{"id":14701,"date":"2013-08-02T15:16:21","date_gmt":"2013-08-02T08:16:21","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=14701"},"modified":"2014-03-08T11:02:31","modified_gmt":"2014-03-08T04:02:31","slug":"pemimpin-dan-figur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/08\/02\/pemimpin-dan-figur\/","title":{"rendered":"Pemimpin dan Figur"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Leadership) &#8211; Dunia sekarang ini sibuk mencari figur. Mulai dari dunia hiburan hingga dunia rohani, semua orang mencari figur. Manusia memang pada dasarnya selalu membutuhkan sesuatu yang dikagumi dan kadang begitu<br \/>\nekstrim hingga memuja sang figur. Demikian pula dalam dunia kepemimpinan, hal ini merupakan sesuatu yang klasik terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaannya adalah apakah pemimpin memerlukan figur? Sejauh mana figur dapat menolong Anda ? Sejauh mana figur mampu menginspirasi Anda?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar dari para tokoh pemimpin dunia adalah hal yang sangat bijak .<br \/>\nBukan hanya belajar dari keberhasilan mereka namun juga kita dapat<br \/>\nbelajar dari kegagalan mereka sehingga pengalaman kegagalan mereka<br \/>\ntidak perlu kita alami lagi . Namun menjadikan pemimpin sebagai idola<br \/>\nyang diagungkan memiliki beberapa efek samping yang buruk. Diantaranya<br \/>\nadalah munculnya rasa kecewa yang dalam ketika melihat pemimpin<br \/>\npanutan melakukan kesalahan yang fatal, lebih buruk lagi dari itu<br \/>\nmenimbulkan satu pertanyaan bodoh seperti \u201cJika pemimpin yang hebat<br \/>\nsaja gagal, apakah saya bisa?\u201d Beberapa orang bahkan seperti<br \/>\nkehilangan nyawa ketika kehilangan pemimpin idola mereka. Hal ini akan<br \/>\nmengganggu proses regenerasi!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh seorang pemimpin idola yang dikagumi dan menjadi figur yang hebat dimata pengikutnya tiba-tiba meninggal kena serangan jantung sedangkan regenerasi yang disiapkan belumlah sematang sang Pemimpin&#8230; dapatkah Anda<br \/>\nmembayangkan apa yang akan terjadi dalam organisasi tersebut? Para<br \/>\npengikut mulai goyah, merasa kehilangan arah, merasa tidak sanggup<br \/>\nuntuk berhasil tanpa sang pemimpin dan lebih parahnya lagi mereka<br \/>\nmembandingkan pemimpin yang baru yang telah disiapkan dengan pemimpin<br \/>\nsebelumnya. Mereka menemukan kekurangan-kekurangan pada pemimpin baru<br \/>\nyang membuat mereka tidak puas dan berontak. Para pengikut merasa<br \/>\ndepresi dibawah kepemimpinan yang baru dan tidak ada support yang<br \/>\ndiberikan terhadap pemimpin baru&#8230;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibatnya&#8230;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Organisasi tersebut akan kacau, bagaikan lumpuh tak berdaya. &#8230;<br \/>\nPemimpin tanpa pengikut yang baik dan memberikan support tidak akan<br \/>\nmampu melakukan apa-apa. Pemimpin stress, organisasipun goyang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika saat ini Anda adalah seorang pengikut maka jangan tempatkan diri<br \/>\nAnda sebagai pengikut. Pandanglah diri Anda sebagai seorang calon<br \/>\npemimpin dan Anda tidak perlu bergantung pada seorang pemimpin.<br \/>\nAndalah sang Pemimpin !<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai pemimpin, Anda memang boleh belajar dari orang lain.. namun<br \/>\nAnda adalah Anda&#8230; dan Anda bukan cloning dari pemimpin Anda. Anda<br \/>\nmemiliki keunikan sendiri, kekayaan pemikiran sendiri dan juga<br \/>\nmemiliki kelemahan sendiri yang belum tentu sama dengan pemimpin Anda!<br \/>\nSebagai seorang pemimpin kelak, Anda dapat memilih dan mengambil<br \/>\nkeputusan sendiri. Anda adalah unik!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daripada pusing mencari figur dan figur yang ada tidaklah<br \/>\nsempurna&#8230;lebih baik Anda fokuskan untuk mengenali diri Anda sendiri.<br \/>\nKenalilah apa yang menjadi kelemahan dan kekurangan Anda Kenalilah<br \/>\napa yang menjadi kekuatan Anda. Belajarlah juga untuk melihat bahwa<br \/>\npemimpin Anda juga manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan.<br \/>\nSehingga ketika pemimpin Anda tidak bersama Anda lagi, Anda tidak<br \/>\ngoyah. Kekaguman pada pemimpin jangan dijadikan suatu alasan untuk<br \/>\nmenjadikan diri Anda sama persis dengan orang yang Anda kagumi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda harus percaya bahwa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing<br \/>\ndan setiap pemimpin itu hebat! Bukan hanya sebagian orang yang<br \/>\nhebat&#8230; tapi jika Anda juga seorang yang hebat! Jika saja Anda<br \/>\nmenyadari potensi apa yang ada pada Anda. Di dalam karir menuju<br \/>\nkepemimpinan penting untuk menunjukkan bahwa Anda seorang yang<br \/>\nberbeda! Anda memiliki kelebihan-kelebihan!! Anda layak dipromosikan,<br \/>\nlayak untuk dijadikan pemimpin! Anda tidak sedang meniru siapapun&#8230;<br \/>\nTapi Anda adalah Anda! Seorang pemimpin yang bijak akan memperbaiki<br \/>\nkekurangan dan mengasah kelebihan! Namun hal ini tidak akan pernah<br \/>\ndapat Anda lakukan jika diri sendiri pun tidak Anda kenali! Ayo,<br \/>\njangan hanya mencari figur, tapi kembangkanlah diri Anda sendiri!<br \/>\nMelangkah dengan pasti !<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(dr. Vera Herlina, SE, MM \/IC\/BL)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">pic: gainesvillechamber.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Leadership) &#8211; Dunia sekarang ini sibuk mencari figur. Mulai dari dunia hiburan hingga dunia rohani, semua orang mencari figur. Manusia memang pada dasarnya selalu membutuhkan sesuatu yang dikagumi dan kadang begitu ekstrim hingga memuja sang figur. Demikian pula dalam dunia kepemimpinan, hal ini merupakan sesuatu yang klasik terjadi. Pertanyaannya adalah apakah pemimpin memerlukan figur? Sejauh mana figur dapat menolong Anda ? Sejauh mana figur mampu menginspirasi Anda? Belajar dari para tokoh pemimpin dunia adalah hal yang sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":17136,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14701"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14701"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14701\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26822,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14701\/revisions\/26822"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}