{"id":143007,"date":"2015-12-01T11:01:34","date_gmt":"2015-12-01T04:01:34","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=143007"},"modified":"2015-12-01T11:01:34","modified_gmt":"2015-12-01T04:01:34","slug":"ini-yang-dapat-anda-lakukan-jika-upah-dibedakan-berdasarkan-gender","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/12\/01\/ini-yang-dapat-anda-lakukan-jika-upah-dibedakan-berdasarkan-gender\/","title":{"rendered":"Ini yang Dapat Anda Lakukan Jika Upah Dibedakan Berdasarkan Gender"},"content":{"rendered":"<p class=\"entry-title cb-entry-title cb-single-title\" style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Empower People) Seperti masalah perubahan iklim yang terus hangat dibicarakan, maka demikianlah masalah kesenjangan upah gender yang saatini terus menerus menjadi permasalahan ekonomi. Bayangkan saja, menurut Global Gender Gap Report 2015, perolehan perempuan saat ini sama dnegan perolehan kaum pria pada tahun 2009 atau 6 tahun yang lalu. (Baca: <a href=\"http:\/\/blj.co.id\/2015\/11\/23\/global-gender-gap-report-2015-perolehan-wanita-perolehan-pria-pada-2009\/\">Global Gender Gap Report 2015: Perolehan Wanita = Perolehan Pria pada 2009<\/a>). Walaupun sebenarnya ada juga beberapa hal yang mempengaruhi besarnya distribusi pemberian upah, seperti tingkat pencapaian pendidikan, mayoritas pekerjaan, juga ras.<\/p>\n<p class=\"entry-title cb-entry-title cb-single-title\" style=\"text-align: justify;\">Namun berubahnya cara berpikir saat ini bagaimana supaya wanita dapat memperoleh penghargaan yang sama, haruslah disambut baik oleh para perusahaan untuk dapat memiliki komitmen bagaimana cara memberdayakan kaum perempuan.<\/p>\n<p class=\"entry-title cb-entry-title cb-single-title\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Mempekerjakan wanita sebagai pengambil keputusan, peranan yang berpengaruh.<\/strong><br \/>\nJika Anda bekerja pada divisi SDM, maka milikilah keseimbangan pemikiran bahwa kandidat wanita memiliki kesempatan yang sama juga pada posisi-posisi yang tinggi. Sering kali <em>user <\/em>akan meminta Anda untuk memberikan kandidat hanya salah satu <em>gender <\/em>saja. Atau, meminta Anda menuliskannya pada pemberitahuan lowongan pekerjaan yang akan dipublikasikan. Penting bagi Anda untuk meyakinkan para <em>user<\/em> bahwa masalah <em>gender<\/em> tidak akan mengurangi kualitas kandidat yang akan Anda pilihkan dan ajukan kepada mereka.<\/p>\n<p class=\"entry-title cb-entry-title cb-single-title\" style=\"text-align: justify;\">Jika Anda adalah seorang rekruter namun paradigma Anda masih membedakan <em>gender<\/em> maka masalah <em>gender <\/em>pada perusahaan Anda tidak akan dapat terpecahkan.<\/p>\n<p class=\"entry-title cb-entry-title cb-single-title\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Melibatkan wanita dalam bagian tim Anda.<\/strong><br \/>\nAnda haruslah menjadi salah seorang yang mendukung keterlibatan kaum wanita dalam tim Anda. Tidak hanya sampai pada tim Anda, lakukan juga pembagian pada unit-unit lainnya. Tidak ada salahnya untuk me-<em>review <\/em>komposisi pria dna wanita pada setiap unit. Jika Anda adalah seorang yang memiliki pengaruh, maka dukunglah juga untuk para karyawan wanita dapat memperoleh persamaan upah dan promosi yang sesuai dengan <em>performance <\/em>mereka.<\/p>\n<p class=\"entry-title cb-entry-title cb-single-title\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Tetaplah <em>up to date<\/em> dengan <em>salary market<\/em><\/strong><br \/>\nAda baiknya jika Anda dapat selalu memiliki data\u00a0<em>salary market\u00a0<\/em>yang ter-<em>update\u00a0<\/em>dan membagikannya kepada para pemimpin unit atau mereka yang terkait. Namun hal ini bisa saja tidak <em>related <\/em>dengan mereka yang telah berada di perusahaan dalam jangka waktu yang cukup lama, sebab kompensasi mereka kemungkinan besar telah lebih tinggi. Namun paling tidak, setiap pemimpin unit yang akan melakukan rekrutmen, tahu persis berapa kompensasi yang akan diberikan berdasarkan pasar, bukan berdasarkan <em>gender.<\/em><\/p>\n<p class=\"entry-title cb-entry-title cb-single-title\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Tidak ada salahnya memberikan pendapat<\/strong><br \/>\nJika Anda tahu persis bagaimaan sering kali para pekerja wanita mendapatkan kompensasi yang lebih rendah, maka tidak ada salahnya untuk Anda memberikan pendapat atau penilaian Anda. Apalagi jika Anda memiliki data yang cukup kuat untuk berpendapat. Hal ini biasanya dibutuhkan pada saat <em>management team meeting\u00a0<\/em>menjelang kenaikan gaji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menjadi mentor<\/strong><br \/>\nLakukanlah <em>sharing <\/em>mengenai pemahaman atau kebijakan-kebijakan yang ada kepada rekan kerja, tim, atasan, atau pada kesempatan tertentu. Berikanlah kesediaan untuk menjadi mentor bagi mereka yang mau menerapkan kesamaan <em>gender <\/em>pada unit atau bagiannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : Business Lounge Journal<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Empower People) Seperti masalah perubahan iklim yang terus hangat dibicarakan, maka demikianlah masalah kesenjangan upah gender yang saatini terus menerus menjadi permasalahan ekonomi. Bayangkan saja, menurut Global Gender Gap Report 2015, perolehan perempuan saat ini sama dnegan perolehan kaum pria pada tahun 2009 atau 6 tahun yang lalu. (Baca: Global Gender Gap Report 2015: Perolehan Wanita = Perolehan Pria pada 2009). Walaupun sebenarnya ada juga beberapa hal yang mempengaruhi besarnya distribusi pemberian upah, seperti tingkat pencapaian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":143025,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4],"tags":[4927,7611],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143007"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=143007"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143007\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":143027,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143007\/revisions\/143027"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/143025"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=143007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=143007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=143007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}