{"id":154297,"date":"2016-03-22T11:28:10","date_gmt":"2016-03-22T04:28:10","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=154297"},"modified":"2020-01-03T17:07:16","modified_gmt":"2020-01-03T10:07:16","slug":"sejenak-bersama-septieme-largeur-kualitas-estetika-dan-seni-patina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2016\/03\/22\/sejenak-bersama-septieme-largeur-kualitas-estetika-dan-seni-patina\/","title":{"rendered":"Sejenak bersama Septieme Largeur: Kualitas Estetika dan Seni Patina"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-154435 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/septieme-cover.jpg\" alt=\"septieme cover\" width=\"1074\" height=\"589\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/septieme-cover.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/septieme-cover-300x165.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/septieme-cover-768x421.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/septieme-cover-1024x562.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Etiquette Directory) Sept\u00ed\u00e8me Largeur baru saja menggelar <em>trunk show<\/em> untuk pertama kalinya di Jakarta pada Kamis (17\/3) berkolaborasi dengan Archie Store yang berlokasi di Jln. Gunawarman No. 30, Jakarta Selatan. Merek sepatu asal Paris ini menghadirkan berbagai hasil karyanya nan estetis, indah, dengan pengerjaan yang sangat baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sept\u00ed\u00e8me Largeur selalu identik dengan seni patina-nya yang <em>eye-catching,<\/em> namun dalam acara ini Lucas Tan dari Sept\u00ed\u00e8me Largeur Singapura juga memamerkan sepatu model klasik miliknya. Tidak dapat dipungkiri bahwa Sept\u00ed\u00e8me Largeur memang menawarkan warna dan gaya tersendiri terutama untuk konsumennya di Asia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-154467 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-4.jpg\" alt=\"Septieme 4\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-4.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-4-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-4-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-4-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sept\u00ed\u00e8me Largeur: Mengutamakan Pelanggan<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lucas Tan sangat mengutamakan apa yang diinginkan pelanggannya, sebab demikianlah Sept\u00ed\u00e8me Largeur sesungguhnya. Setiap sepatu yang dibuat adalah berdasarkan permintaan si pelanggan dan sesuai dengan apa yang dikehendaki mereka. Tidak jarang Lucas harus melalui diskusi panjang dengan pelanggannya sebelum kemudian menciptakan sepatu yang akan dibuatnya dengan teknik yang sangat spesifik. Karena itu sudah dapat dipastikan, tidak ada produk replika yang dihasilkannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Juga tidak perduli seberapa banyak pun kelak yang menjadi pelanggannya, Lucas berujar bahwa ia akan tetap menjaga komunikasi langsung dengan para pelanggannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua sepatu dibuat dengan metode Goodyear-welted (sebuah metode konstruksi tradisional untuk memasang bagian sol sepatu dengan bagian atas hingga tercipta sambungan mekanik) serta jalur jahitan yang tertutup. Metode ini membuat sepatu Sept\u00ed\u00e8me Largeur sangat kuat dan tahan air juga menjadikan cetakan yang bagus dengan bentuk kaki dan memberikan kenyamanan yang optimal. Selain itu, cara ini tentu saja akan mempermudah pembuatan efek patina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-154453 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-2.jpg\" alt=\"Septieme 2\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-2.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-2-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-2-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-2-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teknik Patina nan Menawan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warna bagi Sept\u00ed\u00e8me Largeur adalah sesuatu yang sangat penting. Melalui teknik patina yang sangat hati-hati diterapkan pada kulit sapi secara manual\u00a0dengan menggunakan pewarna dan semir maka diciptakanlah satu pasang demi satu pasang sepatu dengan sangat unik sesuai dengan permintaan pelanggan. Karena konsepnya yang <em>handmade <\/em>ini, maka dibutuhkan 2 minggu hingga 2 bulan untuk menyelesaikan satu pasang sepatu dengan teknik patina, tentu saja sesuai dengan tingkat kesulitannya masing-masing.<em><br \/>\n<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sept\u00ed\u00e8me Largeur sangat mengutamakan kualitas dan estetika, karena itu dipilihlah bahan kulit sapi Prancis yang langsung didatangkan dari penyamakan kulit yang paling terkenal di Eropa dan dengan hati-hati dipilih langsung oleh Marcos Fernandez si pendiri Sept\u00ed\u00e8me Largeur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-154469 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-5.jpg\" alt=\"Septieme 5\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-5.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-5-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-5-768x345.jpg 768w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Septieme-5-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/p>\n<p><strong>Sekilas sejarah Sept\u00ed\u00e8me Largeur<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Butik Sept\u00ed\u00e8me Largeur pertama kali dibuka di Paris pada tahun 2010 di bawah arahan duo paman dan keponakan, Marcos Fernandez dan Mathieu Preiss. Marcos Fernandez Cabezas, yang berdarah Spanyol memiliki pengalaman membuat sepatu selama 40 tahun sedangkan Mathieu menguasai seni estetika yang tinggi. Hasil pertamanya yang menarik perhatian masyarakat Paris adalah G\u00e9d\u00e9on <em>dark blue<\/em>. Bagaimana mereka menggabungkan seni dan teknik patina yang <em>custom <\/em>dengan cepat menjadi tren di Paris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lucas Tan kemudian mempelajari langsung teknik patina ini di Paris dan membawanya ke Singapura tempat ia membuka butik Sept\u00ed\u00e8me Largeur Singapura hingga kemudian ia memutuskan untuk melakukan ekspansi ke Indonesia. Lucas pun menjadikan mereka yang berusia 20 &#8211; 40 tahun menjadi <em>target market<\/em>-nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Business Lounge Journal\/VMN\/BLJ<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Etiquette Directory) Sept\u00ed\u00e8me Largeur baru saja menggelar trunk show untuk pertama kalinya di Jakarta pada Kamis (17\/3) berkolaborasi dengan Archie Store yang berlokasi di Jln. Gunawarman No. 30, Jakarta Selatan. Merek sepatu asal Paris ini menghadirkan berbagai hasil karyanya nan estetis, indah, dengan pengerjaan yang sangat baik. Sept\u00ed\u00e8me Largeur selalu identik dengan seni patina-nya yang eye-catching, namun dalam acara ini Lucas Tan dari Sept\u00ed\u00e8me Largeur Singapura juga memamerkan sepatu model klasik miliknya. Tidak dapat dipungkiri bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":154475,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[7991,8027,1755],"tags":[7993],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154297"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154297"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154297\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":172067,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154297\/revisions\/172067"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/154475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}