{"id":15673,"date":"2013-08-29T11:02:57","date_gmt":"2013-08-29T04:02:57","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=15673"},"modified":"2013-08-29T11:02:57","modified_gmt":"2013-08-29T04:02:57","slug":"toyota-kejar-penjualan-di-brazil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/08\/29\/toyota-kejar-penjualan-di-brazil\/","title":{"rendered":"Toyota Kejar Penjualan di Brazil"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today) &#8211; Sedikit banyak diketahui , usaha pertama Toyota di luar dari negara asal mereka adalah Brasil pada tahun 1958.  Lebih dari 50 tahun yang lalu , mereka membangun pabrik di Brasil  di mana mereka memproduksi versi Land Cruiser mereka , biasa disebut Bandeirante dan terus memproduksi  itu selama hampir empat dekade . Ketika pasar Brasil sedang melonjak  di tahun 90an , Toyota relatif cepat dan segera memiliki pabrik kedua di mana mereka membuat Corolla mereka. Itu saja . Sampai Etios tiba<\/p>\n<p>Adanya perubahan kebijakan baru-baru ini di Brasil yang membuat kehidupan seorang importir mobil akan lebih sulit kecuali dibangun pabrik di tanah Brasil , Toyota membangun pabrik baru di dekat Sao Paulo , dan keluarlah Etios . Etios awalnya diluncurkan diantara negara-negara BRIC di India . Sekarang , mobil  sudah datang ke B, Brasil.<\/p>\n<p>Tokyo\u2014Toyota Motor Corp. berupaya mengejar sejumlah pesaing di Amerika Latin. Setelah menelantarkan kawasan itu selama berpuluh-puluh tahun, raksasa Jepang itu kini merasakan ketertinggalan di tengah booming pasar otomotif.<\/p>\n<p>Produsen kendaraan terbesar dunia itu terus terpuruk. Bahkan, di Brazil, pasar otomotif keempat terbesar dunia, Toyota Motor tidak sanggup menembus posisi lima besar. Namun, kini perusahaan mengalirkan lebih banyak sumber daya ke Amerika Latin.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Toyota-Brazil.jpg\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Toyota-Brazil-1024x682.jpg\" alt=\"Malagrine\" width=\"450\" height=\"300\" class=\"alignnone size-large wp-image-15677\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Toyota-Brazil-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Toyota-Brazil-300x199.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Toyota-Brazil.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Angka penjualan Toyota di Brazil selama tujuh bulan pada 2013 melonjak sebesar 75% menjadi 97.957 unit kendaraan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut menjadi mungkin berkat kehadiran Etios, mobil mungil produksi pabrik baru di Sorocaba dan mulai dipasarkan September lalu.<\/p>\n<p>Etios mengisi kekosongan yang melanda jajaran produk Toyota yang jumlahnya terbatas di Amerika Latin. Hingga peluncuran Etios di kawasan itu, hanya 9% produk lokal Toyota jatuh pada segmen mobil mungil dan murah yang menyumbang sepertiga penjualan otomotif di kawasan. Pangsa pasar Toyota pada segmen tersebut mencapai 1,2% pada 2010.<\/p>\n<p>Ada beberapa indikasi awal mengenai perbaikan struktur manajemen Toyota di luar negeri yang mulai membuat perusahaan lebih fleksibel dalam menyesuaikan produknya dengan keinginan pasar setempat. Itu menjadi poin penting jika perusahaan ingin melakukan gebrakan guna memperluas kehadiran.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/AM-AZ988_TOYOTA_G_20130826122703.jpg\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/AM-AZ988_TOYOTA_G_20130826122703.jpg\" alt=\"AM-AZ988_TOYOTA_G_20130826122703\" width=\"450\" height=\"300\" class=\"alignnone size-full wp-image-15674\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pangsa pasar Toyota di Brazil pada tujuh bulan pertama mencapai sekitar 4,5%, yang menempatkannya pada posisi keenam di bawah tiga perusahaan teratas seperti Fiat SpA, Volkswagen AG, dan General Motors. Tiga besar pemain Eropa dan AS itu mengusai 60% pasar Brazil.<\/p>\n<p>Sejak membuka pabrik baru senilai $600 juta pada akhir September, Toyota menghasilkan produk yang jumlahnya mencapai hampir dua kali lipat. Perusahaan itu kini berupaya membelanjakan sekitar 1 miliar reais ($410 miliar) guna membangun pabrik mesin yang diharapkan dapat online pada paruh kedua 2015. Tahun lalu, Toyota menjual 321 ribu kendaraan di Amerika Latin. Jumlah itu hanya sebagian kecil dari pasar otomotif yang mencapai 6,12 juta unit penjualan sejak 2005.<\/p>\n<p>\u201cKami berusaha mengejar, dan itu dilakukan dengan cepat,\u201d disampaikan Steve St. Angelo, direktur utama Toyota Amerika Latin dan Karibia dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal. \u201cKami kini bisa memberikan perhatian yang diperlukan dan pantas diterima oleh kawasan itu.\u201d Dia  tidak berbicara secara terinci mengenai target penjualan. Namun, menurutnya, kemampuan Toyota untuk masuk dalam empat besar produsen otomotif di Amerika Latin pada akhir dasawarsa ini menjadi \u201ctujuan logis.\u201d<\/p>\n<p>(IC\/IC\/BL-WSJ)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today) &#8211; Sedikit banyak diketahui , usaha pertama Toyota di luar dari negara asal mereka adalah Brasil pada tahun 1958. Lebih dari 50 tahun yang lalu , mereka membangun pabrik di Brasil di mana mereka memproduksi versi Land Cruiser mereka , biasa disebut Bandeirante dan terus memproduksi itu selama hampir empat dekade . Ketika pasar Brasil sedang melonjak di tahun 90an , Toyota relatif cepat dan segera memiliki pabrik kedua di mana mereka membuat Corolla mereka. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":15675,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15673"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15673"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15673\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}