{"id":15830,"date":"2013-09-03T09:54:10","date_gmt":"2013-09-03T02:54:10","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=15830"},"modified":"2013-09-03T09:54:10","modified_gmt":"2013-09-03T02:54:10","slug":"gagal-be-optimis-be-positive","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/09\/03\/gagal-be-optimis-be-positive\/","title":{"rendered":"Gagal?? Be Optimis, Be Positive"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Inspiration) &#8211; Kegagalan. Apa pandangan anda dengan kata kegagalan? Berapa kali anda telah gagal dalam perjalanan hidupmu? Melalui artikel ini saya akan mengajak anda melihat bagaimana beberapa orang sukses memperlakukan kegagalan sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Thomas Alfa Edison<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa yang tidak mengenalnya? Namanya menjadi salah satu yang \u2018wajib\u2019 dihafal oleh anak-anak sekolah. Terkenal sebagai penemu lampu pijar. Thomas Alfa Edison kecil, bukan siswa yang pintar di sekolah, ibunya memutuskan untuk mengajarnya sendiri karena tidak ada satupun sekolah yang mau menerimanya. Ibunya juga yang membuatkan sebuah laboratorium kecil untuknya di rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lampu pijar bukanlah satu-satunya penemuan Thomas, namun itu menjadi penemuan terbesarnya. Tercatat ada 1.093 penemuannya yang telah dipatentkan. Dan untuk penemuan besar itulah dia mengalami 9.998 kali kegagalan. Pada percobaan yang ke 9.999 barulah lampu pijarnya menyala dengan terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ditanya tentang keberhasilannya itu, dia mengatakan : \u2018Saya sukses, karena saya telah kehabisan apa yang disebut kegagalan.\u2019 Dan \u2018Dengan kegagalan tersebut, saya bisa mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala\u2019. Thomas tidak memandang kegagalan sebagai kekalahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/you-can-do-it.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-15834\" alt=\"you-can-do-it\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/you-can-do-it.jpg\" width=\"450\" height=\"300\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sam Moore Walton<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lahir pada tahun 1918 di Kingfisher, Oklahoma. Sam dilahirkan dalam keluarga miskin. Pekerjaan Sam pada masa kecil adalah memeras susu sapi, mengemasnya dalam botol dan mengedarkannya. Ia juga mencari uang tambahan sebagai penjual koran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pekerjaan pertamanya dimulai pada JC Penney di program pelatihan manajemen, tetapi ia meninggalkannya segera karena dia terdaftar di militer untuk Perang Dunia II.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walton adalah orang yang optimis, pantang menyerah dan senang melawan arus dan berani mengambil resiko. Ia mengartikan kegagalannya sebagai suatu pelajaran. Seperti kalimat yang disukai banyak orang : kegagalan adalah awal dari kesuksesan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kembali dari Perang Dunia II, Ia menjalankan bisnis waralaba Franchise Ben Franklin dengan modal tabungannya sendiri $5.000 dan pinjaman dari ayah mertuanya $20.000. Sam Walton bertekad 5 tahun kemudian toko itu akan menjadi toko serba ada dengan keuntungan paling besar di Arkansas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukan hal yang mudah untuk mewujudkannya. Dia melakukan inovasi yang tidak diajarkan Franchise Ben Franklin, optimismenya membawa dia untuk tidak hanya menempuh kesuksesan dengan mengandalkan jalan yang sudah ada, tetapi dia berusaha membuka jalan kesuksesan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5 tahun kemudian, toko kecil itu berhasil mengusai pasar Arkansas. Namun betapa kecewanya dia, ketika pemilik gedung tidak mau memperpanjang sewanya, karena ingin menjadi pemilik toko tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bayangkan ketika anda berada di puncak sukses dari bisnis yang anda perjuangkan, kemudian \u2018ditendang keluar\u2019 dari bisnis tersebut?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekecewaannya tidak membuat dia berhenti berusaha atau menyerah dengan beralih kebidang lain. Sam Walton pindah ke kota lain. 2 Juli 1962, dia membuka toko Wal-Mart pertama di Rogers, Ark. Wal-Mart \u2018belum dianggap\u2019 sebagai kompetitor layak bagi kebanyakan toko retail saat itu. Dengan kerja keras dan optimisnya, berubahlah Wal-Mart menjadi jaringan toko ritel dengan berbagai cabang diseluruh dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disini kita tidak sedang membahas strategi suksesnya Wal-Mart, melainkan sikap optimis yang dimiliki Sam Walton. Sikap optimisnya ditengah banyaknya kompetitor lainnya saat itu, menjadikan dia seorang yang berhasil, tidak peduli berapa kali telah atau mungkin akan mengalami kegagalan. Menurut catatan, Sam Walton mengaku dahulu 90% dia selalu gagal ketika mengambil suatu resiko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun 1992,\u00a0 Sam Walton meninggal dunia dengan predikat orang terkaya di dunia. Setelah meninggal, posisinya sebagai orang paling kaya digantikan oleh Bill Gates.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Abraham Lincoln<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang yang berani bangkit terus sekalipun gagal berulangkali. Berikut sederatan pengalaman kegagalannya :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; 1831\u00a0 Gagal dalam berbisnis<br \/>\n&#8211; 1832\u00a0 Dikalahkan di Badan Legislatif<br \/>\n&#8211; 1833\u00a0 Gagal lagi dalam berbisnis<br \/>\n&#8211; 1838\u00a0 Gagal memenangkan kontes pembicara<br \/>\n&#8211; 1840\u00a0 Gagal menduduki dewan pemilih<br \/>\n&#8211; 1843\u00a0 Gagal dipilih menjadi anggota kongres<br \/>\n&#8211; 1848\u00a0 Gagal menjadi anggota kongres<br \/>\n&#8211; 1855\u00a0 Gagal menjadi anggota senat<br \/>\n&#8211; 1856\u00a0 Gagal menjadi presiden<br \/>\n&#8211; 1858\u00a0 Gagal menjadi anggota dewan senat<br \/>\n&#8211; 1860\u00a0 Dilantik menjadi presiden Amerika ke 16.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gagal dan terus berusaha untuk bangkit, sepertinya itulah yang dilakukan Abraham Lincoln.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Maria Donna\/IC\/BL)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Inspiration) &#8211; Kegagalan. Apa pandangan anda dengan kata kegagalan? Berapa kali anda telah gagal dalam perjalanan hidupmu? Melalui artikel ini saya akan mengajak anda melihat bagaimana beberapa orang sukses memperlakukan kegagalan sebelumnya. Thomas Alfa Edison Siapa yang tidak mengenalnya? Namanya menjadi salah satu yang \u2018wajib\u2019 dihafal oleh anak-anak sekolah. Terkenal sebagai penemu lampu pijar. Thomas Alfa Edison kecil, bukan siswa yang pintar di sekolah, ibunya memutuskan untuk mengajarnya sendiri karena tidak ada satupun sekolah yang mau menerimanya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":15833,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15830"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15830"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15830\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}