{"id":15030,"date":"2013-08-14T01:17:09","date_gmt":"2013-08-13T18:17:09","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=15030"},"modified":"2013-08-14T01:17:09","modified_gmt":"2013-08-13T18:17:09","slug":"vila-mewah-di-rooftop-beijing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/08\/14\/vila-mewah-di-rooftop-beijing\/","title":{"rendered":"Vila Mewah di Rooftop, Beijing"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge \u2013 Inspiration ) Seorang telah membuat vila mewah seluas 1000 m2 dengan desain bukit batu seperti kebanyakan vila tradisional di China, telah dibangun di atas gedung apartment bertingkat 26. Pembangunan vila ini memakan waktu sekitar 6 tahun, dimana batu-batu besar, pepohonan menghiasi vila yang dibangun secara illegal oleh pemiliknya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_15031\" aria-describedby=\"caption-attachment-15031\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/RooftopVilla-Beijing130813.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-15031 \" alt=\"Vila yang dibangun sendiri, dikelilingi bebatuan buatan, berada diatas atap blok pemukiman setinggi 26 lantai di Beijing, Selasa (13\/8). Sang pemilik menghabiskan waktu enam tahun untuk membangun vila di lahan seluas 1.000 meter persegi diatas atap gedung 26 lantai, menurut media setempat. Warga di dalam gedung mengeluhkan adanya vila tersebut, khawatir beratnya dapat menyebabkan keruntuhan pada gedung. Biro pemerintahan kota setempat berupaya menyelidiki konstruksi yang diperkirakan ilegal tersebut, tetapi sang pemilik belum menunjukkan diri hingga saat ini, menurut keterangan Kantor Berita Xinhua. ANTARA FOTO\/REUTERS\/Jason Lee\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/RooftopVilla-Beijing130813.jpg\" width=\"450\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/RooftopVilla-Beijing130813.jpg 3500w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/RooftopVilla-Beijing130813-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/RooftopVilla-Beijing130813-1024x684.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-15031\" class=\"wp-caption-text\">ANTARA FOTO\/REUTERS\/Jason Lee<\/figcaption><\/figure>\n<p>Para penghuni apartment tersebut marah atas perbuatan pemilik vila ini karena kuwatir bahwa beratnya bebatuan yang di pasang untuk membangun vila ini tidak diperhitungkan dengan kekuatan struktur bangunan apartment sehingga bisa membawa bahaya runtuhnya gedung.<\/p>\n<figure id=\"attachment_15033\" aria-describedby=\"caption-attachment-15033\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Screen-Shot-2013-08-14-at-1.12.38-AM.png\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-15033 \" alt=\"You Tube screen shot\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Screen-Shot-2013-08-14-at-1.12.38-AM.png\" width=\"450\" height=\"300\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-15033\" class=\"wp-caption-text\">You Tube screen shot<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pihak penguasa kota telah menerima keluhan dari penghuni apartment tersebut dan memberi waktu bagi pemiliknya untuk membongkar dalam waktu 15 hari. Pemilik diminta untuk membongkarnya sendiri atau menunjukkan bukti bahwa pembangunan vila itu memiliki kelengkapan legalitas.<\/p>\n<figure id=\"attachment_15032\" aria-describedby=\"caption-attachment-15032\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Screen-Shot-2013-08-14-at-1.12.15-AM.png\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-15032 \" alt=\"You Tube Screen Shoot \" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/08\/Screen-Shot-2013-08-14-at-1.12.15-AM.png\" width=\"450\" height=\"300\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-15032\" class=\"wp-caption-text\">You Tube Screen Shoot<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pemilik vila ditengarai seorang yang cukup berpengaruh, seorang pengusaha obat-obatan tradisional China juga seorang tokoh politik setempat sehingga bisa membangun vila sedemikian rupa. Alasan si pemilik bahwa vilanya tidak membahayakan, justru merupakan ornament taman yang menghiasi apartment tersebut. Selama ini pembangunan terus berlangsung dengan mengabaikan keluhan para penghuni bangunan di bawahnya dan pemerintah setempat baru bereaksi setelah media massa mempublikasikan dengan gambar besar tentang vila mewah di atas apartment yang dibangun secara illegal.<\/p>\n<p><iframe src=\"\/\/www.youtube.com\/embed\/Pz4FK7VFxIA\" height=\"300\" width=\"450\" allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\"><\/iframe><\/p>\n<p>Di Beijing permintaan terhadap property masih tinggi yang secara tehnis sebenarnya tanah adalah milik pemerintah, sehingga pemilik bangunan hanya diberi hak sewa selama 70 tahun. Sekalipun pemerintahan Xi Jinping menyerukan pemberantasan korupsi, namun dalam prakteknya masyarakat China masih sering melihat pola kehidupan para pengusaha kaya atau yang memiliki koneksi dengan penguasa sering mendapatkan perlakuan khusus dalam kepemilikan property.<\/p>\n<p>(KN\/KN\/BL)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge \u2013 Inspiration ) Seorang telah membuat vila mewah seluas 1000 m2 dengan desain bukit batu seperti kebanyakan vila tradisional di China, telah dibangun di atas gedung apartment bertingkat 26. Pembangunan vila ini memakan waktu sekitar 6 tahun, dimana batu-batu besar, pepohonan menghiasi vila yang dibangun secara illegal oleh pemiliknya. Para penghuni apartment tersebut marah atas perbuatan pemilik vila ini karena kuwatir bahwa beratnya bebatuan yang di pasang untuk membangun vila ini tidak diperhitungkan dengan kekuatan struktur bangunan apartment [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":15031,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15030"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15030"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15030\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15031"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}