{"id":15039,"date":"2013-08-14T08:02:55","date_gmt":"2013-08-14T01:02:55","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=15039"},"modified":"2013-08-14T08:02:55","modified_gmt":"2013-08-14T01:02:55","slug":"kepemimpinan-yang-tidak-pernah-mati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/08\/14\/kepemimpinan-yang-tidak-pernah-mati\/","title":{"rendered":"Kepemimpinan Yang Tidak Pernah Mati"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Leadership) &#8211; Seorang manusia, apapun di dalam hidupnya cepat ataupun lambat pasti ada akhirnya. Bukan hanya usia yang berakhir tapi juga hal\u00a0 lainnya. Ada waktunya sekolah akan tamat, ada waktunya seorang akan pensiun, suka atau tidak suka, ada waktunya hari akan berakhir.\u00a0 Namun tanpa anda sadari, kepemimpinan adalah sesuatu yang dapat lestari, tidak mati bahkan walaupun Sang Pemimpin sendiri sudah tidak ada secara fisik. Namun kepemimpinan Sang Pemimpin dapat menjadi legenda, bagian dari sejarah yang selalu diingat orang entahkah itu yang buruk ataupun yang baik.<\/p>\n<p>Pernah dengar ungkapan&#8230; Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan&#8230;.???<\/p>\n<p>Nah, itulah kepemimpinan.. selalu ada sesuatu yang ditinggalkan oleh seorang pemimpin. Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama Lady Diana? Atau Bung Karno? Pak Soeharto? Hitler?\u00a0 Kita semua memiliki sesuatu di dalam kepala kita saat nama-nama ini disebut.\u00a0 Kepemimpinan mereka telah meninggalkan legenda yang diketahui semua orang! Jika saat ini Anda menjadi seorang pemimpin maka pikirkanlah apakah yang Anda inginkan dikenang dari kepemimpinan Anda. Pada jaman modern ini mungkin orang seperti Jack Welch yang mampu mengangkat\u00a0 GE menjadi gemilang, akhirnya menjadi legendaris dan caranya memimpin diikuti banyak orang. Teorinya bahwa pemimpin adalah \u201cthe agent of change\u201d menjadi sesuatu yang kini dianut banyak orang.\u00a0 Mereka yang mengenal Jack Welch mengatakan bahwa ia adalah seorang yang luarbiasa. Jack Welch memang nyata-nyata mampu menciptakan pemimpin-pemimpin baru yang handal. Kepemimpinan Jack Welch menjadi sesuatu yang mendatangkan perubahan dalam dunia kepemimpinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Leadership-About-Leading_2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-15072\" alt=\"Leadership-About-Leading_2\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Leadership-About-Leading_2.jpg\" width=\"500\" height=\"350\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Leadership-About-Leading_2.jpg 500w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Leadership-About-Leading_2-300x210.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pemimpin\u00a0 legendaris yang\u00a0 baik rata-rata adalah pemimpin yang dicintai oleh para pengikutnya dan sangat merupakan figur yang diteladani oleh banyak orang.Ketika mereka meninggalkan dunia yang fana ini, para pengikut mereka bahkan\u00a0 rela berbaris panjang mengantarkan kepergian mereka dengan tangisan.\u00a0 Pemimpin legendaris ini ternyata memiliki beberapa ciri yang sama. Ciri-cirinya adalah:<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Memiliki karakter kepemimpinan yang baik<br \/>\n2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dekat dengan para pengikutnya , ramah, perhatian dan membumi. Apa yang ia lakukan mampu menyentuh hati pengikutnya. Setiap pengikut memiliki pengalaman pribadi dengan Sang Pemimpin<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Senang berbagi ilmu dan tidak pelit<br \/>\n4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Excellent Communicator<br \/>\n5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tidak punya catatan buruk yang tercela.<br \/>\n6.