{"id":155891,"date":"2016-05-09T14:29:15","date_gmt":"2016-05-09T07:29:15","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=155891"},"modified":"2016-06-27T10:30:58","modified_gmt":"2016-06-27T03:30:58","slug":"art-review-transvertere","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2016\/05\/09\/art-review-transvertere\/","title":{"rendered":"Art Review: Transvertere"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-155913 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-Cover.jpg\" alt=\"Gallery ROH Cover\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-Cover.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-Cover-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-Cover-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-Cover-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Art)<em> I was taken to the edge of the universe.<\/em> Itulah kesan pertama saya dari lukisan karya Rendy Pramudya. Tidak banyak yang saya kenali dari Rendy Pramudya, kecuali dari satu informasi yang saya terima, bahwa ia adalah sosok yang pendiam. <em>Universe<\/em>, yang saya maksud, bukan <em>universe<\/em> dalam bayangan <em>sci-fi<\/em>, atau bukan juga dalam bayangan <em>science<\/em>. Tapi lebih dalam penalaran manusia sederhana yang pikirannya menerima informasi per detik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernah dimuat pada sebuah artikel di Telegraph UK pada tahun 2011 bahwa setiap harinya manusia menerima data setara\u00a0 174 koran per harinya. Ini baru tahun 2011, bukan 2016. Saya bukan orang <em>science<\/em>, tapi kebiasaan melakukan riset untuk karya ilmiah membuat saya mengandalkan data.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Universe<\/em> yang saya gambarkan tidak sulit. <em>It&#8217;s in my mind. Our mind. The Universe IS our mind.<\/em> Komposisi warna-warna di lukisan yang menimpa satu sama lain. Saling mengejar. Seperti meledak-ledak. Tidak stabil. Tapi lihat, kita bisa membentuk paduan bentuk dan objek sesuai memori kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Silakan Anda coba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-155895 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-3.jpg\" alt=\"Gallery ROH 3\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-3.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-3-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-3-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-3-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya bertanya pada pengunjung yang lain, &#8220;apa yang anda lihat ?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawaban yang paling sering saya terima adalah &#8220;bunga&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mungkin mereka benar. Cukup mudah membentuk bunga dari lukisan Pramudya. Bunga atau algae. Atau anemon. Tapi ini bukan bunga biasa. Berapa jenis spesies bunga yang anda lihat seumur hidup Anda? Kita seringkali mendeskripsikan &#8220;bunga&#8221; dengan imajinasi masa kecil kita&#8230;bunga dengan lima kelopak yang khas digambar dengan pensil warna; namun, semakin Anda dewasa, ada berapa puluh atau ratus bunga yang sudah Anda lihat? Yang Anda sendiri mungkin belum tentu hafal nama dan warnanya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak usah jauh-jauh&#8230;di meja kerja kantor Anda mungkin ada satu pot.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pikiran Anda menyimpan semuanya. Baik gambaran ataupun <em>real<\/em>. Bercampur baur, dengan memori lain, menjadi satu, menciptakan kesan ledakan yang besar di pikiran Anda. Tapi, apakah <em>random<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-155907 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-9.jpg\" alt=\"Gallery ROH 9\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-9.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-9-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-9-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-9-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-155897 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-6.jpg\" alt=\"Gallery ROH 6\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-6.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-6-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-6-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-6-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenapa saya katakan &#8220;meledak&#8221; dan &#8220;mengejar&#8221;? Internet, media sosial, <em>game<\/em>, televisi, dan berbagai hal lainnya telah membuat pikiran kita dipenuhi dengan sekian banyak gambaran yang datang terus bertubi-tubi, silih berganti, kejar-mengejar, dan hingga seperti hidup di dalam dimensi sendiri, di dalam kepala kita. Inilah realita kehidupan sekarang. Anda bisa kabur ke daerah paling terpencil di Indonesia, tapi ujung-ujungnya, Anda pasti akan menemukan sinyal juga. Setelah sinyal, ada data. Setelah data, ada internet. Ada satu <em>wing<\/em> bertajuk &#8220;Media Networks&#8221; di Tate Gallery London yang dipenuhi dengan seni yang merepresentasikan <em>impact<\/em> dari media sosial, teknologi, internet, dan iklan bagi manusia modern. Pikiran Anda akan terus dipenuhi dan dipenuhi dengan informasi dan data sampai tidak mungkin ada tempat kosong lagi, dan warna warni akan terus silih berganti di pikiran anda. <em>You cannot outrun it.<\/em> Persis seperti tumpukan-tumpukan warna di lukisan karya Pramudya ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>But, we are in control.<\/em> Lukisan Pramudya seperti mengatakan secara perlahan, bahwa kita jugalah yang berkuasa atas ledakan-ledakan ini. Kitalah yang membuatnya menjadi bersatu bagai urat-urat halus, dan yang dengan satu gerakan membentuk objek sesuai pikiran kita. Kitalah yang membentuknya sesuai kemauan kita. Perlahan, Anda dapat melihat objek-objek, baik yang <em>real<\/em> maupun <em>surreal<\/em> yang seperti merepresentasikan perjalanan hidup Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-155899 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-7.jpg\" alt=\"Gallery ROH 7\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-7.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-7-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-7-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-7-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-155923 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-10.jpg\" alt=\"Gallery ROH 10\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-10.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-10-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-10-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Gallery-ROH-10-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut saya, gambaran Pramudya tidak sulit. Seperti memetik memori. Apa yang Anda ingin lihat, cukup Anda tarik dari <em>universe<\/em> Anda. Anda tidak perlu menjadi <em>virtuoso <\/em>untuk memahami lukisan Pramudya. Cukup Anda petik seperti memetik bunga. Semua yang Anda dapat identifikasikan sebagai &#8220;objek&#8221; di dalam lukisan Pramudya yang ada di dalam pikiran Anda. Inilah representasi perjalanan pikiran manusia yang seutuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Michael Judah Sumbayak adalah pengajar di Vibiz LearningCenter (VbLC) untuk entrepreneurship dan branding. Seorang penggemar jas dan kopi hitam. Follow instagram nya di @michaeljudahsumbek<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Galeri ROH (2-20 April 2016)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Art) I was taken to the edge of the universe. Itulah kesan pertama saya dari lukisan karya Rendy Pramudya. Tidak banyak yang saya kenali dari Rendy Pramudya, kecuali dari satu informasi yang saya terima, bahwa ia adalah sosok yang pendiam. Universe, yang saya maksud, bukan universe dalam bayangan sci-fi, atau bukan juga dalam bayangan science. Tapi lebih dalam penalaran manusia sederhana yang pikirannya menerima informasi per detik. Pernah dimuat pada sebuah artikel di Telegraph UK pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":155913,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1256],"tags":[8023],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155891"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155891"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155891\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":155941,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155891\/revisions\/155941"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}