{"id":14526,"date":"2013-07-30T16:46:59","date_gmt":"2013-07-30T09:46:59","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=14526"},"modified":"2013-07-30T16:46:59","modified_gmt":"2013-07-30T09:46:59","slug":"cina-dan-jepang-bertekad-perbaiki-hubungan-diplomatik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/07\/30\/cina-dan-jepang-bertekad-perbaiki-hubungan-diplomatik\/","title":{"rendered":"Cina dan Jepang Bertekad Perbaiki Hubungan Diplomatik"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today) &#8211; Setelah kekisruhan antara Jepang dan Cina memanas selama berbulan-bulan tanpa adanya dialog yang berarti, kedua negara kini bertekad memperbaiki hubungan diplomasinya. Mereka tengah mencari cara untuk menghindari konflik yang lebih besar akibat sengketa wilayah, meski belum mengetahui solusi yang tepat.<\/p>\n<p>Kepala juru bicara pemerintah Jepang mengumumkan, pada Senin, wakil menteri luar negerinya, Akitaka Saiki, telah pergi ke Beijing untuk menghadiri perundingan dua hari. Saiki akan \u201cbertukar opini terkait sejumlah masalah\u201d dengan pemerintah Cina. Ini pertama kalinya seorang pejabat tinggi kementerian luar negeri Jepang bertemu dengan rekan diplomatnya di Cina sejak Oktober. Ini juga perundingan pertama bagi kedua negara di bawah kepemimpinan presiden baru mereka, yang cenderung memiliki nasionalisme garis keras.<\/p>\n<p>\u201c[Lawatan] ini signifikan sebagai bukti nyata keinginan mereka mencoba berdialog,\u201d ujar Sheila Smith, pengamat Jepang di Dewan Hubungan Asing di Washington, yang baru-baru ini mengunjungi Jepang dan Cina. \u201cMereka memulai proses diskusi diplomasi resmi yang dapat menjadi fondasi bagi kedua pemimpin untuk berunding soal rekonsiliasi.\u201d<\/p>\n<p>Namun Smith menambahkan, \u201ckeduanya masih memasuki tahap dasar.\u201d Ia juga mencatat \u201cadanya keterbatasan ruang gerak politik di kedua pihak\u201d menyangkut sengketa wilayah terkait sekumpulan pulau tak berpenghuni di Laut Cina Timur. Kepulauan bernama Senkaku itu dikuasai Jepang, meski juga diklaim oleh Cina yang menamakannya Diaoyu.<\/p>\n<p>Musim gugur tahun lalu, perundingan diplomasi antara kedua negara gagal setelah pemerintah Jepang membeli pulau-pulau itu dari pemilik lahan swasta.<\/p>\n<p>Hubungan keduanya kian renggang menyusul terpilihnya Shinzo Abe menjadi perdana menteri Jepang pada Desember. Sebelum kampanye, ia berjanji akan bersikap keras terhadap Cina. Dalam kampanye sebelum pemilu parlemen 21 Juli kemarin, tidak seperti biasa Abe mampir ke wilayah sengketa dan mengatakan: \u201cKami sama sekali tidak akan mundur, tidak satu inci pun.\u201d Presiden Cina Xi Jinping, yang baru menjabat sejak Maret, juga memiliki tekad serupa guna mempertahankan klaim Cina di Diaoyu.<\/p>\n<p>Namun sejak partai Abe menang telak dalam pemilu parlemen, kedua pihak tak lagi melontarkan retorika yang bernada menantang. Usai pemilu, Abe berjanji untuk fokus pada kebijakan ekonomi, sebuah langkah yang dipuji kantor berita resmi Cina, Xinhua. \u201cDibandingkan dengan komentar nasionalis Abe, yang tidak hanya membuat marah negara tetangga Jepang namun juga mengkhawatirkan dunia, fokusnya kini pada ekonomi Jepang adalah kebijakan yang masuk akal,\u201d ujar Xinhua dalam tajuk rencana 23 Juli.<\/p>\n<p>Pada Senin, Abe mengatakan ia berharap \u201cuntuk mendorong dialog terbuka tanpa syarat antara kementerian luar negeri dan pemimpin\u201d kedua negara.<\/p>\n<p>Kunjungan Saiki ke Beijing minggu ini dilaporkan oleh media Cina tanpa komentar apapun. Kementerian luar negeri juga tidak merilis pernyataan satupun. Sebelumnya, sejumlah utusan Abe yang posisinya tidak begitu tinggi juga dikabarkan pernah berkunjung ke Beijing.<\/p>\n<p>\u201cKunjungan ini merupakan upaya untuk membuka jalan bagi perdana menteri atau menteri luar negeri Jepang agar bertemu dengan pemimpin Cina,\u201d ujar Liu Jiangyong, wakil dekan di Institute of Modern International Relations, Universitas Tsinghua, Cina.<\/p>\n<p>Dalam sebuah wawancara telepon, Senin, Liu mengatakan perundingan ini tidak akan sukses kecuali kedua pihak membahas soal kedaulatan Senkaku. \u201cSaya pikir Cina dan Jepang perlu merundingkan kedaulatan Pulau Diaoyu dan bukti sejarah yang dimiliki kedua negara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>(FJ\/FJ-BL, WSJ)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today) &#8211; Setelah kekisruhan antara Jepang dan Cina memanas selama berbulan-bulan tanpa adanya dialog yang berarti, kedua negara kini bertekad memperbaiki hubungan diplomasinya. Mereka tengah mencari cara untuk menghindari konflik yang lebih besar akibat sengketa wilayah, meski belum mengetahui solusi yang tepat. Kepala juru bicara pemerintah Jepang mengumumkan, pada Senin, wakil menteri luar negerinya, Akitaka Saiki, telah pergi ke Beijing untuk menghadiri perundingan dua hari. Saiki akan \u201cbertukar opini terkait sejumlah masalah\u201d dengan pemerintah Cina. Ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":14546,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14526"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14526"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14526\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}