{"id":153097,"date":"2016-02-22T08:11:26","date_gmt":"2016-02-22T01:11:26","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=153097"},"modified":"2016-02-22T08:11:26","modified_gmt":"2016-02-22T01:11:26","slug":"strong-leadership-memiliki-inner-circle","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2016\/02\/22\/strong-leadership-memiliki-inner-circle\/","title":{"rendered":"Strong Leadership: Memiliki Inner Circle"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources) Setiap pemimpin memiliki orang-orang terdekatnya yang memiliki bermacam-macam fungsi. Ingatlah kembali bahwa definisi kepemimpinan adalah <em>influence. <\/em>Pemimpin-pemimpin besar, baik di Indonesia maupun di luar negeri semuanya ditopang <em>inner circle<\/em> ini. Memiliki pengaruh kepada seluruh organisasi memerlukan sekelompok orang yang disebut <em>inner circle. Inner circle <\/em>adalah orang-orang terdekat seorang pemimpin yang sudah memiliki kesamaan visi, nilai hingga perilaku dengan pemimpin. Seorang Steve Jobs untuk melakukan <em>launching <\/em>produk Apple akan membicarakannya dahulu kepada <em>inner circle<\/em> Apple apakah bisa dijalankan. Steve memilih sepuluh orang yaitu : Walt dari WSJ, Andy dari Chicago, Bob dari Houston, David dari New York, Jeff &amp; Edward, Xeni, Omar, Gideon, Stephen mewakili beberapa negara bagian Amerika. Pemimpin seperti Steve menyadari bahwa pengaruhnya perlu didukung oleh orang-orang yang memang sudah memiliki visi yang sama. Menurut Maxwell <em>inner circle <\/em>masuk kedalam hukum ke 11 dalam 21 hukum kepemimpinan sejati. Pengaruh seorang pemimpin ditentukan juga oeh orang-orang terdekatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menjadi pemimpin yang kuat mulailah dengan memilih orang-orang yang positif dalam organisasi terhadap visi perusahaan. Mempercayakan kepada mereka yang positif bagian kepemimpinan pada kelompok-kelompok dalam organisasi. Jangan menghabiskan waktu dengan orang-orang yang negatif terhadap visi yang dimiliki oleh perusahaan. Proses memilih mereka yang menjadi <em>inner circle <\/em>tidaklah mudah, sebab persamaan visi dan nilai adalah <em>underwater iceberg matters. <\/em>Para pemimpin memerlukan waktu untuk menemukan <em>inner circle <\/em>mereka, seringkali seseorang yang positif pada awalnya namun di pertengahan bisa menjadi negatif, atau sebaliknya. Membangun <em>inner circle <\/em>dimulai dengan menginvetarisasi orang-orang yang ada dalam organisasi. Tentulah tidak seluruh organisasi akan dipilih masuk dalam daftar. Bila seorang eksekutif papan atas hendak memilih <em>inner circle, <\/em>ia bisa mengarahkan pandangannya pada manajemen lini yang umumnya para manajer dan supervisor yang memimpin beberapa orang dibawahnya. Bila manajemen lini yang hendak memilih <em>inner circle, <\/em>ia bisa bisa memilih mereka yang berada di garis depan, atau operasional lapangan. Jumlah <em>inner circle <\/em>tergantung pada besarnya organisasi, namun <em>inner circle <\/em>menjad kepanjangan tangan pemimpin untuk memiliki pengaruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Inner circle <\/em>bisa berasal dari struktur formal organisasi atau juga informal, kalau <em>inner circle <\/em>berasal dari struktur formal maka biasanya satu tingkat di bawah seorang pemimpin merupakan <em>inner circle <\/em>pemimpin. Informal <em>inner circle <\/em>bisa dibentuk bila melibatkan mereka yang diluar struktur, seperti yang dialami Steve Jobs, dan jika melibatkan mereka yang tidak berada pada garis tanggung jawab pemimpin. Area organisasi juga mempengaruhi <em>inner circle, <\/em>organisasi yang hanya ada dalam satu kota akan berbeda dengan yang terpecah pada banyak kota. <em>Inner circle <\/em>membutuhkan komunikasi yang lebih banyak dengan sang pemimpin untuk menjaga kesamaan visi, di sinilah pekerjaan seorang untuk memiliki kepemimpinan yang kuat.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-49231 alignleft\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\" alt=\"Fadjar Ari Dewanto\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>Fadjar Ari Dewanto\/VMN\/BD\/MP Business Advisory Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Human Resources) Setiap pemimpin memiliki orang-orang terdekatnya yang memiliki bermacam-macam fungsi. Ingatlah kembali bahwa definisi kepemimpinan adalah influence. Pemimpin-pemimpin besar, baik di Indonesia maupun di luar negeri semuanya ditopang inner circle ini. Memiliki pengaruh kepada seluruh organisasi memerlukan sekelompok orang yang disebut inner circle. Inner circle adalah orang-orang terdekat seorang pemimpin yang sudah memiliki kesamaan visi, nilai hingga perilaku dengan pemimpin. Seorang Steve Jobs untuk melakukan launching produk Apple akan membicarakannya dahulu kepada inner circle Apple [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":114218,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4,1051],"tags":[6590],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153097"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=153097"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153097\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":153099,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153097\/revisions\/153099"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114218"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=153097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=153097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=153097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}