan semua sudut ruang sehingga tercipta atmosfer yang diinginkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Faktor-faktor logistik juga memegang peranan penting dalam merchandising, terkait kualitas produk dan produktivitasnya di dalam toko, tingkat persediaan barang,<em> flow of merchandising,<\/em> semua harus ditata dengan detil dan baik.<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-44760 alignleft\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/bu-emy.jpg\" alt=\"bu-emy\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/bu-emy.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/bu-emy-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><em>Emy Trimahanani\/VMN\/BL\/Managing Partner for Wealth Management Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Marketing and Service) Seorang teman yang berprofesi sebagai marketing sebuah group hotel di Jakarta berbagi kisah pengalamannya saat \u201cdisemprot\u201d pelanggan ketika memberikan panduan perjalanan menuju lokasi villa. Singkat cerita, seorang calon tamu beserta keluarganya menghubungi marketing hotel saat berada dalam perjalanannya menuju hotel. Karena takut salah mengambil jalan, ia pun meminta panduan arah. Si marketing menjelaskan dengan salah satu patokan nama sebuah gerai ritel. Di luar dugaan, calon tamu dengan nada berang kemudian berteriak di telepon: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":159649,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[7947],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159647"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=159647"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159647\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":159651,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/159647\/revisions\/159651"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/159649"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=159647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=159647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=159647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}