{"id":142625,"date":"2015-11-27T15:19:59","date_gmt":"2015-11-27T08:19:59","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=142625"},"modified":"2015-11-27T15:32:12","modified_gmt":"2015-11-27T08:32:12","slug":"city-of-meriens-kota-terapung-untuk-7000-orang-peneliti-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/11\/27\/city-of-meriens-kota-terapung-untuk-7000-orang-peneliti-dunia\/","title":{"rendered":"City of M\u00e9riens: Kota Terapung untuk 7000 Orang Peneliti Dunia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; News) Jacques Rougerie adalah seorang arsitek berdarah Prancis yang radikal. Bahkan terobosannya yang spektakuler telah memberinya julukan sebagai &#8220;<em>pragmatic dreamer<\/em>&#8221; atau seorang pemimpi yang pragmatis. Imajinasi Rougerie, tidak mengenal batas. Bahkan sepanjang 43 tahun perjalanan karirnya, ia telah menghasilkan desain yang radikal untuk darat, laut, dan udara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Desember 2014 yang lalu, dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun radio Prancis, Rougerie menyatakan tegas bahwa ia seorang pencinta laut. Dikatakannya bahwa ia merasa sangat nyaman berada di bawah air. Ia merasa sangat berbeda. Saat ia berada di bawah air, imajinasinya selalu terbangun dengan cepat. Sebagai hasilnya, ia pun membangun sebuah kota kecil yang disebutnya M\u00e9riens, yaitu sebuah kota kecil di atas sebuah kapal yang berebentuk Manta Ray raksasa yang akan mengambang di permukaan air laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Meriens-Manta-City.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-142627\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Meriens-Manta-City.jpg\" alt=\"Meriens Manta City\" width=\"1000\" height=\"1000\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Meriens-Manta-City.jpg 1000w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Meriens-Manta-City-150x150.jpg 150w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Meriens-Manta-City-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Meriens-Manta-City-90x90.jpg 90w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Meriens-Manta-City-125x125.jpg 125w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapal yang disebut Rougerie sebagai &#8220;university city&#8221;ini memiliki panjang hampir 3.000 kaki dan lebar 1.600 kaki, dan akan menjadi rumah bagi 7.000 peneliti internasional, dosen, dan mahasiswa untuk beberapa waktu saat melakukan penelitian di laut dan sekitarnya. Di dalamnya akan terdapat ruang kelas, ruang kuliah, laboratorium, tempat tinggal dan daerah khusus untuk olahraga. &#8220;Kota&#8221; ini dirancang untuk menjadi benar-benar berkesinambungan dan otonom, dan akan dioperasikan dengan menggunakan energi laut terbarukan dan menghasilkan nol limbah. Kapal ini melakukan penelitian <em>oceanographic<\/em>, termasuk ocean skyscraper Rougerie, SeaOrbiter yang saat ini sedang dalam produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"The manta ray design was selected because of its ability to resist turbulence from storms and other harsh weather conditions.\">Desain manta ray dipilih karena kemampuannya untuk menahan gejolak badai dan kondisi cuaca hebat lainnya. <\/span><span title=\"While the visible structure is just 60 metres tall, it plunges up to 120 metres below the surface of the ocean, which helps to keep the whole thing steady.\n\n\">Sementara struktur yang terlihat hanya 60 meter, sedangkan\u00a0 hingga 120 meter berada di bawah permukaan laut, yang membantu untuk menjaga semuanya stabil.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Jacques-Rougerie-Manta-Ray-Floating-City-2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-142629\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Jacques-Rougerie-Manta-Ray-Floating-City-2.jpg\" alt=\"Jacques-Rougerie-Manta-Ray-Floating-City-2\" width=\"1580\" height=\"1083\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Jacques-Rougerie-Manta-Ray-Floating-City-2.jpg 1580w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Jacques-Rougerie-Manta-Ray-Floating-City-2-300x206.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Jacques-Rougerie-Manta-Ray-Floating-City-2-1024x702.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1580px) 100vw, 1580px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada bagian belakang kapal ini dikondisikan membentuk sebuah laguna yang memungkinkan untuk melakukan penelitian. Pada kedua sisi saluran aksesnya akan ada ruang untuk budidaya peternakan sehingga para ilmuwan dapat mengolah dan mempelajari berbagai spesies laut. Juga akan ada rumah kaca hidroponik untuk menumbuhkan semua buah-buahan dan sayuran yang dibutuhkan oleh seluruh penghuni kapal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Laguna-City-of-M\u00e9riens.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-142637 aligncenter\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Laguna-City-of-M\u00e9riens.jpg\" alt=\"Laguna - City of M\u00e9riens\" width=\"750\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Laguna-City-of-M\u00e9riens.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Laguna-City-of-M\u00e9riens-300x160.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a>&#8220;Orang-orang akan datang dari seluruh dunia dan kota ini akan menjadi kota internasional yang diatur oleh standar PBB Tempat ini akan menjadi rumah bagi peneliti, akademisi dan mahasiswa yang ingin menjelajahi dan mempelajari laut,&#8221; demikian dikatakan Rougerie tentang visinya untuk kota terapung, seperti dilansir oleh sciencealert.com. Hal ini akan merevolusi dunia penelitian bawah laut karena fakta bahwa orang-orang akan memiliki kontak permanen dengan laut, serta akses langsung ke dunia bawah laut, sebagai bagian dari Kota benar-benar di bawah air.&#8221;<\/p>\n<p>Secara mengejutkan bagaimana Rougerie (70 tahun) telah memiliki portofolio yang luar biasa mengenai habitat bawah laut, pesawat ruang angkasa, dan pusat-pusat penelitian pesisir, yaitu bagaimana ia telah terinspirasi sejak kecil dengan tulisan-tulisan Jules Verne, yang pada abad ke-19 menuliskan fiksi ilmiah. Penulis pun memiliki moto &#8220;Seseorang dapat membayangkannya dan seorang yang lain dapat membuatnya menjadi kenyataan&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>nancy\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : <span class=\"wf_caption\">Jacques Rougerie Foundation<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; News) Jacques Rougerie adalah seorang arsitek berdarah Prancis yang radikal. Bahkan terobosannya yang spektakuler telah memberinya julukan sebagai &#8220;pragmatic dreamer&#8221; atau seorang pemimpi yang pragmatis. Imajinasi Rougerie, tidak mengenal batas. Bahkan sepanjang 43 tahun perjalanan karirnya, ia telah menghasilkan desain yang radikal untuk darat, laut, dan udara. Pada Desember 2014 yang lalu, dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun radio Prancis, Rougerie menyatakan tegas bahwa ia seorang pencinta laut. Dikatakannya bahwa ia merasa sangat nyaman berada di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":142631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1049],"tags":[7593,7595],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142625"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=142625"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142625\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":142639,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142625\/revisions\/142639"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/142631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=142625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=142625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=142625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}