{"id":14467,"date":"2013-07-29T13:49:50","date_gmt":"2013-07-29T06:49:50","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=14467"},"modified":"2013-07-29T13:49:50","modified_gmt":"2013-07-29T06:49:50","slug":"nasi-goreng-asia-paling-terkenal-di-twitter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/07\/29\/nasi-goreng-asia-paling-terkenal-di-twitter\/","title":{"rendered":"Nasi Goreng Asia Paling Terkenal  Di Twitter"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today) Lembaga kajian Prapancha Research (PR) menemukan bahwa nasi goreng, rendang, dan sate lebih terkenal secara global melalui jejaring sosial Twitter dibanding rata-rata masakan yang berasal dari Asia lainnya.<\/p>\n<p>&#8220;Penelitian dilakukan dengan periode pencarian dua tahun lalu, tepatnya Juli 2011,&#8221; kata peneliti dari PR, Adi Ahdiat.<\/p>\n<p>Ketiga jenis makanan tersebut dibandingkan dengan &#8220;tom yam&#8221; (Thailand), &#8220;bulgogi&#8221; dan &#8220;bibimbap&#8221; (Korea Selatan).<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Nasi-Goreng-Seafood.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-14470\" alt=\"Nasi Goreng Seafood\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Nasi-Goreng-Seafood.jpg\" width=\"471\" height=\"310\" \/><\/a><br \/>\nHasilnya, ia melanjutkan, nasi goreng yang paling banyak diperbincangkan di jejaring sosial dengan 2,3 juta perbincangan di luar Indonesia, diikuti rendang dengan 1,1 juta perbincangan, serta sate dengan 533 ribu perbincangan.<\/p>\n<p>Sementara untuk tom yam, di luar Thailand memperoleh 254 ribu perbincangan, bulgogi dan bibimbap di luar Korea masing-masing memperoleh 210 ribu dan 162 ribu perbincangan.<\/p>\n<p>Sedangkan kalau Indonesia diikutsertakan dalam pantauan, maka total perbincangan sate di Twitter akan mencapai 8,6 juta; nasi goreng 5,4 juta dan rendang 2,5 juta perbincangan.<\/p>\n<p>Jauh melampaui misalnya &#8220;lasagna&#8221;, masakan internasional asal Italia, yang perbincangannya mencapai 3,8 juta, namun mendekati &#8220;spaghetti&#8221; yang mencapai 9 juta.<\/p>\n<p>Bahkan perbincangan bibimbap dan bulgogi di luar Korea sendiri, paling banyak kedua adalah di Indonesia (bulgogi 40 ribu, bibimbap 26 ribu).<\/p>\n<p>Semuanya pernah masuk ke dalam daftar 50 makanan terlezat dunia versi jajak pendapat CNN tahun 2011. Di daftar tersebut, rendang dan nasi goreng secara berurutan menempati peringkat pertama dan kedua.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, hal itu membalik anggapan bahwa masakan negara-negara Asia lainnya lebih memikat hati orang-orang mancanegara. &#8220;Namun sebagai negara yang sama-sama belum memiliki gerai makanan sebanyak masakan Cina dan Jepang, masakan Indonesia berada di posisi yang lebih unggul,&#8221; kata dia.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/rendang.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-14471\" alt=\"rendang\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/rendang.jpg\" width=\"467\" height=\"223\" \/><\/a><\/p>\n<p>Tetapi pihaknya menyayangkan bahwa banyak di antara warga dunia yang menikmati makanan asal Indonesia tersebut di restoran Cina atau restoran umum yang menyediakan masakan-masakan Asia.<\/p>\n<p>&#8220;Gerai makanan Indonesia memang terbilang langka di mancanegara. Sehingga menjadi hal yang lazim jika orang-orang asing cenderung mengira nasi goreng, sate, atau rendang berasal dari Thailand, Singapura, atau bahkan Malaysia,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Ia menilai akan lebih produktif untuk mendorong pendirian dan pengembangan gerai masakan Indonesia di berbagai negara ketimbang meributkan atau mengkhawatirkan masakan kita diklaim negara tetangga.<\/p>\n<p>Ditegaskan bahwa fakta tersebut menunjukkan Indonesia adalah pasar komoditas kuliner yang sangat potensial. &#8220;Ekspansi adalah hal yang semestinya dilakukan untuk kian memajukan industri kuliner Indonesia,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Dicontohkan Pemerintah Thailand yang sejak lama mendorong internasionalisasi kulinernya dengan kampanye &#8220;Thailand, Dapurnya Dunia&#8221;. &#8220;Pemerintah Thailand menyediakan pusat pelatihan, informasi, serta peminjaman dana bagi mereka yang ingin membuka gerai makanan Thailand di negara lain,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>Ia yakin, banyak nilai strategis dari ekspansi kuliner tersebut. &#8220;Memperkuat kebanggaan nasional, mengundang turis ke tanah air, membuka pasar ekspor bahan pangan, mendatangkan devisa, mendorong pertumbuhan ekonomi,&#8221; kata Adi Ahdiat.<\/p>\n<p>(IC\/IC\/BL-ANT)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today) Lembaga kajian Prapancha Research (PR) menemukan bahwa nasi goreng, rendang, dan sate lebih terkenal secara global melalui jejaring sosial Twitter dibanding rata-rata masakan yang berasal dari Asia lainnya. &#8220;Penelitian dilakukan dengan periode pencarian dua tahun lalu, tepatnya Juli 2011,&#8221; kata peneliti dari PR, Adi Ahdiat. Ketiga jenis makanan tersebut dibandingkan dengan &#8220;tom yam&#8221; (Thailand), &#8220;bulgogi&#8221; dan &#8220;bibimbap&#8221; (Korea Selatan). Hasilnya, ia melanjutkan, nasi goreng yang paling banyak diperbincangkan di jejaring sosial dengan 2,3 juta perbincangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":14469,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14467"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14467"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14467\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}