{"id":143383,"date":"2015-12-03T11:12:42","date_gmt":"2015-12-03T04:12:42","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=143383"},"modified":"2015-12-03T11:12:42","modified_gmt":"2015-12-03T04:12:42","slug":"maksimalkan-performance-petugas-call-center-dengan-human-memory","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/12\/03\/maksimalkan-performance-petugas-call-center-dengan-human-memory\/","title":{"rendered":"Maksimalkan Performance Petugas Call Center dengan Human Memory"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Present Your Service) Dalam sebuah seminar sehari yang disampaikan oleh seorang dokter yang juga ahli manajemen, dengan topik \u201c<em>Improving Productivity by Boosting Your Brain<\/em>\u201d ada banyak fakta menarik yang bisa saya pelajari. Salah satunya adalah tentang kemampuan mengingat baik <em>short-term memory<\/em> atau <em>long-term memory<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila Anda seorang nasabah sebuah bank, menghubungi <em>call center<\/em> dan dilayani oleh petugas yang banyak bertanya seperti ini: \u201cmaaf ibu, tadi apa keluhan ibu?\u201d, \u201cboleh diulang ibu, bulan apa tadi ibu tidak terima <em>billing statement<\/em>?\u201d, \u201cibu sebutkan tanggal berapa tadi terakhir menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi?\u201d, dll. Petugas meminta Anda mengulang-ulang penjelasan yang sudah disampaikan dengan dengan runtun dan tidak ada gangguan alat komunikasi atau kebisingan. Memang menyedihkan, Anda bertemu dengan petugas yang susah berkonsentrasi dan tidak bisa mengingat dengan baik. Bagaimana perasaan Anda? Tentu tidak <em>happy.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bagaimana memaksimalkan <em>human memory?<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari kita kenali terlebih dahulu tiga tahap yang berlangsung dalam memori manusia, yaitu:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap <em>Encoding<\/em>, yaitu proses pengkodean terhadap apa yang dipersepsi dengan cara mengubahnya menjadi simbol-simbol tertentu, sesuai peringkat yang ada pada organisasi atau merupakan suatu proses mengubah informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap <em>Storage<\/em> yaitu proses penyimpanan terhadap apa yang telah diproses dalam <em>encoding. Storage<\/em> bisa disebut retensi, yaitu proses pengendapan informasi yang diterima ke dalam suatu tempat tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap <em>Retrieval <\/em>yaitu proses mengingat kembali apa yang sudah disimpan sebelumnya. Proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali bila dibutuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar membantu memaksimalkan seseorang mengingat sesuatu maka ada beberapa cara yang dapat dipraktekkan dengan mudah. Pada tahap<em> encoding<\/em> lakukanlah secara cepat pemilihan data atau informasi yang akan disimpan dalam otak, selebihnya tidak perlu diingat. Selanjutnya pada saat menyimpan data dalam ingatan dapat dilakukan dengan sistimatika tertentu untuk mengelompokkan sesuai dengan keinginan atau kemampuan seseorang, dapat dilakukan juga dengan mengasosiasikan dengan sesuatu untuk nantinya memudahkan mengingat kembali. Tahap berikutnya yaitu <em>retrieval <\/em> yaitu mengingat kembali. Semakin sering dilakukan proses ini semakin kuat tersimpan dalam ingatan dan lama-kelamaan dari <em>short-term memory<\/em> akan menjadi <em>long-term memory<\/em> dalam ingatan seseorang yang tidak akan terhilang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Petugas <em>Call Center<\/em> Perlu Daya Ingat Kuat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembali pada contoh ilustrasi di atas, apa yang dapat dilakukan seorang petugas <em>call center<\/em>, untuk membantu meningkatkan daya ingat sehingga memudahkan melayani <em>customer<\/em> dengan baik untuk penjelasan produk maupun menangani keluhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh seorang <em>card holder<\/em> menanyakan program promosi yang sedang berlangsung dengan sebuah restoran mewah. Dengan cepat petugas <em>call center<\/em> atau <em>card agent<\/em> harus dapat menjawab baik durasi program, lokasi restoran, besarnya diskon serta <em>terms and condition<\/em> lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang dapat dilakukan seorang petugas <em>call center<\/em> untuk membantu mengingat berbagai program promosi bank untuk para <em>card holder<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Pada proses encoding, cobalah pisahkan informasi-informasi standar yang sudah biasa dilakukan. Misalnya \u201cprogram promosi ini tidak dapat digabung dengan program promosi lainnya\u201d. Hal ini dapat disingkirkan dari ingatan, diasosiasikan dengan peraturan standar, sehingga petugas dapat menggunakan ingatannya untuk informasi yang lebih sulit atau khusus, misalnya \u201chanya berlaku di kota Jakarta dan Medan\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Pada saat menyimpan data dapat dibuat pengklasifikasian, seperti misalnya di kota apa saja program berlangsung. Di kota A misalnya, lokasi restorannya dimana saja, bisa dikelompokkan bersadarkan kedekatan lokasi atau <em>route<\/em>, atau lokasi di dalam mall atau <em>outstanding<\/em>, dsb.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Tahap berikutnya adalah memanggil kembali informasi yang sudah disimpan dalam otak (<em>storage memory<\/em>)untuk digunakan menjawab <em>customer<\/em> lainnya, tanpa harus membuka buku pedoman. Apabila hal ini dilakukan terus menerus maka petugas akan menjadi hafal dalam jangka panjang, ibarat sudah menyatu dengan ingatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan kemampuan mengingat yang kuat, petugas <em>call center<\/em> memiliki beberapa manfaat sekaligus. Tidak ada kesulitan menangkan program atau SOP (Standard Operational Procedure), dapat mengingat dengan cepat, sehingga customer lebih nyaman dan<em> happy<\/em> dilayani dengan cepat dan benar, sehingga kemungkinan complain juga menurun.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/bu-emy.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-44760 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/bu-emy.jpg\" alt=\"bu-emy\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/bu-emy.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/bu-emy-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>Emy Trimahanani\/VMN\/BL\/Managing Partner for Wealth Management Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group<br \/>\n<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Present Your Service) Dalam sebuah seminar sehari yang disampaikan oleh seorang dokter yang juga ahli manajemen, dengan topik \u201cImproving Productivity by Boosting Your Brain\u201d ada banyak fakta menarik yang bisa saya pelajari. Salah satunya adalah tentang kemampuan mengingat baik short-term memory atau long-term memory. Apabila Anda seorang nasabah sebuah bank, menghubungi call center dan dilayani oleh petugas yang banyak bertanya seperti ini: \u201cmaaf ibu, tadi apa keluhan ibu?\u201d, \u201cboleh diulang ibu, bulan apa tadi ibu tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":124779,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051,18],"tags":[7633,4927,5219],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143383"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=143383"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143383\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":143387,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143383\/revisions\/143387"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/124779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=143383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=143383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=143383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}