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Berkharisma<br \/>\nCiri seperti ini mungkin tidak dibahas dalam teori-teori kepemimpinan masa kini, namun sejarah membuktikan bahwa orang-orang legendaris ini memang demikian.<\/p>\n<p>Apakah Anda dapat melihat\u00a0 bahwa hal yang dituliskan diatas sebenarnya bukanlah sesuatu yang rumit ? Sangat mudah dan sederhana. Seperti nomor 2 ,\u00a0 bayangkan bahwa hanya dengan menjadi ramah&#8230; misalnya murah senyum setiap terhadap setiap orang yang Anda temui , memberikan perhatian kecil bahkan terhadap Office Boy sekalipun .. tidak sulit bukan? Atau nomor 3 misalnya&#8230; cukup murah hati saja dan tidak pelit dalam segala hal, entahkah itu membagi bonus pada karyawan, berbagi ilmu , atau bahkan mentraktir mereka makan bersama akan membuat \u201cimage\u201d orang terhadap Anda terbangun.<\/p>\n<p>Dalam hal ini penting untuk disadari bahwa kita tidak sedang menjilat bawahan untuk memuja kita ataupun berpihak pada kita, kita juga tidak sedang berpura-pura baik&#8230; tapi kita sebagai pemimpin haruslah melakukan hal-hal di atas dengan setulus hati kita dan memancarkan\u00a0 kepribadian kita karena kita memang benar-benar baik&#8230; bukan pura-pura! Manusia manapun rasanya bisa membedakan antara kebaikan yang tulus dengan yang tidak.<\/p>\n<p>Ada hal penting lain yang juga perlu Anda sadari&#8230; bahwa pemimpin yang baik melahirkan pemimpin yang baik pula. Pemimpin yang hebat akan melahirkan pemimpin yang hebat pula. Inilah yang menjadi kebanggaan pemimpin bahwa generasi penerusnya bukanlah saingannya yang akan merebut posisinya kelak jika ia pensiun. Jika seorang pemimpin mampu melahirkan pemimpin yang baik maka itu berarti ia mengakhiri masa tugasnya dengan kesuksesan besar dan dengan terhormat!<\/p>\n<p>Kepemimpinan legendaris akan hidup dalam setiap generasi, diceritakan ulang dan dipelajari sebagai bagian dari sejarah.. yang tidak akan pernah mati.. hidup untuk selamanya! Walau tidak enak untuk dibicarakan, namun setiap kita harus berpikir&#8230; selagi kita masih mendapat kesempatan memimpin, hal apakah yang akan kita wariskan bagi generasi penerus kita? Pikirkanlah akan hal ini baik-baik dan temukan tujuan-tujuan Anda dalam kepemimpinan Anda sendiri&#8230;.dan jika Anda sudah menemukan jawabnya maka Anda akan bergairah dalam memimpin !<\/p>\n<p>(dr. Vera Herlina, SE, MM\/IC\/BL)<\/p>\n<p>pic : <a class=\"irc_hol irc_itl\" href=\"http:\/\/www.google.com\/url?sa=i&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=images&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;docid=mlfaoViXfd9kvM&amp;tbnid=gRP7za_5WnyOWM:&amp;ved=0CAQQjB0&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.radhanathswamionline.com%2Flife%2Fleadership%2F&amp;ei=HoxJUtDaGcLarAfTtYCYCg&amp;bvm=bv.53217764,d.bmk&amp;psig=AFQjCNG0Eu0OF5t2jxmUQUPY-80yeDs1vA&amp;ust=1380634139191786\" data-ved=\"0CAQQjB0\"><span class=\"irc_ho\">radhanathswamionline<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Leadership) &#8211; Seorang manusia, apapun di dalam hidupnya cepat ataupun lambat pasti ada akhirnya. Bukan hanya usia yang berakhir tapi juga hal\u00a0 lainnya. Ada waktunya sekolah akan tamat, ada waktunya seorang akan pensiun, suka atau tidak suka, ada waktunya hari akan berakhir.\u00a0 Namun tanpa anda sadari, kepemimpinan adalah sesuatu yang dapat lestari, tidak mati bahkan walaupun Sang Pemimpin sendiri sudah tidak ada secara fisik. Namun kepemimpinan Sang Pemimpin dapat menjadi legenda, bagian dari sejarah yang selalu diingat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":24983,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15039"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15039"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15039\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}